<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malta Tawarkan Hadiah EUR1 Juta untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi </title><description>Malta menawarkan hadiah tersebut bagi siapa saja yang memiliki informasi yang mengarah pada identifikasi pelaku yang memasang bom.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi"/><item><title>Malta Tawarkan Hadiah EUR1 Juta untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi</guid><pubDate>Minggu 22 Oktober 2017 02:08 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi-h7FVxgJh9Z.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Karangan bunga dan lilin dipersembahkan warga Jerman bagi mendiang Daphne Caruana Galizia (Foto: Axel Schmidt/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/22/18/1800031/malta-tawarkan-hadiah-eur1-juta-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi-h7FVxgJh9Z.JPG</image><title>Karangan bunga dan lilin dipersembahkan warga Jerman bagi mendiang Daphne Caruana Galizia (Foto: Axel Schmidt/Reuters)</title></images><description>VALLETTA &amp;ndash; Pemerintah Malta menawarkan hadiah senilai EUR1 juta (setara Rp15,9 miliar) dan perlindungan penuh bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait pembunuh jurnalis investigasi ternama Daphne Caruana Galizia. Perempuan berusia 53 tahun itu tewas akibat bom mobil pada Senin 16 Oktober pagi waktu setempat.
BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger&amp;nbsp;Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas&amp;nbsp;
Pengumuman tersebut disampaikan lewat pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu 21 Oktober. Pemerintah Malta menganggap kasus pembunuhan tersebut sebagai kasus yang sangat penting sehingga berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus sejelas-jelasnya.
&amp;ldquo;Pemerintah menawarkan jumlah tersebut kepada siapapun yang memiliki informasi yang mengarah pada identifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kematian wartawan tersebut pada 16 Oktober. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memecahkan kasus pembunuhan dan memproses pelakunya sesuai hukum,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi tersebut, mengutip dari The Guardian, Minggu (22/10/2017).
Pemerintah Malta sendiri sudah mendatangkan ahli forensik dari Belanda dan penyidik dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) untuk membantu polisi menyelidiki pembunuhan. Tewasnya Caruana Galizia mengejutkan Malta dan menimbulkan kecaman dari seluruh Eropa.
BACA JUGA: PM Malta Tawarkan Hadiah Besar untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi
&amp;ldquo;Kami akan memastikan penyidik kami memiliki semua sumber daya yang mereka butuhkan dan semua pakar asing yang diperlukan untuk sampai ke dasar kasus ini,&amp;rdquo; ucap Perdana Menteri Joseph Muscat, mengutip dari Reuters, pada Kamis 19 Oktober lalu.
Sebagaimana diberitakan, Daphne Caruana Galizia tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak tidak jauh dari rumahnya. Mobil wartawan investigasi ternama itu diketahui dipasangi bahan peledak oleh orang tidak dikenal sebelum dipakai untuk meninggalkan rumah.
Selama karirnya sebagai jurnalis, Galizia juga mengelola sebuah halaman blog yang sangat populer. Melalui blog tersebut ia mengungkapkan kasus-kasus korupsi tingkat tinggi yang menargetkan beberapa politisi Malta terkemuka dari berbagai partai.
BACA JUGA: Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum
Putra Daphne, Matthew Caruana Galizia mengatakan, ibunya dibunuh karena sedang berupaya mengungkap kasus korupsi. Ia yakin ibunya sengaja disingkirkan karena teguh membela supremasi hukum karena satu-satunya yang berani seperti itu di Malta.</description><content:encoded>VALLETTA &amp;ndash; Pemerintah Malta menawarkan hadiah senilai EUR1 juta (setara Rp15,9 miliar) dan perlindungan penuh bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait pembunuh jurnalis investigasi ternama Daphne Caruana Galizia. Perempuan berusia 53 tahun itu tewas akibat bom mobil pada Senin 16 Oktober pagi waktu setempat.
BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger&amp;nbsp;Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas&amp;nbsp;
Pengumuman tersebut disampaikan lewat pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu 21 Oktober. Pemerintah Malta menganggap kasus pembunuhan tersebut sebagai kasus yang sangat penting sehingga berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus sejelas-jelasnya.
&amp;ldquo;Pemerintah menawarkan jumlah tersebut kepada siapapun yang memiliki informasi yang mengarah pada identifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kematian wartawan tersebut pada 16 Oktober. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memecahkan kasus pembunuhan dan memproses pelakunya sesuai hukum,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi tersebut, mengutip dari The Guardian, Minggu (22/10/2017).
Pemerintah Malta sendiri sudah mendatangkan ahli forensik dari Belanda dan penyidik dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) untuk membantu polisi menyelidiki pembunuhan. Tewasnya Caruana Galizia mengejutkan Malta dan menimbulkan kecaman dari seluruh Eropa.
BACA JUGA: PM Malta Tawarkan Hadiah Besar untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi
&amp;ldquo;Kami akan memastikan penyidik kami memiliki semua sumber daya yang mereka butuhkan dan semua pakar asing yang diperlukan untuk sampai ke dasar kasus ini,&amp;rdquo; ucap Perdana Menteri Joseph Muscat, mengutip dari Reuters, pada Kamis 19 Oktober lalu.
Sebagaimana diberitakan, Daphne Caruana Galizia tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak tidak jauh dari rumahnya. Mobil wartawan investigasi ternama itu diketahui dipasangi bahan peledak oleh orang tidak dikenal sebelum dipakai untuk meninggalkan rumah.
Selama karirnya sebagai jurnalis, Galizia juga mengelola sebuah halaman blog yang sangat populer. Melalui blog tersebut ia mengungkapkan kasus-kasus korupsi tingkat tinggi yang menargetkan beberapa politisi Malta terkemuka dari berbagai partai.
BACA JUGA: Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum
Putra Daphne, Matthew Caruana Galizia mengatakan, ibunya dibunuh karena sedang berupaya mengungkap kasus korupsi. Ia yakin ibunya sengaja disingkirkan karena teguh membela supremasi hukum karena satu-satunya yang berani seperti itu di Malta.</content:encoded></item></channel></rss>
