<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah Lho! Hacker Korut Curi Dokumen Rencana Perang Korsel-AS, Kim Jong-un Akan Dibunuh?</title><description>Dokumen yang diambil oleh hacker Korut mencakup rencana perang yang disusun oleh Amerika Serikat dan Korsel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh"/><item><title>Nah Lho! Hacker Korut Curi Dokumen Rencana Perang Korsel-AS, Kim Jong-un Akan Dibunuh?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh-IdJ4xsuHwn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Korea Selatan dan Amerika Serikat. (Foto: NBC News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/18/1792752/nah-lho-hacker-korut-curi-dokumen-rencana-perang-korsel-as-kim-jong-un-akan-dibunuh-IdJ4xsuHwn.jpg</image><title>Tentara Korea Selatan dan Amerika Serikat. (Foto: NBC News)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Peretas Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mencuri banyak dokumen milik militer Korea Selatan (Korsel). Salah satu dokumen Negeri Ginseng yang berhasil diretas adalah sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Sebagaimana diwartakan BBC, Selasa (10/10/2017), anggota parlemen Negeri Ginseng, Rhee Cheol-hee mengatakan bahwa informasi tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan Korsel. Dokumen yang diambil oleh hacker tersebut mencakup rencana perang yang disusun oleh Amerika Serikat (AS) dan Korsel.
BACA JUGA: Wah! Bahas Ancaman Korut, Jenderal AS Temui Presiden Korsel
Kementerian pertahanan Korsel sejauh ini menolak untuk berkomentar mengenai tuduhan tersebut.  Mereka hanya mengatakan bahwa rencana untuk pasukan khusus berhasil diakses. Peretas itu juga mengambil informasi mengenai pembangkit listrik dan fasilitas militer di Korsel.
Rhee mengatakan, sekira 235 gigabite (GB) dokumen militer telah dicuri dari Defense Integrated Data Center. Sementara 80% data 80% dokumen yang bocor masih belum diidentifikasi.
Peretasan terjadi pada September 2016. Pada Mei, pihak Korsel memang mengatakan bahwa dokumen militernya berhasil diretas Pyongyang. Namun, mereka tidak menyebutkan dokumen yang bocor.
Kantor berita Yonhap yang dikelola negara Korsel melaporkan bahwa Seoul telah mengalami serangan siber yang dilakukan oleh negara tetangganya dalam beberapa tahun terakhir. Banyak situs dan fasilitas pemerintah yang berhasil diretas.&amp;nbsp;
BACA JUGA: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut
Negara yang terisolasi itu diyakini memiliki hacker terlatih khusus yang berbasis di luar negeri, termasuk di China. Namun, pihak Korut telah membantah tuduhan yang dibuat oleh Korsel.
Ketegangan antara Korut, Korsel, dan AS memang semakin memanas. Korut sendiri baru-baru ini mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen untuk rudal jarak jauh.
BACA JUGA: Kompak! Kepala Angkatan Darat Korsel, AS, dan Jepang Bahas Serangan Korut
Hal ini dilakukan sebagai jawaban atas pidato yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah pidato di PBB pada September. Saat itu, ia mengancam akan menghancurkan Korut jika mereka menyerang AS dan sekutu-sekutunya.
Terbaru, Trump menulis di akun Twitter miliknya pada akhir pekan ini mengenai Korut. Dalam tweet-nya, ia mengatakan hanya satu hal yang akan berhasil dalam menangani Korut, setelah bertahun-tahun perundingan terbukti tidak membuahkan hasil. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh apa maksud dari tweet tersebut. (DJI)</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Peretas Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mencuri banyak dokumen milik militer Korea Selatan (Korsel). Salah satu dokumen Negeri Ginseng yang berhasil diretas adalah sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Sebagaimana diwartakan BBC, Selasa (10/10/2017), anggota parlemen Negeri Ginseng, Rhee Cheol-hee mengatakan bahwa informasi tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan Korsel. Dokumen yang diambil oleh hacker tersebut mencakup rencana perang yang disusun oleh Amerika Serikat (AS) dan Korsel.
BACA JUGA: Wah! Bahas Ancaman Korut, Jenderal AS Temui Presiden Korsel
Kementerian pertahanan Korsel sejauh ini menolak untuk berkomentar mengenai tuduhan tersebut.  Mereka hanya mengatakan bahwa rencana untuk pasukan khusus berhasil diakses. Peretas itu juga mengambil informasi mengenai pembangkit listrik dan fasilitas militer di Korsel.
Rhee mengatakan, sekira 235 gigabite (GB) dokumen militer telah dicuri dari Defense Integrated Data Center. Sementara 80% data 80% dokumen yang bocor masih belum diidentifikasi.
Peretasan terjadi pada September 2016. Pada Mei, pihak Korsel memang mengatakan bahwa dokumen militernya berhasil diretas Pyongyang. Namun, mereka tidak menyebutkan dokumen yang bocor.
Kantor berita Yonhap yang dikelola negara Korsel melaporkan bahwa Seoul telah mengalami serangan siber yang dilakukan oleh negara tetangganya dalam beberapa tahun terakhir. Banyak situs dan fasilitas pemerintah yang berhasil diretas.&amp;nbsp;
BACA JUGA: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut
Negara yang terisolasi itu diyakini memiliki hacker terlatih khusus yang berbasis di luar negeri, termasuk di China. Namun, pihak Korut telah membantah tuduhan yang dibuat oleh Korsel.
Ketegangan antara Korut, Korsel, dan AS memang semakin memanas. Korut sendiri baru-baru ini mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen untuk rudal jarak jauh.
BACA JUGA: Kompak! Kepala Angkatan Darat Korsel, AS, dan Jepang Bahas Serangan Korut
Hal ini dilakukan sebagai jawaban atas pidato yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah pidato di PBB pada September. Saat itu, ia mengancam akan menghancurkan Korut jika mereka menyerang AS dan sekutu-sekutunya.
Terbaru, Trump menulis di akun Twitter miliknya pada akhir pekan ini mengenai Korut. Dalam tweet-nya, ia mengatakan hanya satu hal yang akan berhasil dalam menangani Korut, setelah bertahun-tahun perundingan terbukti tidak membuahkan hasil. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh apa maksud dari tweet tersebut. (DJI)</content:encoded></item></channel></rss>
