<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut</title><description>Para marinir Amerika Serikat (AS) yang  bertugas di kapal perang untuk  menghadapi ancaman Korea Utara (Korut)  mulai dilanda ketakutan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut"/><item><title>Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut-8AaZWbKIUf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kapal perang AS. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793908/marinir-as-dilanda-ketakutan-berharap-tak-keluar-perintah-tembak-jatuh-rudal-korut-8AaZWbKIUf.jpg</image><title>Ilustrasi kapal perang AS. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Para marinir Amerika Serikat (AS) yang  bertugas di kapal perang untuk menghadapi ancaman Korea Utara (Korut)  mulai dilanda ketakutan. Mereka takut terbunuh dan berdoa agar tidak  menembaK jatuh peluru kendali (rudal) Pyongyang sehingga insiden buruk  tidak terjadi.Jatuhnya mental para marinir Washington ini terungkap dari testimoni mereka secara tertulis dan anonim kepada Navy Times.  Kondisi itu terjadi sejak dua kapal perang Pentagon mengalami tabrakan  beberapa bulan lalu dengan korban tewas 17 pelaut atau marinir.Mereka  kini berada di ambang kelelahan dan mengungkapkan ekspresi  &amp;ldquo;pemberontakan&amp;rdquo;. Kapal perang AS dengan rudal jelajah, USS Shiloh,  adalah satu dari beberapa kapal yang diandalkan untuk mengatasi tembakan  rudal balistik Korut.&amp;rdquo;Jika kita berperang, saya merasa kita  akan terbunuh dengan mudah dan ada orang yang menginginkan hal itu  terjadi sehingga kita bisa menyelesaikannya,&amp;rdquo; tulis seorang pelaut.&amp;rdquo;Ini  hanya masalah waktu sebelum sesuatu yang mengerikan terjadi,&amp;rdquo; tulis  pelaut lainnya mengacu pada prediksi nasib misi USS Shiloh yang berbasis  di Jepang.
(Baca juga: Lawatan ke Asia, Trump Ingin Memperkuat Tekad Internasional Menghadapi Korut)Beberapa dari mereka bahkan mengekspresikan  ketidakpuasan atau semacam &amp;ldquo;pemberontakan&amp;rdquo; kepada pemimpin mereka.  &amp;rdquo;Pelaut kami tidak mempercayai CO (commanding officer),&amp;rdquo; lanjut testimoni seorang pelaut, yang dilansir news.com.au, Kamis (12/10/2017).Mereka  merasa kapal USS Shiloh seperti &amp;rdquo;penjara terapung&amp;rdquo;. &amp;rdquo;Saya hanya berdoa  agar kita tidak perlu menembak jatuh sebuah rudal dari Korut, karena  ketidakefektifan kita benar-benar akan terlihat,&amp;rdquo; imbuh testimoni  marinir kru kapal perang Washington.Beberapa masalah yang terjadi di internal marinir Pentagon antara lain, micromanagement, disfungsi perintah dan hukuman yang berlebihan.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Beberapa dari mereka bahkan mengatakan bahwa mereka telah bergantung pada &amp;rdquo;brig&amp;rdquo; roti dan ransum air untuk kesalahan on-the-job sederhana. Tekanan salah satunya dirasakan para kru Armada ke-7 AS.  Mereka merasa tugasnya tidak sesuai untuk untuk mencegah ancaman Korea  Utara, China dan Rusia.&amp;rdquo;Anggota, terutama para pemimpin, sangat  lelah, dikalahkan, dan terlalu banyak bekerja, bahwa mereka hampir tidak  mampu untuk menjadi efektif,&amp;rdquo; imbuh seorang pelaut.Survei untuk para kru kapal perang itu masing-masing berisi ratusan halaman pertanyaan.
