<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sedih... Hampir 14 Ribu Anak-Anak Rohingya di Bangladesh Kehilangan Orangtuanya</title><description>Sekira 320 ribu pengungsi adalah anak-anak, sepertiganya berumur di bawah lima tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya"/><item><title>Sedih... Hampir 14 Ribu Anak-Anak Rohingya di Bangladesh Kehilangan Orangtuanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2017 02:10 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Ainur Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya-ZCjiot2jXW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/16/18/1795967/sedih-hampir-14-ribu-anak-anak-rohingya-di-bangladesh-kehilangan-orangtuanya-ZCjiot2jXW.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</title></images><description>COX&amp;rsquo;S BAZAR - Departemen pelayanan sosial Bangladesh mengatakan bahwa sekira 13.751 anak Rohingya kehilangan orangtuanya. Mereka semua kini berada di kamp-kamp pengungsi yang ramai di sepanjang perbatasan negara Bangladesh dengan Myanmar.
&quot;Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa mereka kehilangan salah satu atau kedua orangtua saat kekerasan di Rakhine,&quot; kata Pritam Kumar Chowdhury, seorang deputi direktur departemen, dikutip dari Press TV, Senin (16/10/2017).
&quot;Yang lain mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi pada orangtua mereka dan mereka datang ke Bangladesh dengan saudara-saudara mereka,&quot; tambahnya.
BACA JUGA: Alhamdulillah... UNICEF Akan Bangun 10 Ribu Toilet untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh
 
PBB mengatakan bahwa anak-anak Rohingya meninggalkan Myanmar sejak kekerasan meletus di negara bagian Rakhine pada akhir Agustus. Jumlah kedatangan saat ini mencapai 536.000, di mana sekira 320.000 adalah anak-anak, sepertiganya berumur di bawah lima tahun.
Pelarian etnis Rohingya dimulai ketika tentara meluncurkan serangan ke desa-desa yang didiami oleh Muslim Rohingya di utara Rakhine. Namun, Pemerintah Myanmar menolak klaim tentang pembakaran desa dan pembunuhan warga yang tidak bersalah, dengan mengatakan bahwa pasukan militer hanya mencari tersangka militan yang melakukan serangan mematikan ke pos perbatasan dan polisi pada 25 Agustus.
Namun, para aktivis hak asasi manusia dan organisasi internasional mendokumentasikan keterangan banyak orang tentang pemerkosaan dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya. Para pengungsi terus menceritakan kekerasan yang mereka derita saat masih berada di Rakhine.
BACA JUGA: Pengungsi Makin Membeludak, Bangladesh Akan Bangun Kamp Terbesar di Dunia untuk Muslim Rohingya
PBB dan badan-badan lain juga telah memperingatkan masalah kemanusiaan yang dapat terjadi di kamp-kamp pengungsi yang padat di Bangladesh, terutama mengingat tingginya jumlah anak-anak dan perempuan rentan yang tinggal di daerah tersebut.
Sekadar diketahui, Bangladesh akan memperluas sebuah kamp penampungan di distrik paling selatan untuk menampung 900.000 Muslim Rohingya. Selain itu, diketahui bahwa kamp tersebut nantinya menjadi kamp terbesar di dunia.
Mofazzal Hossain Chowdhury Maya, menteri penanganan bencana, mengatakan bahwa diperkirakan 8 ribu hingga 9 ribu pengungsi akan dipindahkan ke kamp baru di pinggiran Kutupalong, permukiman Rohingya terbesar di daerah tersebut.
(pai)</description><content:encoded>COX&amp;rsquo;S BAZAR - Departemen pelayanan sosial Bangladesh mengatakan bahwa sekira 13.751 anak Rohingya kehilangan orangtuanya. Mereka semua kini berada di kamp-kamp pengungsi yang ramai di sepanjang perbatasan negara Bangladesh dengan Myanmar.
&quot;Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa mereka kehilangan salah satu atau kedua orangtua saat kekerasan di Rakhine,&quot; kata Pritam Kumar Chowdhury, seorang deputi direktur departemen, dikutip dari Press TV, Senin (16/10/2017).
&quot;Yang lain mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi pada orangtua mereka dan mereka datang ke Bangladesh dengan saudara-saudara mereka,&quot; tambahnya.
BACA JUGA: Alhamdulillah... UNICEF Akan Bangun 10 Ribu Toilet untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh
 
PBB mengatakan bahwa anak-anak Rohingya meninggalkan Myanmar sejak kekerasan meletus di negara bagian Rakhine pada akhir Agustus. Jumlah kedatangan saat ini mencapai 536.000, di mana sekira 320.000 adalah anak-anak, sepertiganya berumur di bawah lima tahun.
Pelarian etnis Rohingya dimulai ketika tentara meluncurkan serangan ke desa-desa yang didiami oleh Muslim Rohingya di utara Rakhine. Namun, Pemerintah Myanmar menolak klaim tentang pembakaran desa dan pembunuhan warga yang tidak bersalah, dengan mengatakan bahwa pasukan militer hanya mencari tersangka militan yang melakukan serangan mematikan ke pos perbatasan dan polisi pada 25 Agustus.
Namun, para aktivis hak asasi manusia dan organisasi internasional mendokumentasikan keterangan banyak orang tentang pemerkosaan dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya. Para pengungsi terus menceritakan kekerasan yang mereka derita saat masih berada di Rakhine.
BACA JUGA: Pengungsi Makin Membeludak, Bangladesh Akan Bangun Kamp Terbesar di Dunia untuk Muslim Rohingya
PBB dan badan-badan lain juga telah memperingatkan masalah kemanusiaan yang dapat terjadi di kamp-kamp pengungsi yang padat di Bangladesh, terutama mengingat tingginya jumlah anak-anak dan perempuan rentan yang tinggal di daerah tersebut.
Sekadar diketahui, Bangladesh akan memperluas sebuah kamp penampungan di distrik paling selatan untuk menampung 900.000 Muslim Rohingya. Selain itu, diketahui bahwa kamp tersebut nantinya menjadi kamp terbesar di dunia.
Mofazzal Hossain Chowdhury Maya, menteri penanganan bencana, mengatakan bahwa diperkirakan 8 ribu hingga 9 ribu pengungsi akan dipindahkan ke kamp baru di pinggiran Kutupalong, permukiman Rohingya terbesar di daerah tersebut.
(pai)</content:encoded></item></channel></rss>
