<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump: Penghentian Total Kesepakatan Nuklir Iran Sangat Mungkin Terjadi!</title><description>Donald  Trump mengatakan bahwa penghentian total kesepakatan nuklir Iran adalah  kemungkinan yang sangat nyata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi"/><item><title>Trump: Penghentian Total Kesepakatan Nuklir Iran Sangat Mungkin Terjadi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2017 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi-WfujhpQ7xd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/17/18/1797056/trump-penghentian-total-kesepakatan-nuklir-iran-sangat-mungkin-terjadi-WfujhpQ7xd.jpg</image><title></title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald  Trump mengatakan bahwa penghentian total kesepakatan nuklir Iran adalah  kemungkinan yang sangat nyata. Sementara itu, Teheran mengatakan telah  merinci sebuah reaksi jika Washington mundur dari kesepakatan  tersebut.&quot;Kami akan melihat fase kedua. Ini mungkin penghentian  total. Itu kemungkinan yang sangat nyata,&quot; kata Trump dalam sebuah rapat  kabinet sambil membicarakan kesepakatan nuklir Iran seperti dikutip  dari Russia Today, Selasa (17/10/2017). &quot;Saya bosan  dimanfaatkan sebagai sebuah negara. Kita akan lihat apa yang terjadi,&quot;  kata Trump.Pada hari Jumat, Presiden Trump memilih untuk  tidak mengesahkan kesepakatan nuklir 2015, yang tidak secara formal  mengakhiri kesepakatan yang diteken oleh pemerintahan Barack Obama  sebelumnya dan kekuatan dunia termasuk Rusia, Prancis,  Jerman, Inggris, dan China.
(Baca juga: Nah Lho! Iran Kedapatan 32 Kali Berusaha Membeli Teknologi Nuklir Secara Ilegal)Hal ini mengundang protes dari para  penandatangan lainnya. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian  mengatakan bahwa dia berharap Kongres AS tidak menempatkan kesepakatan  ini dalam bahaya. Ia berbicara atas nama IAEA (Badan Energi Atom  Internasional), kanselir Jerman, perdana menteri Inggris, dan presiden  Prancis .Meskipun sertifikasi kesepakatan adalah prosedur  terpisah berdasarkan undang-undang AS, namun mewajibkan presiden untuk  melaporkan setiap 90 hari mengenai apakah Iran mematuhi dan kesepakatan  tersebut tetap berlaku untuk kepentingan AS. Namun, pengumuman Trump  telah membuat Kongres mempunyai waktu 60 hari guna memutuskan apakah  akan menjatuhkan sanksi lagi, yang sebelumnya diangkat sebagai imbalan  untuk menghentikan kegiatan nuklir Teheran.
(Baca juga: Tillerson: Kesepakatan Nuklir Iran Harus Berubah Jika Ingin AS Bertahan)Sebagai tanggapan,  Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memperingatkan bahwa penolakan  Trump terhadap kesepakatan tersebut hanya akan membahayakan kredibilitas  Washington. Ia menambahkan bahwa Teheran tidak akan meninggalkan  kesepakatan tersebut, dan juga pihak-pihak lainnya. Peringatan lain datang dari Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, yang mengatakan bahwa Teheran memiliki &quot;sebuah rencana.&quot; &quot;Kami akan mengambil langkah agar Amerika akan menyesalinya,&quot; katanya.</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald  Trump mengatakan bahwa penghentian total kesepakatan nuklir Iran adalah  kemungkinan yang sangat nyata. Sementara itu, Teheran mengatakan telah  merinci sebuah reaksi jika Washington mundur dari kesepakatan  tersebut.&quot;Kami akan melihat fase kedua. Ini mungkin penghentian  total. Itu kemungkinan yang sangat nyata,&quot; kata Trump dalam sebuah rapat  kabinet sambil membicarakan kesepakatan nuklir Iran seperti dikutip  dari Russia Today, Selasa (17/10/2017). &quot;Saya bosan  dimanfaatkan sebagai sebuah negara. Kita akan lihat apa yang terjadi,&quot;  kata Trump.Pada hari Jumat, Presiden Trump memilih untuk  tidak mengesahkan kesepakatan nuklir 2015, yang tidak secara formal  mengakhiri kesepakatan yang diteken oleh pemerintahan Barack Obama  sebelumnya dan kekuatan dunia termasuk Rusia, Prancis,  Jerman, Inggris, dan China.
(Baca juga: Nah Lho! Iran Kedapatan 32 Kali Berusaha Membeli Teknologi Nuklir Secara Ilegal)Hal ini mengundang protes dari para  penandatangan lainnya. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian  mengatakan bahwa dia berharap Kongres AS tidak menempatkan kesepakatan  ini dalam bahaya. Ia berbicara atas nama IAEA (Badan Energi Atom  Internasional), kanselir Jerman, perdana menteri Inggris, dan presiden  Prancis .Meskipun sertifikasi kesepakatan adalah prosedur  terpisah berdasarkan undang-undang AS, namun mewajibkan presiden untuk  melaporkan setiap 90 hari mengenai apakah Iran mematuhi dan kesepakatan  tersebut tetap berlaku untuk kepentingan AS. Namun, pengumuman Trump  telah membuat Kongres mempunyai waktu 60 hari guna memutuskan apakah  akan menjatuhkan sanksi lagi, yang sebelumnya diangkat sebagai imbalan  untuk menghentikan kegiatan nuklir Teheran.
(Baca juga: Tillerson: Kesepakatan Nuklir Iran Harus Berubah Jika Ingin AS Bertahan)Sebagai tanggapan,  Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memperingatkan bahwa penolakan  Trump terhadap kesepakatan tersebut hanya akan membahayakan kredibilitas  Washington. Ia menambahkan bahwa Teheran tidak akan meninggalkan  kesepakatan tersebut, dan juga pihak-pihak lainnya. Peringatan lain datang dari Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, yang mengatakan bahwa Teheran memiliki &quot;sebuah rencana.&quot; &quot;Kami akan mengambil langkah agar Amerika akan menyesalinya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
