<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Baper saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Pendiri AS Tak Jemu Tulis Surat Romantis bagi Perempuan Prancis</title><description>Jefferson menuangkan pergulatan batin antara perasaan cinta dan integritasnya dalam berpucuk-pucuk surat.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis"/><item><title>OKEZONE STORY: Baper saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Pendiri AS Tak Jemu Tulis Surat Romantis bagi Perempuan Prancis</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/11/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis-PbGY2NCNHM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cinta antara Thomas Jefferson dan Maria Conway harus bertepuk sebelah tangan (Foto: Journal of The American Revolution)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/11/18/1793335/okezone-story-baper-saat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-pendiri-as-tak-jemu-tulis-surat-romantis-bagi-perempuan-prancis-PbGY2NCNHM.jpg</image><title>Cinta antara Thomas Jefferson dan Maria Conway harus bertepuk sebelah tangan (Foto: Journal of The American Revolution)</title></images><description>JARAK yang membentang ribuan kilometer (km) antara dua orang yang sedang dimabuk cinta bukan masalah berarti pada masa sekarang ini. Kemajuan teknologi memungkinkan keduanya saling bertatap muka walau harus lewat layar gawai masing-masing.
Bayangkan jika Anda dimabuk asmara tetapi hidup ribuan tahun lalu, tepatnya pada 1786. Rasa cinta yang menggebu-gebu tentu menyiksa. Anda tidak bisa langsung menuntaskan rindu karena harus menunggu kapan sepucuk surat dari sang kekasih sampai.
Seperti itu kira-kira yang dirasakan Presiden Amerika Serikat (AS) ketiga, Thomas Jefferson. Salah satu pendiri Negeri Paman Sam itu tidak mampu menahan rindu pada seorang perempuan yang berjarak ribuan kilometer, tepatnya di Prancis, bernama Maria Cosway.
Jefferson yang berstatus duda, terpikat pada Cosway saat bertugas sebagai perwakilan AS di Paris, Prancis. Perempuan kelahiran Italia dari sepasang orangtua asli Inggris tersebut berprofesi sebagai seorang musisi dan pelukis yang cukup ternama di Paris. Sayangnya, Cosway berstatus sudah menikah.
Thomas Jefferson tidak kehilangan akal dengan membangun hubungan sebagai seorang teman dekat. Meski demikian, tingkah laku pria asal Virginia itu tidak mencerminkan seorang teman. Ia selalu mendadak romantis ketika berjalan bersama Maria Cosway di jalanan kota Paris.
Salah satu contohnya, Jefferson bisa melompat ke atas batu air mancur hingga tergelincir dan pergelangan kanannya patah. Setelah sembuh, Jefferson lantas menulis sebuah surat cinta terkenal bagi Maria yang baru saja pindah dari Paris ke London, Inggris, untuk mengikuti suaminya.
Surat cinta tersebut di kalangan pecinta sejarah dikenal dengan judul &amp;ldquo;Sebuah Dialog antara Kepala dengan Hati&amp;rdquo;. Jefferson mengungkapkan rasa cintanya terhadap seorang perempuan yang mampu membuatnya menjadi makhluk paling menyedihkan di dunia, tetapi di saat bersamaan membuatnya mencaci diri sendiri.Dialog dalam surat itu mengungkap perjuangan Jefferson antara cintanya terhadap Cosway dengan menjaga integritas karena kekasihnya itu  berstatus sebagai istri orang. Surat itu turut mengungkap bahwa alasan-alasan rasional mampu mengalahkan perasaan berkecamuk di hatinya bagi Maria Cosway.
&amp;ldquo;Satu-satunya cara efektif untuk mengamankan diri dari rasa sakit seperti itu adalah untuk menghentikannya di dalam diri sendiri dan merasa cukup dengan kebahagiaan yang dimiliki,&amp;rdquo; tulis Thomas Jefferson yang patah hati, mengutip dari History, Kamis (12/10/2017).
Ternyata, surat yang ditulis pada 12 Oktober 1786 itu bukan yang terakhir kali. Jefferson kembali menulis surat cinta bagi Cosway di tengah petualangannya di Italia. Ia melukiskan bagaimana dirinya bersanding dengan sang kekasih pada suatu hari di masa depan.
&amp;ldquo;Kita akan sarapan bersama setiap hari, pergi ke gurun, makan malam diterangi cahaya bintang, dan melupakan bahwa kita harus berpisah sekali lagi,&amp;rdquo; tulis Thomas Jefferson pada 1787.
Belum kapok, Jefferson lagi-lagi menulis surat cinta bagi Cosway pada 1788 dari suatu tempat di Paris. Ia mengekspresikan kelembutan kasih sayang dan berharap kehadiran Cosway mengisi hari-harinya meski tahu hal tersebut tidak mungkin.
Perpisahan secara fisik antara Jefferson dan Cosway nyatanya membantu si pria untuk sembuh dari obsesinya. Mungkin juga Jefferson mulai merasa tidak ada harapan untuk meminang Maria Cosway. Setelah kembali ke AS pada 1789 untuk mengisi posisi Menteri Luar Negeri, surat-surat cinta itu mulai jarang ditulis.
Meski demikian, Cosway tetap rajin menulis surat bagi teman prianya itu. Si perempuan menyatakan kecewa karena Jefferson kini bersikap acuh tak acuh padanya. Thomas yang mulai bisa menguasai diri akhirnya lebih banyak menulis tentang risetnya daripada perasaan cinta kepada Cosway.
