<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalin Hubungan 60 Tahun, Indonesia-Laos Prioritaskan Kerjasama Perdagangan, Pertahanan dan Keamanan</title><description>Indonesia-Laos sepakat memprioritaskan kerjasama perdagangan, pertahanan, keamanan dan sosbud dalam perayaan kemitraan selama 60 tahun.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan"/><item><title>Jalin Hubungan 60 Tahun, Indonesia-Laos Prioritaskan Kerjasama Perdagangan, Pertahanan dan Keamanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan-2Jdh7N3dYY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo dan PM Laos Thongloiu Sisoulith di Istana Bogor, Kamis 11 Oktober 2017. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1793972/jalin-hubungan-60-tahun-indonesia-laos-prioritaskan-kerjasama-perdagangan-pertahanan-dan-keamanan-2Jdh7N3dYY.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo dan PM Laos Thongloiu Sisoulith di Istana Bogor, Kamis 11 Oktober 2017. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Laos telah terjalin setidaknya 60 tahun. Kedua negara pun sepakat untuk memprioritaskan kerjasama di bidang perdagangan, pertahanan, keamanan hingga sosial budaya dalam perayaan kemitraan selama enam dekade tersebut.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan resminya saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith beserta istrinya, Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017).

&quot;PM Thonglun dan saya telah memfokuskan diskusi untuk memperkuat kerjasama beberapa bidang prioritas yaitu perdagangan investasi, pertahanan keamanan serta sosbud,&quot; kata Jokowi.

 
BACA JUGA: Presiden Jokowi Menerima Perdana Menteri Laos di Istana Bogor

Kepala Negara menyambut baik sejumlah delegasi yang merupakan investor dari Laos saat kunjungan kenegaraan yang dilakukan PM Laos Thongloun Sisoulith&amp;lrm; beserta sang istri tersebut. Menerut Jokowi, delegasi bisnis tersebut akan mampu meningkatkan kerjasama Indonesia-Laos di bidang perdagangan dan ivestasi.

&quot;&amp;lrm;Saya menyambut baik delegasi bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi,&quot; jelasnya.

BACA JUGA: Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan PM Laos Bahas Krisis Kemanusiaan Rohingya

&amp;nbsp;
Presiden Jokowi juga mengapresiasi&amp;lrm; PM Laos Thongloun Sisoulith&amp;lrm; yang telah berkunjung ke Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-32 Tahun di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang&amp;lrm;. Ia berharap, Indonesia-Laos terus mendorong kerjasama di bidang perdagangan dan investasi pada sektor pertambangan, pupuk, hingga pertanian.

&amp;lrm;&quot;Investor Indonesia sangat tertarik menanamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan. Saya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan,&quot; pungkas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Laos telah terjalin setidaknya 60 tahun. Kedua negara pun sepakat untuk memprioritaskan kerjasama di bidang perdagangan, pertahanan, keamanan hingga sosial budaya dalam perayaan kemitraan selama enam dekade tersebut.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan resminya saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith beserta istrinya, Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017).

&quot;PM Thonglun dan saya telah memfokuskan diskusi untuk memperkuat kerjasama beberapa bidang prioritas yaitu perdagangan investasi, pertahanan keamanan serta sosbud,&quot; kata Jokowi.

 
BACA JUGA: Presiden Jokowi Menerima Perdana Menteri Laos di Istana Bogor

Kepala Negara menyambut baik sejumlah delegasi yang merupakan investor dari Laos saat kunjungan kenegaraan yang dilakukan PM Laos Thongloun Sisoulith&amp;lrm; beserta sang istri tersebut. Menerut Jokowi, delegasi bisnis tersebut akan mampu meningkatkan kerjasama Indonesia-Laos di bidang perdagangan dan ivestasi.

&quot;&amp;lrm;Saya menyambut baik delegasi bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi,&quot; jelasnya.

BACA JUGA: Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan PM Laos Bahas Krisis Kemanusiaan Rohingya

&amp;nbsp;
Presiden Jokowi juga mengapresiasi&amp;lrm; PM Laos Thongloun Sisoulith&amp;lrm; yang telah berkunjung ke Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-32 Tahun di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang&amp;lrm;. Ia berharap, Indonesia-Laos terus mendorong kerjasama di bidang perdagangan dan investasi pada sektor pertambangan, pupuk, hingga pertanian.

&amp;lrm;&quot;Investor Indonesia sangat tertarik menanamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan. Saya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan,&quot; pungkas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
