<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Pilkada Serentak 2018, Panglima TNI: Harus Netral, Jangan Sampai Menyakiti Hati Rakyat!</title><description>TNI  dan Polri menurutnya akan menjadi  penengah dan penyelesai apabila terjadi konflik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat"/><item><title>Hadapi Pilkada Serentak 2018, Panglima TNI: Harus Netral, Jangan Sampai Menyakiti Hati Rakyat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat-R44bCPTzqf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI saat memberikan pengarahan di Semarang. (Foto: Puspen TNI/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/337/1792390/hadapi-pilkada-serentak-2018-panglima-tni-harus-netral-jangan-sampai-menyakiti-hati-rakyat-R44bCPTzqf.jpg</image><title>Panglima TNI saat memberikan pengarahan di Semarang. (Foto: Puspen TNI/Sindonews)</title></images><description>SEMARANG - Rakyat adalah ibu kandung yang melahirkan  TNI. Oleh karena itu  prajurit TNI harus selalu berjuang untuk  kepentingan rakyat Indonesia,  karena rakyatlah yang memerdekakan  Indonesia dengan Sistem Pertahanan  Rakyat Semesta. Sejarah pun telah  memperlihatkan kepada bangsa  Indonesia, betapa hebatnya kekuatan rakyat  yang bersatu.
Hal  tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo dalam  pengarahannya di hadapan 2.325 prajurit TNI  (Angkatan Darat, Angkatan  Laut, Angkatan Udara) se-wilayah Kodam  IV/Diponegoro, bertempat di  Balai Diponegoro, Semarang, Senin  (9/10/2017).Panglima TNI  menegaskan, bahwa TNI akan melakukan  apapun untuk kepentingan rakyat  dan wilayah (darat, laut, udara) serta  pemerintahan, ketiga komponen  tersebut adalah syarat adanya suatu  Negara. Di samping itu, TNI juga  harus tunduk dan patuh kepada  pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI  terpilih secara sah dan  berdasarkan hukum atau konstitusi.Terkait  dengan pelaksanaan  Pilkada Serentak 2018, Gatot menyatakan bahwa TNI  harus dapat meraih  kepercayaan rakyat yang paling tinggi, karena TNI  dan Polri akan menjadi  penengah dan penyelesai apabila terjadi konflik.  &amp;ldquo;Dalam kondisi seperti  ini, maka TNI dan Polri harus netral dan jangan  sekali-kali menyakiti  hati rakyat,&amp;rdquo; tegasnya.
(Baca juga: HUT KE-72 TNI: Panglima TNI Tegaskan Setia terhadap Negara)&amp;ldquo;Kalau kamu  (TNI)&amp;nbsp; berpihak pada salah  satu kontestan, begitu terjadi konflik maka  rakyat tidak mempercayai  kamu sebagai penengah.&amp;nbsp; Tetapi apabila kamu  benar-benar netral, maka  begitu ada konflik mereka percaya bahwa kamu  bisa menjadi penengah,&amp;rdquo;  Sambung Gatot.Pada kesempatan tersebut,  Panglima TNI Jenderal  TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan agar para  prajurit TNI harus selalu  menghormati dan menghargai jasa-jasa para  pahlawan, di antaranya dengan  melakukan ziarah dan  memperbaiki/merenovasi Taman Makam Pahlawan seperti  di Baucau dan Dili  (Timor Leste). &amp;ldquo;TNI tidak pernah melupakan jasa-jasa  para prajuritnya  dimanapun mereka berada, kita kunjungi dan kita  ziarahi karena mereka  adalah prajurit-prajurit yang terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.Ditambahkan   oleh Gatot bahwa tidak hanya ziarah dan memperbaiki makam saja, tetapi   TNI juga memperbaiki dan renovasi 1.300 rumah veteran menjadi rumah yang   layak huni. &amp;ldquo;Mereka juga tidak kita lupakan, mereka adalah   senior-senior kita yang telah meletakkan landasan yang sangat baik,   sehingga TNI sangat dipercaya rakyat seperti saat ini, maka kita hormati  veteran-veteran dengan memperbaiki rumahnya menjadi rumah yang layak   huni,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Rakyat adalah ibu kandung yang melahirkan  TNI. Oleh karena itu  prajurit TNI harus selalu berjuang untuk  kepentingan rakyat Indonesia,  karena rakyatlah yang memerdekakan  Indonesia dengan Sistem Pertahanan  Rakyat Semesta. Sejarah pun telah  memperlihatkan kepada bangsa  Indonesia, betapa hebatnya kekuatan rakyat  yang bersatu.
Hal  tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo dalam  pengarahannya di hadapan 2.325 prajurit TNI  (Angkatan Darat, Angkatan  Laut, Angkatan Udara) se-wilayah Kodam  IV/Diponegoro, bertempat di  Balai Diponegoro, Semarang, Senin  (9/10/2017).Panglima TNI  menegaskan, bahwa TNI akan melakukan  apapun untuk kepentingan rakyat  dan wilayah (darat, laut, udara) serta  pemerintahan, ketiga komponen  tersebut adalah syarat adanya suatu  Negara. Di samping itu, TNI juga  harus tunduk dan patuh kepada  pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI  terpilih secara sah dan  berdasarkan hukum atau konstitusi.Terkait  dengan pelaksanaan  Pilkada Serentak 2018, Gatot menyatakan bahwa TNI  harus dapat meraih  kepercayaan rakyat yang paling tinggi, karena TNI  dan Polri akan menjadi  penengah dan penyelesai apabila terjadi konflik.  &amp;ldquo;Dalam kondisi seperti  ini, maka TNI dan Polri harus netral dan jangan  sekali-kali menyakiti  hati rakyat,&amp;rdquo; tegasnya.
(Baca juga: HUT KE-72 TNI: Panglima TNI Tegaskan Setia terhadap Negara)&amp;ldquo;Kalau kamu  (TNI)&amp;nbsp; berpihak pada salah  satu kontestan, begitu terjadi konflik maka  rakyat tidak mempercayai  kamu sebagai penengah.&amp;nbsp; Tetapi apabila kamu  benar-benar netral, maka  begitu ada konflik mereka percaya bahwa kamu  bisa menjadi penengah,&amp;rdquo;  Sambung Gatot.Pada kesempatan tersebut,  Panglima TNI Jenderal  TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan agar para  prajurit TNI harus selalu  menghormati dan menghargai jasa-jasa para  pahlawan, di antaranya dengan  melakukan ziarah dan  memperbaiki/merenovasi Taman Makam Pahlawan seperti  di Baucau dan Dili  (Timor Leste). &amp;ldquo;TNI tidak pernah melupakan jasa-jasa  para prajuritnya  dimanapun mereka berada, kita kunjungi dan kita  ziarahi karena mereka  adalah prajurit-prajurit yang terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.Ditambahkan   oleh Gatot bahwa tidak hanya ziarah dan memperbaiki makam saja, tetapi   TNI juga memperbaiki dan renovasi 1.300 rumah veteran menjadi rumah yang   layak huni. &amp;ldquo;Mereka juga tidak kita lupakan, mereka adalah   senior-senior kita yang telah meletakkan landasan yang sangat baik,   sehingga TNI sangat dipercaya rakyat seperti saat ini, maka kita hormati  veteran-veteran dengan memperbaiki rumahnya menjadi rumah yang layak   huni,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