Dalam surat terakhirnya, Jefferson akhirnya mengaku bahwa cintanya pada Cosway sudah jauh berkurang sehingga hanya menjadi kenangan indah. Thomas Jefferson dan Maria Cosway akhirnya tidak pernah bersatu dalam ikatan apa pun.</description><content:encoded>JARAK yang membentang ribuan kilometer (km) antara dua orang yang sedang dimabuk cinta bukan masalah berarti pada masa sekarang ini. Kemajuan teknologi memungkinkan keduanya saling bertatap muka walau harus lewat layar gawai masing-masing.
Bayangkan jika Anda dimabuk asmara tetapi hidup ribuan tahun lalu, tepatnya pada 1786. Rasa cinta yang menggebu-gebu tentu menyiksa. Anda tidak bisa langsung menuntaskan rindu karena harus menunggu kapan sepucuk surat dari sang kekasih sampai.
Seperti itu kira-kira yang dirasakan Presiden Amerika Serikat (AS) ketiga, Thomas Jefferson. Salah satu pendiri Negeri Paman Sam itu tidak mampu menahan rindu pada seorang perempuan yang berjarak ribuan kilometer, tepatnya di Prancis, bernama Maria Cosway.
Jefferson yang berstatus duda, terpikat pada Cosway saat bertugas sebagai perwakilan AS di Paris, Prancis. Perempuan kelahiran Italia dari sepasang orangtua asli Inggris tersebut berprofesi sebagai seorang musisi dan pelukis yang cukup ternama di Paris. Sayangnya, Cosway berstatus sudah menikah.
Thomas Jefferson tidak kehilangan akal dengan membangun hubungan sebagai seorang teman dekat. Meski demikian, tingkah laku pria asal Virginia itu tidak mencerminkan seorang teman. Ia selalu mendadak romantis ketika berjalan bersama Maria Cosway di jalanan kota Paris.
Salah satu contohnya, Jefferson bisa melompat ke atas batu air mancur hingga tergelincir dan pergelangan kanannya patah. Setelah sembuh, Jefferson lantas menulis sebuah surat cinta terkenal bagi Maria yang baru saja pindah dari Paris ke London, Inggris, untuk mengikuti suaminya.
Surat cinta tersebut di kalangan pecinta sejarah dikenal dengan judul &amp;ldquo;Sebuah Dialog antara Kepala dengan Hati&amp;rdquo;. Jefferson mengungkapkan rasa cintanya terhadap seorang perempuan yang mampu membuatnya menjadi makhluk paling menyedihkan di dunia, tetapi di saat bersamaan membuatnya mencaci diri sendiri.Dialog dalam surat itu mengungkap perjuangan Jefferson antara cintanya terhadap Cosway dengan menjaga integritas karena kekasihnya itu  berstatus sebagai istri orang. Surat itu turut mengungkap bahwa alasan-alasan rasional mampu mengalahkan perasaan berkecamuk di hatinya bagi Maria Cosway.
&amp;ldquo;Satu-satunya cara efektif untuk mengamankan diri dari rasa sakit seperti itu adalah untuk menghentikannya di dalam diri sendiri dan merasa cukup dengan kebahagiaan yang dimiliki,&amp;rdquo; tulis Thomas Jefferson yang patah hati, mengutip dari History, Kamis (12/10/2017).
Ternyata, surat yang ditulis pada 12 Oktober 1786 itu bukan yang terakhir kali. Jefferson kembali menulis surat cinta bagi Cosway di tengah petualangannya di Italia. Ia melukiskan bagaimana dirinya bersanding dengan sang kekasih pada suatu hari di masa depan.
&amp;ldquo;Kita akan sarapan bersama setiap hari, pergi ke gurun, makan malam diterangi cahaya bintang, dan melupakan bahwa kita harus berpisah sekali lagi,&amp;rdquo; tulis Thomas Jefferson pada 1787.
Belum kapok, Jefferson lagi-lagi menulis surat cinta bagi Cosway pada 1788 dari suatu tempat di Paris. Ia mengekspresikan kelembutan kasih sayang dan berharap kehadiran Cosway mengisi hari-harinya meski tahu hal tersebut tidak mungkin.
Perpisahan secara fisik antara Jefferson dan Cosway nyatanya membantu si pria untuk sembuh dari obsesinya. Mungkin juga Jefferson mulai merasa tidak ada harapan untuk meminang Maria Cosway. Setelah kembali ke AS pada 1789 untuk mengisi posisi Menteri Luar Negeri, surat-surat cinta itu mulai jarang ditulis.
Meski demikian, Cosway tetap rajin menulis surat bagi teman prianya itu. Si perempuan menyatakan kecewa karena Jefferson kini bersikap acuh tak acuh padanya. Thomas yang mulai bisa menguasai diri akhirnya lebih banyak menulis tentang risetnya daripada perasaan cinta kepada Cosway.
Dalam surat terakhirnya, Jefferson akhirnya mengaku bahwa cintanya pada Cosway sudah jauh berkurang sehingga hanya menjadi kenangan indah. Thomas Jefferson dan Maria Cosway akhirnya tidak pernah bersatu dalam ikatan apa pun.</content:encoded></item></channel></rss>
