<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curi Strategi Perang, Hacker Korut: Membobol Institusi Korsel Mudah seperti Memotong Kue!</title><description>&amp;rdquo;Teman-teman  kuliah lama saya yang sekarang memimpin tim maya di sana menertawakan  keamanan siber di Korea Selatan,&quot; ujarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue"/><item><title>Curi Strategi Perang, Hacker Korut: Membobol Institusi Korsel Mudah seperti Memotong Kue!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue-WXWcOdiG4A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793866/curi-strategi-perang-hacker-korut-membobol-institusi-korsel-mudah-seperti-memotong-kue-WXWcOdiG4A.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>SEOUL - Mantan ahli komputer Korea Utara (Korut), Jang  Se-yul yang membelot ke Korea Selatan (Korsel) pada Tahun 2004 menyebut  kehebatan para peretas atau hacker di negaranya sudah di luar imajinasi. Komentarnya muncul untuk menanggapi aksi para hacker Pyongyang yang mencuri ratusan data rahasia militer dari Korea Selatan  (Korsel), termasuk data rencana atau strategi perang masa depan  Korsel-Amerika Serikat (AS).Kemampuan para hacker di negeri Kim Jong-un itu dianggap sudah berada di level &amp;ldquo;sangat merusak&amp;rdquo;.&amp;rdquo;Ini diluar imajinasi yang telah mereka lakukan di Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Jang kepada ABC News, Kamis (12/10/2017). &amp;rdquo;Korut telah mempersiapkan serangan siber besar  sejak awal tahun 1990-an. Mereka lebih dari siap untuk menghancurkan  infrastruktur Korea Selatan kapan saja Kim Jong-un memberi lampu hijau.&amp;rdquo;
(Baca juga: Nah Lho! Hacker Korut Curi Dokumen Rencana Perang Korsel-AS, Kim Jong-un Akan Dibunuh?)Jang,  yang kini mengelola sebuah LSM untuk membantu para pembelot, mengklaim  bahwa dia telah berhubungan dengan mantan koleganya di Korut yang  bekerja di luar Shenyang, Ibu Kota Provinsi Liaoning di China utara,  baru-baru ini. Menurutnya,  para peretas Korea Utara adalah bagian dari unit serangan siber yang  dikirim dari Pyongyang untuk beroperasi di luar China. Mereka menyamar  sebagai programmer lepas, namun dengan tujuan untuk membongkar informasi terkait keamanan nasional dari Seoul dan Washington.&amp;rdquo;Teman-teman  kuliah lama saya yang sekarang memimpin tim maya di sana menertawakan  keamanan siber di Korea Selatan. Mereka mengatakan bahwa membobol  institusi Korea Selatan seperti (memotong) sepotong kue,&amp;rdquo; kata Jang.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&amp;rdquo;Mereka  terdengar percaya diri, dan mereka siap. Bagi mereka, menyerang Korea  Selatan dengan rudal dan senjata nuklir hanya pemborosan sumber daya.  Semua yang mereka butuhkan untuk menjatuhkan Korea Selatan untuk  menyelesaikan kekacauan adalah dengan mengaktifkan virus malware ini  yang telah mereka siapkan.&amp;rdquo;Informasi pencurian massal data  rahasia militer Korea Selatan oleh hacker Korea Utara ini awalnya  diungkap anggota parlemen Partai Demokratik Korea Selatan, Lee  Cheol-hee.Total data yang dicuri sekitar 235 gigabyte atau  setara dengan 15 juta halaman dokumen. Sekitar 80 persen dari bahan  curian belum diidentifikasi. Namun di antaranya, kata Lee, adalah  rencana perang masa depan AS-Korea Selatan untuk melenyapkan Kim  Jong-un.&amp;rdquo;Cara hack itu tidak masuk akal,&amp;rdquo; kata Lee kepada ABC News. &amp;rdquo;Bukan karena Korea Utara memiliki kemampuan hacking yang canggih, namun karena kelalaian di pihak Korea Selatan,&amp;rdquo; katanya lagi.Korea  Utara sebelumnya telah dituduh melakukan hacking ke badan pemerintah,  bank, dan media Korea Selatan lainnya, namun Pyongyang menolak tuduhan  kejahatan siber.
&amp;rdquo;Saya memberitahukan hal ini untuk mendorong  pemerintah baru dan Kementerian Pertahanan segera menemukan solusi agar  kerugian semacam ini tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Lee.
Kementerian  Pertahanan Korea Selatan tidak bersedia berkomentar dengan alasan  keamanan nasional. Sedangkan Pentagon mengatakan bahwa pihaknya bekerja  erat dengan mitra internasional untuk mengidentifikasi, melacak dan  melawan ancaman siber.
