<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Perempuan Diciduk Otoritas Malaysia karena Tak Bisa Nyanyi Lagu Nasional, Kok Bisa?</title><description>Seorang perempuan yang digerebek otoritas imigrasi Malaysia mendadak ditangkap usai tak bisa menyanyikan lagu nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa"/><item><title>Seorang Perempuan Diciduk Otoritas Malaysia karena Tak Bisa Nyanyi Lagu Nasional, Kok Bisa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa-837VTOcZk1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/18/1794264/seorang-perempuan-diciduk-otoritas-malaysia-karena-tak-bisa-nyanyi-lagu-nasional-kok-bisa-837VTOcZk1.jpg</image><title>Foto ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Seorang perempuan yang mengaku sebagai warga Malaysia ditangkap oleh otoritas keamanan Negeri Jiran usai ia tidak bisa menyanyikan lagu nasional &amp;ldquo;Negaraku&amp;rdquo;. Penangkapan ini dilakukan ketika Departemen Keimigrasian tengah mengadakan penggerebekan.
Sebagaimana dikutip dari New Straits Times, Kamis (12/10/2017) penggerebekan itu dilakukan di flat yang berlokasi di wilayah Pudu, Kuala Lumpur, pada Rabu malam waktu setempat. Seorang perempuan yang hendak ditangkap memicu kegaduhan dan enggan untuk dibawa.
Ia beralasan bahwa sedang hamil dan meminta diantar ke rumah sakit segera. Perempuan berusia 20 tahun itu pun menegaskan bahwa ia merupakan seorang warga negara Malaysia.
Tanpa bisa menunjukkan kartu identitas atau dokumen lainnya, akhirnya petugas Keimigrasian Malaysia pun melakukan tes khusus. Perempuan itu diminta untuk bernyanyi lagu nasional &amp;ldquo;Negaraku&amp;rdquo; agar membuktikan memang ia merupakan warga Negeri Jiran.
Perempuan yang tak disebutkan namanya itu pun terdiam. Kebisuan ini membuatnya diciduk oleh pihak keimigrasian. Ia merupakan satu dari 45 imigran ilegal yang tertangkap dalam dua penggerebekan di lokasi berbeda yang dilakukan semalam.
&amp;ldquo;Selain 21 orang (tertangkap di flat wilayah Pudu) yang ditangkap, sisanya merupakan pemegang kartu UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi). Kami menangkap 18 warga Myanmar, satu warga India, satu warga Indonesia, dan satu warga Pakistan,&amp;rdquo; jelas Dirjen Departemen Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali.
Ia menambahkan, kebanyakan imigran ilegal yang ditangkap berstatus sebagai penyewa kamar di flat. &amp;ldquo;Beberapa unit (flat) terdapat sekat ilegal yang merupakan pelanggaran berdasarkan peraturan Dewan Kuala Lumpur,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Seorang perempuan yang mengaku sebagai warga Malaysia ditangkap oleh otoritas keamanan Negeri Jiran usai ia tidak bisa menyanyikan lagu nasional &amp;ldquo;Negaraku&amp;rdquo;. Penangkapan ini dilakukan ketika Departemen Keimigrasian tengah mengadakan penggerebekan.
Sebagaimana dikutip dari New Straits Times, Kamis (12/10/2017) penggerebekan itu dilakukan di flat yang berlokasi di wilayah Pudu, Kuala Lumpur, pada Rabu malam waktu setempat. Seorang perempuan yang hendak ditangkap memicu kegaduhan dan enggan untuk dibawa.
Ia beralasan bahwa sedang hamil dan meminta diantar ke rumah sakit segera. Perempuan berusia 20 tahun itu pun menegaskan bahwa ia merupakan seorang warga negara Malaysia.
Tanpa bisa menunjukkan kartu identitas atau dokumen lainnya, akhirnya petugas Keimigrasian Malaysia pun melakukan tes khusus. Perempuan itu diminta untuk bernyanyi lagu nasional &amp;ldquo;Negaraku&amp;rdquo; agar membuktikan memang ia merupakan warga Negeri Jiran.
Perempuan yang tak disebutkan namanya itu pun terdiam. Kebisuan ini membuatnya diciduk oleh pihak keimigrasian. Ia merupakan satu dari 45 imigran ilegal yang tertangkap dalam dua penggerebekan di lokasi berbeda yang dilakukan semalam.
&amp;ldquo;Selain 21 orang (tertangkap di flat wilayah Pudu) yang ditangkap, sisanya merupakan pemegang kartu UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi). Kami menangkap 18 warga Myanmar, satu warga India, satu warga Indonesia, dan satu warga Pakistan,&amp;rdquo; jelas Dirjen Departemen Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali.
Ia menambahkan, kebanyakan imigran ilegal yang ditangkap berstatus sebagai penyewa kamar di flat. &amp;ldquo;Beberapa unit (flat) terdapat sekat ilegal yang merupakan pelanggaran berdasarkan peraturan Dewan Kuala Lumpur,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
