<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digoyang Gempa, Puluhan Rumah Rusak Akibat Tertimpa Material Gunung Ile Lewotolok</title><description>Material dari gunung berjatuhan lantaran terjadi rentetan gempa sejak Minggu 8 Oktober 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/11/340/1793151/digoyang-gempa-puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/11/340/1793151/digoyang-gempa-puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok"/><item><title>Digoyang Gempa, Puluhan Rumah Rusak Akibat Tertimpa Material Gunung Ile Lewotolok</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/11/340/1793151/digoyang-gempa-puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/11/340/1793151/digoyang-gempa-puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2017 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/11/340/1793151/puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok-RykwUvenoh.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/11/340/1793151/puluhan-rumah-rusak-akibat-tertimpa-material-gunung-ile-lewotolok-RykwUvenoh.jpg</image><title></title></images><description>KUPANG - Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat adanya kerusakan sejumlah rumah akibat tertimpa material Gunung Ile Lewotolok yang kini berstatus waspada. Material dari gunung berjatuhan lantaran terjadi rentetan gempa sejak Minggu 8 Oktober 2017. Gempa terbaru berskala 4,9 richter (SR) yang terjadi sekira pukul 06.10 WIB.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 29 kilometer barat laut Lembata pada kedalaman 10 kilometer.
&quot;Gempa terjadi di bawah laut namun dampaknya telah mengguncang material gunung Ile Lewotolok yang sudah naik status menjadi Waspada,&quot; kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, di Lewoleba -ibu kota Kabupaten Lembata-, Rabu (11/10/2017).
Dia menyebut, rumah yang rusak akibat tertimpa bebatuan dari Gunung Ile Lewotolok 11 unit rusak berat dan 29 unit ruasak ringan. Selain itu, badan jalan sepanjang 2 Km yang menghubungkan dua desa di kaki Gunung Ile Lewotolok juga tertutup bebatuan yang longsor.
&quot;Alat berat sulit ke lokasi. Tapi pemerintah terus berupaya melakukan aksi pantau lapangan untuk paatikan jumlah dan kondisi kerusakan,&quot; katanya.
(Baca juga: Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendak)
Selain kerusakan fisik bangunan, masyarakat di sana juga trauma. &quot;Apalagi untuk para lansia dan anak-anak. Kami melihat terjadi ketakutan yang maha dasyat di mental meraka,&quot; katanya.
Dibutuhkan segera bantuan maksimal dari pemerintah baik melalui BPBD Provinsi NTT maupun BNPB Pusat di Jakarta. &quot;Ini soal kemanusian jadi tidak harus menanti level gunung itu tinggi. Korban sudah terjadi saat ini dan butuh penanganan maksimal,&quot; katanya.
Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk memastikan ada tidaknya warga yang belum dievakuasi. Kerja sama dan komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah kabupaten Flores Timur sebagai wilayah kabupaten tetangga, untuk sejumlah bantuan yang bisa diberikan kepada para korban bencana.
&quot;Kita terbuka kepada siapa saja yang mau membantu para pengungsi di dua lokasi itu,&quot; kata Thomas. (ris)</description><content:encoded>KUPANG - Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat adanya kerusakan sejumlah rumah akibat tertimpa material Gunung Ile Lewotolok yang kini berstatus waspada. Material dari gunung berjatuhan lantaran terjadi rentetan gempa sejak Minggu 8 Oktober 2017. Gempa terbaru berskala 4,9 richter (SR) yang terjadi sekira pukul 06.10 WIB.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 29 kilometer barat laut Lembata pada kedalaman 10 kilometer.
&quot;Gempa terjadi di bawah laut namun dampaknya telah mengguncang material gunung Ile Lewotolok yang sudah naik status menjadi Waspada,&quot; kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, di Lewoleba -ibu kota Kabupaten Lembata-, Rabu (11/10/2017).
Dia menyebut, rumah yang rusak akibat tertimpa bebatuan dari Gunung Ile Lewotolok 11 unit rusak berat dan 29 unit ruasak ringan. Selain itu, badan jalan sepanjang 2 Km yang menghubungkan dua desa di kaki Gunung Ile Lewotolok juga tertutup bebatuan yang longsor.
&quot;Alat berat sulit ke lokasi. Tapi pemerintah terus berupaya melakukan aksi pantau lapangan untuk paatikan jumlah dan kondisi kerusakan,&quot; katanya.
(Baca juga: Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendak)
Selain kerusakan fisik bangunan, masyarakat di sana juga trauma. &quot;Apalagi untuk para lansia dan anak-anak. Kami melihat terjadi ketakutan yang maha dasyat di mental meraka,&quot; katanya.
Dibutuhkan segera bantuan maksimal dari pemerintah baik melalui BPBD Provinsi NTT maupun BNPB Pusat di Jakarta. &quot;Ini soal kemanusian jadi tidak harus menanti level gunung itu tinggi. Korban sudah terjadi saat ini dan butuh penanganan maksimal,&quot; katanya.
Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk memastikan ada tidaknya warga yang belum dievakuasi. Kerja sama dan komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah kabupaten Flores Timur sebagai wilayah kabupaten tetangga, untuk sejumlah bantuan yang bisa diberikan kepada para korban bencana.
&quot;Kita terbuka kepada siapa saja yang mau membantu para pengungsi di dua lokasi itu,&quot; kata Thomas. (ris)</content:encoded></item></channel></rss>
