<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Para Ahli Sebut Bom Nuklir Korut Bisa Bunuh 90% Warga AS</title><description>Kongres Washington memperingatkan bahwa  Korea Utara (Korut) mampu menyerang Amerika Serikat (AS) dengan bom EMP nuklir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as"/><item><title>Astaga! Para Ahli Sebut Bom Nuklir Korut Bisa Bunuh 90% Warga AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2017 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as-HHC5vZGgSW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi nuklir EMP Korut. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/13/18/1794730/astaga-para-ahli-sebut-bom-nuklir-korut-bisa-bunuh-90-warga-as-HHC5vZGgSW.jpg</image><title>Ilustrasi nuklir EMP Korut. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Kongres Washington memperingatkan bahwa  Korea Utara (Korut) mampu menyerang Amerika Serikat (AS) dengan bom  electromagnetic pulse (EMP) nuklir. Menurut Kongres, senjata itu dapat  mematikan grid listrik tanpa batas waktu dan membunuh 90 persen dari total orang Amerika dalam waktu satu tahun.Dalam  sebuah rapat dengar pendapat di Kongres, para ahli mengatakan bahwa  Korut dapat dengan mudah menggunakan skenario &amp;rdquo;kiamat&amp;rdquo; untuk mengubah  bagian AS menjadi abu.Pentagon dan Presiden Donald Trump diminta untuk bergerak cepat guna melindungi grid tersebut. Para ahli dalam kesaksiannya di Kongres menjelaskan bahwa  ledakan bom nuklir tingkat tinggi yang dikirim oleh rudal atau satelit  dapat mematikan jaringan listrik AS untuk waktu yang tidak terbatas. &amp;rdquo;Dengan  pengembangan persenjataan nuklir kecil dan rudal jarak jauh oleh musuh  baru AS yang radikal, dimulai dengan Korea Utara, ancaman serangan EMP  nuklir terhadap AS menjadi satu dari sedikit cara bahwa negara tersebut  dapat menimbulkan kerusakan parah terhadap Amerika Serikat,&amp;rdquo; bunyi  pernyataan Komisi EMP Kongres yang menyimpulkan penjelasan para ahli.
(Baca juga: Misteri 'Hilangnya' Pejabat Rudal dan Gempa di Area Tes Nuklir Korut)&amp;ldquo;Secara  kritis, oleh karena itu, sangat penting bahwa pimpinan menangani  ancaman EMP sebagai isu kritis dan eksistensial, dan memberikan  prioritas tinggi untuk memastikan pimpinan terlibat dan langkah-langkah  yang diperlukan diambil untuk melindungi negara dari EMP,&amp;rdquo; lanjut  pernyataan komisi tersebut, seperti dilansir dari Washington Examiner, Jumat (13/10/2017).William  R. Graham, ketua komisi EMP sebelumnya dan mantan kepala stafnya, Peter  Vincent Pry, mengatakan bahwa AS telah mengabaikan tanda peringatan  tersebut selama bertahun-tahun. Menurut mereka, langkah militer Korea  Utara tahun ini harus dilihat sebagai panggilan untuk bangun.
(Baca juga: Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut)Pentagon  belum merespons peringatan dari Komisi EMP Kongres. Pentagon saat ini  masih menanti opsi apa yang akan diambil Presiden Donald Trump terhadap  Korut. Kepala Pentagon James Norman Mattis sebelumnya menginstruksikan  kepada semua tentara untuk siap jika Presiden Trump pada akhirnya  mengambil opsi militer.</description><content:encoded>WASHINGTON - Kongres Washington memperingatkan bahwa  Korea Utara (Korut) mampu menyerang Amerika Serikat (AS) dengan bom  electromagnetic pulse (EMP) nuklir. Menurut Kongres, senjata itu dapat  mematikan grid listrik tanpa batas waktu dan membunuh 90 persen dari total orang Amerika dalam waktu satu tahun.Dalam  sebuah rapat dengar pendapat di Kongres, para ahli mengatakan bahwa  Korut dapat dengan mudah menggunakan skenario &amp;rdquo;kiamat&amp;rdquo; untuk mengubah  bagian AS menjadi abu.Pentagon dan Presiden Donald Trump diminta untuk bergerak cepat guna melindungi grid tersebut. Para ahli dalam kesaksiannya di Kongres menjelaskan bahwa  ledakan bom nuklir tingkat tinggi yang dikirim oleh rudal atau satelit  dapat mematikan jaringan listrik AS untuk waktu yang tidak terbatas. &amp;rdquo;Dengan  pengembangan persenjataan nuklir kecil dan rudal jarak jauh oleh musuh  baru AS yang radikal, dimulai dengan Korea Utara, ancaman serangan EMP  nuklir terhadap AS menjadi satu dari sedikit cara bahwa negara tersebut  dapat menimbulkan kerusakan parah terhadap Amerika Serikat,&amp;rdquo; bunyi  pernyataan Komisi EMP Kongres yang menyimpulkan penjelasan para ahli.
(Baca juga: Misteri 'Hilangnya' Pejabat Rudal dan Gempa di Area Tes Nuklir Korut)&amp;ldquo;Secara  kritis, oleh karena itu, sangat penting bahwa pimpinan menangani  ancaman EMP sebagai isu kritis dan eksistensial, dan memberikan  prioritas tinggi untuk memastikan pimpinan terlibat dan langkah-langkah  yang diperlukan diambil untuk melindungi negara dari EMP,&amp;rdquo; lanjut  pernyataan komisi tersebut, seperti dilansir dari Washington Examiner, Jumat (13/10/2017).William  R. Graham, ketua komisi EMP sebelumnya dan mantan kepala stafnya, Peter  Vincent Pry, mengatakan bahwa AS telah mengabaikan tanda peringatan  tersebut selama bertahun-tahun. Menurut mereka, langkah militer Korea  Utara tahun ini harus dilihat sebagai panggilan untuk bangun.
(Baca juga: Marinir AS Dilanda Ketakutan, Berharap Tak Keluar Perintah Tembak Jatuh Rudal Korut)Pentagon  belum merespons peringatan dari Komisi EMP Kongres. Pentagon saat ini  masih menanti opsi apa yang akan diambil Presiden Donald Trump terhadap  Korut. Kepala Pentagon James Norman Mattis sebelumnya menginstruksikan  kepada semua tentara untuk siap jika Presiden Trump pada akhirnya  mengambil opsi militer.</content:encoded></item></channel></rss>
