<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri 'Hilangnya' Pejabat Rudal dan Gempa di Area Tes Nuklir Korut</title><description>Dua  pejabat yang bertanggung jawab untuk program rudal dan nuklir Pyongyang  &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut"/><item><title>Misteri 'Hilangnya' Pejabat Rudal dan Gempa di Area Tes Nuklir Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2017 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut-SW0Z2TjRjK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ri Man-gon (kiri) dan Kim Rak-gyon (kanan). (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/13/18/1794641/misteri-hilangnya-pejabat-rudal-dan-gempa-di-area-tes-nuklir-korut-SW0Z2TjRjK.jpg</image><title>Ri Man-gon (kiri) dan Kim Rak-gyon (kanan). (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Gempa 2,9 skala Richter terdeteksi di dekat situs  uji coba senjata nuklir Korea Utara (Korut) pada hari Kamis waktu  setempat. Guncangan ini sempat memicu spekulasi bahwa rezim Kim Jong-un  menguji coba senjata nuklir lagi, namun otoritas terkait di Korea  Selatan memastikan tes senjata itu tak terjadi.Kendati demikian,  ada kejanggalan terkait akitvitas di lingkaran rezim Kim Jong-un. Dua  pejabat yang bertanggung jawab untuk program rudal dan nuklir Pyongyang  &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo; atau absen dari dua acara penting Partai Buruh, partai  komunis di Korea Utara. Media Korea Selatan mengutip sumber  peneliti yang didanai pemerintah menyebut, dua pejabat itu kemungkinan  diberi tugas untuk mempersiapkan uji coba senjata nuklir atau pun tes  rudal terbaru.Gempa mini di Korea Utara terjadi di wilayah yang  berjarak 23 km sebelah timur laut Sungjibaegam, wilayah yang dekat dengan  perbatasan China. Area itu dikenal sebagai situs uji coba nuklir.Survei  Geologi Amerika Serikat (USGS) juga mengumumkan adanya getaran gempa di  wilayah negeri komunis tersebut. &amp;rdquo;Peristiwa ini terjadi di wilayah uji  coba nuklir Korea Utara sebelumnya,&amp;rdquo; bunyi pengumuman USGS, yang  dilansir Jumat (13/10/2017).&amp;rdquo;Kejadian ini memiliki karakteristik  seperti gempa, namun, pada saat ini kami tidak dapat meyakinkan atau  mengonfirmasi sifatnya (alami atau buatan manusia) dari kejadian  tersebut,&amp;rdquo; lanjut pengumuman USGS.
(Baca juga: Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut)Meski belum jelas soal  guncangan yang terjadi di Korea Utara, namun &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo;-nya dua  pejabat rudal Pyongyang tetap memicu teka-teki. Terlebih, rezim Kim  Jong-un sudah memberi sinyal akan meluncurkan rudal balistik antarbenua  (ICBM) dalam waktu dekat.Ri Man-gon, pengawas departemen  pengembangan nuklir dan rudal, dan Kim Rak-gyom, kepala pasukan roket  strategis, terlihat absen pada demonstrasi massa hari Sabtu di Pyongyang  dan perayaan Partai Buruh Korea pada Selasa lalu. &amp;nbsp;Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo,  mengutip seorang anggota organisasi peneliti yang didanai pemerintah  Seoul mengatakan, para pejabat itu kemungkinan sedang diberi &amp;ldquo;tugas  khusus&amp;rdquo;. &amp;rdquo;Kemungkinan besar mereka absen karena diberi tugas penting,&amp;rdquo;  kata sumber yang dikutip media Seoul tersebut.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Ri dan Kim  Rak-gyom selalu hadir di acara publik sebelumnya. Mereka merupakan  pejabat andalan Kim Jong-un dalam pengembangan senjata Pyongyang. Menteri  Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho sebelumnya menuduh Presiden Amerika  Serikat (AS) Donald Trump telah &amp;ldquo;menyalakan sumbu perang&amp;rdquo; dengan  kata-katanya. &amp;rdquo;Kami perlu menyelesaikan skor akhir, hanya dengan hujan  api, bukan kata-kata,&amp;rdquo; katanya kepada kantor berita Rusia, TASS.</description><content:encoded>SEOUL - Gempa 2,9 skala Richter terdeteksi di dekat situs  uji coba senjata nuklir Korea Utara (Korut) pada hari Kamis waktu  setempat. Guncangan ini sempat memicu spekulasi bahwa rezim Kim Jong-un  menguji coba senjata nuklir lagi, namun otoritas terkait di Korea  Selatan memastikan tes senjata itu tak terjadi.Kendati demikian,  ada kejanggalan terkait akitvitas di lingkaran rezim Kim Jong-un. Dua  pejabat yang bertanggung jawab untuk program rudal dan nuklir Pyongyang  &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo; atau absen dari dua acara penting Partai Buruh, partai  komunis di Korea Utara. Media Korea Selatan mengutip sumber  peneliti yang didanai pemerintah menyebut, dua pejabat itu kemungkinan  diberi tugas untuk mempersiapkan uji coba senjata nuklir atau pun tes  rudal terbaru.Gempa mini di Korea Utara terjadi di wilayah yang  berjarak 23 km sebelah timur laut Sungjibaegam, wilayah yang dekat dengan  perbatasan China. Area itu dikenal sebagai situs uji coba nuklir.Survei  Geologi Amerika Serikat (USGS) juga mengumumkan adanya getaran gempa di  wilayah negeri komunis tersebut. &amp;rdquo;Peristiwa ini terjadi di wilayah uji  coba nuklir Korea Utara sebelumnya,&amp;rdquo; bunyi pengumuman USGS, yang  dilansir Jumat (13/10/2017).&amp;rdquo;Kejadian ini memiliki karakteristik  seperti gempa, namun, pada saat ini kami tidak dapat meyakinkan atau  mengonfirmasi sifatnya (alami atau buatan manusia) dari kejadian  tersebut,&amp;rdquo; lanjut pengumuman USGS.
(Baca juga: Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut)Meski belum jelas soal  guncangan yang terjadi di Korea Utara, namun &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo;-nya dua  pejabat rudal Pyongyang tetap memicu teka-teki. Terlebih, rezim Kim  Jong-un sudah memberi sinyal akan meluncurkan rudal balistik antarbenua  (ICBM) dalam waktu dekat.Ri Man-gon, pengawas departemen  pengembangan nuklir dan rudal, dan Kim Rak-gyom, kepala pasukan roket  strategis, terlihat absen pada demonstrasi massa hari Sabtu di Pyongyang  dan perayaan Partai Buruh Korea pada Selasa lalu. &amp;nbsp;Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo,  mengutip seorang anggota organisasi peneliti yang didanai pemerintah  Seoul mengatakan, para pejabat itu kemungkinan sedang diberi &amp;ldquo;tugas  khusus&amp;rdquo;. &amp;rdquo;Kemungkinan besar mereka absen karena diberi tugas penting,&amp;rdquo;  kata sumber yang dikutip media Seoul tersebut.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Ri dan Kim  Rak-gyom selalu hadir di acara publik sebelumnya. Mereka merupakan  pejabat andalan Kim Jong-un dalam pengembangan senjata Pyongyang. Menteri  Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho sebelumnya menuduh Presiden Amerika  Serikat (AS) Donald Trump telah &amp;ldquo;menyalakan sumbu perang&amp;rdquo; dengan  kata-katanya. &amp;rdquo;Kami perlu menyelesaikan skor akhir, hanya dengan hujan  api, bukan kata-kata,&amp;rdquo; katanya kepada kantor berita Rusia, TASS.</content:encoded></item></channel></rss>
