<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luar Biasa! TNI: Senjata yang Dimiliki Brimob Mematikan</title><description>Wuryanto menjelaskan, amunisi yang tergolong amunisi tajam ukurannya tidak sesuai standar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan"/><item><title>Luar Biasa! TNI: Senjata yang Dimiliki Brimob Mematikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan-hVDx8040Qd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/337/1792603/luar-biasa-tni-senjata-yang-dimiliki-brimob-mematikan-hVDx8040Qd.jpg</image><title>Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA  - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan, amunisi senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) yang dibeli Korps Brimob Mabes Polri mematikan.
&quot;Amunisi yang dibeli Brimob merupakan amunisi tajam, yang memiliki radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter,&quot; kata Kapuspen TNI saat jumpa pers di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Keistimewaan amunisi ini adalah setelah meledak, kemudian meledak kedua dan menimbulkan pecahan logam-logam kecil yang dapat melukai dan mematikan. Bahkan, amunisi tersebut bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras senjata.
&quot;Ini luar bisa. TNI tidak punya senjata seperti itu,&quot; kata Wuryanto.
Wuryanto menjelaskan, amunisi yang tergolong amunisi tajam ukurannya tidak sesuai standar. Apabila mengacu Inpres Nomor 9 Tahun 1976 tentang pengawasan dan pengendalian senjata api, maka kaliber amunisi Brimob ini sudah masuk standar militer, yakni 5,56 mm.
Sebab itu, amunisi SAGL itu sejak Senin 9 Oktober 2017 malam dipindahkan ke Mabes TNI, namun senjata SAGL sudah diserahkan ke kepolisian.
&quot;Polri masih bisa menggunakan senjata SAGL, yang amunisinya diganti granat asap yang sesuai standar nonmiliter,&quot; tuturnya.
Wuryanto menyatakan, tidak mengetahui pasti berapa lama amunisi itu disimpan di gudang senjata Mabes TNI.

&quot;Untuk sampai kapan, nanti ada aturannya sendiri. TNI bertanggung jawab dalam pengamanan selama penyimpangan. Pasti aman disimpan di gudang amunisi TNI karena gudang amunisinya sudah memiliki standar keamanan,&quot; kata Wuryanto.</description><content:encoded>JAKARTA  - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan, amunisi senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) yang dibeli Korps Brimob Mabes Polri mematikan.
&quot;Amunisi yang dibeli Brimob merupakan amunisi tajam, yang memiliki radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter,&quot; kata Kapuspen TNI saat jumpa pers di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Keistimewaan amunisi ini adalah setelah meledak, kemudian meledak kedua dan menimbulkan pecahan logam-logam kecil yang dapat melukai dan mematikan. Bahkan, amunisi tersebut bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras senjata.
&quot;Ini luar bisa. TNI tidak punya senjata seperti itu,&quot; kata Wuryanto.
Wuryanto menjelaskan, amunisi yang tergolong amunisi tajam ukurannya tidak sesuai standar. Apabila mengacu Inpres Nomor 9 Tahun 1976 tentang pengawasan dan pengendalian senjata api, maka kaliber amunisi Brimob ini sudah masuk standar militer, yakni 5,56 mm.
Sebab itu, amunisi SAGL itu sejak Senin 9 Oktober 2017 malam dipindahkan ke Mabes TNI, namun senjata SAGL sudah diserahkan ke kepolisian.
&quot;Polri masih bisa menggunakan senjata SAGL, yang amunisinya diganti granat asap yang sesuai standar nonmiliter,&quot; tuturnya.
Wuryanto menyatakan, tidak mengetahui pasti berapa lama amunisi itu disimpan di gudang senjata Mabes TNI.

&quot;Untuk sampai kapan, nanti ada aturannya sendiri. TNI bertanggung jawab dalam pengamanan selama penyimpangan. Pasti aman disimpan di gudang amunisi TNI karena gudang amunisinya sudah memiliki standar keamanan,&quot; kata Wuryanto.</content:encoded></item></channel></rss>