&amp;rdquo;Meskipun saya tidak akan berkomentar mengenai masalah intelijen atau insiden spesifik terkait dengan cyber-intrusion,  saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami yakin dengan keamanan rencana  operasi dan kemampuan kami untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara,&amp;rdquo;  kata Kolonel Rob. Manning, juru bicara Pentagon.</description><content:encoded>SEOUL - Mantan ahli komputer Korea Utara (Korut), Jang  Se-yul yang membelot ke Korea Selatan (Korsel) pada Tahun 2004 menyebut  kehebatan para peretas atau hacker di negaranya sudah di luar imajinasi. Komentarnya muncul untuk menanggapi aksi para hacker Pyongyang yang mencuri ratusan data rahasia militer dari Korea Selatan  (Korsel), termasuk data rencana atau strategi perang masa depan  Korsel-Amerika Serikat (AS).Kemampuan para hacker di negeri Kim Jong-un itu dianggap sudah berada di level &amp;ldquo;sangat merusak&amp;rdquo;.&amp;rdquo;Ini diluar imajinasi yang telah mereka lakukan di Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Jang kepada ABC News, Kamis (12/10/2017). &amp;rdquo;Korut telah mempersiapkan serangan siber besar  sejak awal tahun 1990-an. Mereka lebih dari siap untuk menghancurkan  infrastruktur Korea Selatan kapan saja Kim Jong-un memberi lampu hijau.&amp;rdquo;
(Baca juga: Nah Lho! Hacker Korut Curi Dokumen Rencana Perang Korsel-AS, Kim Jong-un Akan Dibunuh?)Jang,  yang kini mengelola sebuah LSM untuk membantu para pembelot, mengklaim  bahwa dia telah berhubungan dengan mantan koleganya di Korut yang  bekerja di luar Shenyang, Ibu Kota Provinsi Liaoning di China utara,  baru-baru ini. Menurutnya,  para peretas Korea Utara adalah bagian dari unit serangan siber yang  dikirim dari Pyongyang untuk beroperasi di luar China. Mereka menyamar  sebagai programmer lepas, namun dengan tujuan untuk membongkar informasi terkait keamanan nasional dari Seoul dan Washington.&amp;rdquo;Teman-teman  kuliah lama saya yang sekarang memimpin tim maya di sana menertawakan  keamanan siber di Korea Selatan. Mereka mengatakan bahwa membobol  institusi Korea Selatan seperti (memotong) sepotong kue,&amp;rdquo; kata Jang.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&amp;rdquo;Mereka  terdengar percaya diri, dan mereka siap. Bagi mereka, menyerang Korea  Selatan dengan rudal dan senjata nuklir hanya pemborosan sumber daya.  Semua yang mereka butuhkan untuk menjatuhkan Korea Selatan untuk  menyelesaikan kekacauan adalah dengan mengaktifkan virus malware ini  yang telah mereka siapkan.&amp;rdquo;Informasi pencurian massal data  rahasia militer Korea Selatan oleh hacker Korea Utara ini awalnya  diungkap anggota parlemen Partai Demokratik Korea Selatan, Lee  Cheol-hee.Total data yang dicuri sekitar 235 gigabyte atau  setara dengan 15 juta halaman dokumen. Sekitar 80 persen dari bahan  curian belum diidentifikasi. Namun di antaranya, kata Lee, adalah  rencana perang masa depan AS-Korea Selatan untuk melenyapkan Kim  Jong-un.&amp;rdquo;Cara hack itu tidak masuk akal,&amp;rdquo; kata Lee kepada ABC News. &amp;rdquo;Bukan karena Korea Utara memiliki kemampuan hacking yang canggih, namun karena kelalaian di pihak Korea Selatan,&amp;rdquo; katanya lagi.Korea  Utara sebelumnya telah dituduh melakukan hacking ke badan pemerintah,  bank, dan media Korea Selatan lainnya, namun Pyongyang menolak tuduhan  kejahatan siber.
&amp;rdquo;Saya memberitahukan hal ini untuk mendorong  pemerintah baru dan Kementerian Pertahanan segera menemukan solusi agar  kerugian semacam ini tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Lee.
Kementerian  Pertahanan Korea Selatan tidak bersedia berkomentar dengan alasan  keamanan nasional. Sedangkan Pentagon mengatakan bahwa pihaknya bekerja  erat dengan mitra internasional untuk mengidentifikasi, melacak dan  melawan ancaman siber.
&amp;rdquo;Meskipun saya tidak akan berkomentar mengenai masalah intelijen atau insiden spesifik terkait dengan cyber-intrusion,  saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami yakin dengan keamanan rencana  operasi dan kemampuan kami untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara,&amp;rdquo;  kata Kolonel Rob. Manning, juru bicara Pentagon.</content:encoded></item></channel></rss>