Pemerintah Presiden Donald Trump maupun Pentagon belum mengomentari  laporan testimoni tentang kondisi mental para kru kapal perang AS yang  sedang siaga menghadapi ancaman Korea Utara. Sebelumnya, Kepala Pentagon  James Norman Mattis menginstruksikan kepada semua tentara untuk siap  jika Presiden Trump pada akhirnya mengambil opsi militer untuk melawan  rezim Kim Jong-un.</description><content:encoded>WASHINGTON - Para marinir Amerika Serikat (AS) yang  bertugas di kapal perang untuk menghadapi ancaman Korea Utara (Korut)  mulai dilanda ketakutan. Mereka takut terbunuh dan berdoa agar tidak  menembaK jatuh peluru kendali (rudal) Pyongyang sehingga insiden buruk  tidak terjadi.Jatuhnya mental para marinir Washington ini terungkap dari testimoni mereka secara tertulis dan anonim kepada Navy Times.  Kondisi itu terjadi sejak dua kapal perang Pentagon mengalami tabrakan  beberapa bulan lalu dengan korban tewas 17 pelaut atau marinir.Mereka  kini berada di ambang kelelahan dan mengungkapkan ekspresi  &amp;ldquo;pemberontakan&amp;rdquo;. Kapal perang AS dengan rudal jelajah, USS Shiloh,  adalah satu dari beberapa kapal yang diandalkan untuk mengatasi tembakan  rudal balistik Korut.&amp;rdquo;Jika kita berperang, saya merasa kita  akan terbunuh dengan mudah dan ada orang yang menginginkan hal itu  terjadi sehingga kita bisa menyelesaikannya,&amp;rdquo; tulis seorang pelaut.&amp;rdquo;Ini  hanya masalah waktu sebelum sesuatu yang mengerikan terjadi,&amp;rdquo; tulis  pelaut lainnya mengacu pada prediksi nasib misi USS Shiloh yang berbasis  di Jepang.
(Baca juga: Lawatan ke Asia, Trump Ingin Memperkuat Tekad Internasional Menghadapi Korut)Beberapa dari mereka bahkan mengekspresikan  ketidakpuasan atau semacam &amp;ldquo;pemberontakan&amp;rdquo; kepada pemimpin mereka.  &amp;rdquo;Pelaut kami tidak mempercayai CO (commanding officer),&amp;rdquo; lanjut testimoni seorang pelaut, yang dilansir news.com.au, Kamis (12/10/2017).Mereka  merasa kapal USS Shiloh seperti &amp;rdquo;penjara terapung&amp;rdquo;. &amp;rdquo;Saya hanya berdoa  agar kita tidak perlu menembak jatuh sebuah rudal dari Korut, karena  ketidakefektifan kita benar-benar akan terlihat,&amp;rdquo; imbuh testimoni  marinir kru kapal perang Washington.Beberapa masalah yang terjadi di internal marinir Pentagon antara lain, micromanagement, disfungsi perintah dan hukuman yang berlebihan.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Beberapa dari mereka bahkan mengatakan bahwa mereka telah bergantung pada &amp;rdquo;brig&amp;rdquo; roti dan ransum air untuk kesalahan on-the-job sederhana. Tekanan salah satunya dirasakan para kru Armada ke-7 AS.  Mereka merasa tugasnya tidak sesuai untuk untuk mencegah ancaman Korea  Utara, China dan Rusia.&amp;rdquo;Anggota, terutama para pemimpin, sangat  lelah, dikalahkan, dan terlalu banyak bekerja, bahwa mereka hampir tidak  mampu untuk menjadi efektif,&amp;rdquo; imbuh seorang pelaut.Survei untuk para kru kapal perang itu masing-masing berisi ratusan halaman pertanyaan.
Pemerintah Presiden Donald Trump maupun Pentagon belum mengomentari  laporan testimoni tentang kondisi mental para kru kapal perang AS yang  sedang siaga menghadapi ancaman Korea Utara. Sebelumnya, Kepala Pentagon  James Norman Mattis menginstruksikan kepada semua tentara untuk siap  jika Presiden Trump pada akhirnya mengambil opsi militer untuk melawan  rezim Kim Jong-un.</content:encoded></item></channel></rss>
