<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Kontes Adu Bagong Anjing vs Babi Hutan di Indonesia Disorot Media Asing</title><description>Sejumlah media asing menyoroti turnamen adu  anjing dengan babi hutan sampai mati di Majalaya, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing"/><item><title>Ketika Kontes Adu Bagong Anjing vs Babi Hutan di Indonesia Disorot Media Asing</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2017 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing-WdOQbtADKe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kontes Adu Bagong. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/19/18/1798457/ketika-kontes-adu-bagong-anjing-vs-babi-hutan-di-indonesia-disorot-media-asing-WdOQbtADKe.jpg</image><title>Kontes Adu Bagong. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah media asing menyoroti turnamen adu  anjing dengan babi hutan sampai mati di Majalaya, Jawa Barat. Kontes  duel maut yang dikenal dengan sebutan &amp;ldquo;adu bagong&amp;rdquo; ini diklaim untuk  melestarikan tradisi berburu.Kontes mematikan hewan ini jadi  tontonan ratusan penduduk desa yang memadati tribun. Anjing-anjing yang  diadu dengan babi hutan merupakan anjing peliharaan. Tradisi  dimulai pada tahun 1960-an ketika populasi babi hutan melonjak dan  mengancam akan menghancurkan hasil panen. Petani kemudian memburu dan  membunuh kawanan babi hutan sebelum akhirnya muncul tradisi &amp;ldquo;adu bagong&amp;rdquo;  dengan hadiah yang memikat.Para peserta atau pemilik anjing yang diadu mengatakan kepada Reuters bahwa duel maut itu merupakan cara untuk melestarikan tradisi berburu.  Selain media Amerika Serikat tersebut, beberapa media Asia dan Inggris  juga mengulasnya. Beberapa di antaranya, Daily Mirror, Daily Mail dan The Independent. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Dulu  sangat sederhana, tidak seperti sekarang saat anjing dilatih, dari sana  sudah turun-temuruan dan bahkan menjadi bagian dari tradisi dan  budaya,&amp;rdquo; kata Nur Hadi, kepala kelompok perburuan lokal.Peternak  bisa mendapatkan hadiah hingga Rp27 juta jika anjing mereka keluar  sebagai juara. Para warga setempat mengatakan bahwa babi hutan digunakan  untuk menguji ketangkasan dan keterampilan berburu dari anjing yang  galak.
(Baca juga: Anjing vs Babi Hutan, Menang Mana?)Jika seekor babi hutan cukup beruntung bisa bertahan  dalam duel, maka hewan itu akan kembali diadu dalam kontes di lain hari.  Namun, jika mati, hewan itu akan disembelih dan dijual dagingnya.Aktivis  pembela hak-hak satwa telah mengkritisi kontes maut ini. &amp;ldquo;Ini adalah  tindakan kriminal terhadap hewan,&amp;rdquo; kata aktivis Indonesia, Marison  Guciano.&amp;rdquo;Pemerintah dan LSM harus turun ke lapangan untuk  menghentikan acara ini dan mendidik orang-orang bahwa pertarungan anjing  tidak dibenarkan,&amp;rdquo; ujarnya.Peternak anjing Agus Badud membela praktik tersebut. Menurutnya, ajang itu menghasilkan uang bagi masyarakat.&amp;ldquo;Saya  ambil bagian dalam kontes ini untuk meningkatkan harga jual dan nilai  ekonomi anjing saya, dan tidak ada gunanya bagi saya sebagai peternak  jika saya tidak berpartisipasi dalam kontes seperti ini,&amp;rdquo; ujar pria yang  di rumahnya terdapat 40 ekor anjing.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah media asing menyoroti turnamen adu  anjing dengan babi hutan sampai mati di Majalaya, Jawa Barat. Kontes  duel maut yang dikenal dengan sebutan &amp;ldquo;adu bagong&amp;rdquo; ini diklaim untuk  melestarikan tradisi berburu.Kontes mematikan hewan ini jadi  tontonan ratusan penduduk desa yang memadati tribun. Anjing-anjing yang  diadu dengan babi hutan merupakan anjing peliharaan. Tradisi  dimulai pada tahun 1960-an ketika populasi babi hutan melonjak dan  mengancam akan menghancurkan hasil panen. Petani kemudian memburu dan  membunuh kawanan babi hutan sebelum akhirnya muncul tradisi &amp;ldquo;adu bagong&amp;rdquo;  dengan hadiah yang memikat.Para peserta atau pemilik anjing yang diadu mengatakan kepada Reuters bahwa duel maut itu merupakan cara untuk melestarikan tradisi berburu.  Selain media Amerika Serikat tersebut, beberapa media Asia dan Inggris  juga mengulasnya. Beberapa di antaranya, Daily Mirror, Daily Mail dan The Independent. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Dulu  sangat sederhana, tidak seperti sekarang saat anjing dilatih, dari sana  sudah turun-temuruan dan bahkan menjadi bagian dari tradisi dan  budaya,&amp;rdquo; kata Nur Hadi, kepala kelompok perburuan lokal.Peternak  bisa mendapatkan hadiah hingga Rp27 juta jika anjing mereka keluar  sebagai juara. Para warga setempat mengatakan bahwa babi hutan digunakan  untuk menguji ketangkasan dan keterampilan berburu dari anjing yang  galak.
(Baca juga: Anjing vs Babi Hutan, Menang Mana?)Jika seekor babi hutan cukup beruntung bisa bertahan  dalam duel, maka hewan itu akan kembali diadu dalam kontes di lain hari.  Namun, jika mati, hewan itu akan disembelih dan dijual dagingnya.Aktivis  pembela hak-hak satwa telah mengkritisi kontes maut ini. &amp;ldquo;Ini adalah  tindakan kriminal terhadap hewan,&amp;rdquo; kata aktivis Indonesia, Marison  Guciano.&amp;rdquo;Pemerintah dan LSM harus turun ke lapangan untuk  menghentikan acara ini dan mendidik orang-orang bahwa pertarungan anjing  tidak dibenarkan,&amp;rdquo; ujarnya.Peternak anjing Agus Badud membela praktik tersebut. Menurutnya, ajang itu menghasilkan uang bagi masyarakat.&amp;ldquo;Saya  ambil bagian dalam kontes ini untuk meningkatkan harga jual dan nilai  ekonomi anjing saya, dan tidak ada gunanya bagi saya sebagai peternak  jika saya tidak berpartisipasi dalam kontes seperti ini,&amp;rdquo; ujar pria yang  di rumahnya terdapat 40 ekor anjing.</content:encoded></item></channel></rss>
