<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Astaga! Florida Dihantui Pembunuhan Berantai, Polisi Kawal Para Siswa yang Hendak Bersekolah</title><description>Kepolisian Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS) melakukan pengawalan kepada siswa-siswa menyusul adanya insiden pembunuhan berantai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah"/><item><title>   Astaga! Florida Dihantui Pembunuhan Berantai, Polisi Kawal Para Siswa yang Hendak Bersekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2017 03:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah-CWSBh4l6nD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi terjadinya penembakan salah satu korban dipasangi garis polisi. (Foto: Stock News Press)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/24/18/1801071/astaga-florida-dihantui-pembunuhan-berantai-polisi-kawal-para-siswa-yang-hendak-bersekolah-CWSBh4l6nD.jpg</image><title>Lokasi terjadinya penembakan salah satu korban dipasangi garis polisi. (Foto: Stock News Press)</title></images><description>FLORIDA - Kepolisian Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS) melakukan pengawalan kepada siswa-siswa di wilayah tersebut yang hendak berangkat ke sekolah dengan menggunakan bus. Pengawalan tersebut dilakukan menyusul adanya insiden pembunuhan berantai yang menghantui wilayah tersebut.
Sedikitnya 3 orang tewas tertembak secara misterius dalam radius wilayah sekira 1,6 kilometer dalam rentang waktu kurang dari 2 minggu. Tak hanya melakukan pengawalan pada murid sekolah, polisi juga menerjunkan petugas bersenjata tambahan untuk mengamankan daerah Seminole Heights.
Pihak kepolisian sendiri telah mengadakan pertemuan dengan warga pada Senin 23 Oktober malam waktu setempat untuk membahas insiden pembunuhan berantai itu. Dalam kesempatan tersebut, polisi juga tak ketinggalan meminta masyarakat tetap waspada dan memberikan pengarahan agar mereka tetap aman.

Pria yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan tertangkap kamera cctv. (Foto: Fox News)
&quot;Kami tidak memiliki banyak jawaban. Kami menemui warga sebagai tindak lanjut dari semua yang terjadi, tapi ini menjadi proses yang sangat menyita waktu,&quot; ujar Kepala Polisi Tampa, Brian Dugan sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (24/10/2017).
Pembunuhan berantai ini diduga kuat merupakan tindak kekerasan yang dilakukan secara acak. Pada Minggu 22 Oktober warga Tampa menyalakan lilin bersama untuk mengenang dan memberi penghormatan kepada para korban pembunuhan yang tidak berdosa.
&quot;Kami tidak takut. Aku yakin si pembunuh tidak akan lolos begitu saja, tidak mungkin kita berdiri di sini jika kita takut pada mereka,&quot; terang seorang warga yang kehilangan putranya karena menjadi korban pembunuhan, Casimar Naiboa.
Putra Casimar Naiboa, Anthony Naiboa menjadi korban ketiga dalam rangkaian pembunuhan yang terjadi dalam kurun waktu 11 hari. Anthony Naiboa yang baru berusia 20 tahun merupakan penderita autis dan ditembak ketika akan naik ke sebuah bus. Ia meninggal pada Kamis 19 Oktober tak lama setelah lulus dari Sekolah Tinggi Middleton.

&amp;nbsp;Tiga korban pembunuhan berantai di Tampa, Florida. (Foto: Fox News)
Anthony Naiboa tewas ditembak sekira 200 meter dari rumah korban pertama. Korban tewas pertama adalah pria berusia 22 tahun bernama Benjamin Mitchell yang  dibunuh pada Senin 9 Oktober saat menunggu bus di halte. Kemudian pada Kamis 11 Oktober, Monica Hoffa yang berusia 32 tahun ditemukan tewas di sebuah lahan parkir kosong sekira 0,5 km dari lokasi tewasnya Mitchell.
Ketiga insiden pembunuhan itu diduga kuat memiliki keterkaitan. Kepala Polisi Tampa, Brian Dugan mengaku ia cukup kecewa karena hingga kini kasus pembunuhan berantai tersebut belum menemukan titik terang. Ia juga terus meminta bantuan dan kerjasama warga agar pelaku cepat bisa ditangkap.
&quot;Seseorang sedang meneror lingkungan ini. Kami tidak akan disandera oleh ketakutan. Semua warga diminta untuk menyalakan lampu teras rumah mereka setiap malam demi keamanan. Kami tidak akan mentolerir teror ini,&quot; tukas Dugan.



</description><content:encoded>FLORIDA - Kepolisian Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS) melakukan pengawalan kepada siswa-siswa di wilayah tersebut yang hendak berangkat ke sekolah dengan menggunakan bus. Pengawalan tersebut dilakukan menyusul adanya insiden pembunuhan berantai yang menghantui wilayah tersebut.
Sedikitnya 3 orang tewas tertembak secara misterius dalam radius wilayah sekira 1,6 kilometer dalam rentang waktu kurang dari 2 minggu. Tak hanya melakukan pengawalan pada murid sekolah, polisi juga menerjunkan petugas bersenjata tambahan untuk mengamankan daerah Seminole Heights.
Pihak kepolisian sendiri telah mengadakan pertemuan dengan warga pada Senin 23 Oktober malam waktu setempat untuk membahas insiden pembunuhan berantai itu. Dalam kesempatan tersebut, polisi juga tak ketinggalan meminta masyarakat tetap waspada dan memberikan pengarahan agar mereka tetap aman.

Pria yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan tertangkap kamera cctv. (Foto: Fox News)
&quot;Kami tidak memiliki banyak jawaban. Kami menemui warga sebagai tindak lanjut dari semua yang terjadi, tapi ini menjadi proses yang sangat menyita waktu,&quot; ujar Kepala Polisi Tampa, Brian Dugan sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (24/10/2017).
Pembunuhan berantai ini diduga kuat merupakan tindak kekerasan yang dilakukan secara acak. Pada Minggu 22 Oktober warga Tampa menyalakan lilin bersama untuk mengenang dan memberi penghormatan kepada para korban pembunuhan yang tidak berdosa.
&quot;Kami tidak takut. Aku yakin si pembunuh tidak akan lolos begitu saja, tidak mungkin kita berdiri di sini jika kita takut pada mereka,&quot; terang seorang warga yang kehilangan putranya karena menjadi korban pembunuhan, Casimar Naiboa.
Putra Casimar Naiboa, Anthony Naiboa menjadi korban ketiga dalam rangkaian pembunuhan yang terjadi dalam kurun waktu 11 hari. Anthony Naiboa yang baru berusia 20 tahun merupakan penderita autis dan ditembak ketika akan naik ke sebuah bus. Ia meninggal pada Kamis 19 Oktober tak lama setelah lulus dari Sekolah Tinggi Middleton.

&amp;nbsp;Tiga korban pembunuhan berantai di Tampa, Florida. (Foto: Fox News)
Anthony Naiboa tewas ditembak sekira 200 meter dari rumah korban pertama. Korban tewas pertama adalah pria berusia 22 tahun bernama Benjamin Mitchell yang  dibunuh pada Senin 9 Oktober saat menunggu bus di halte. Kemudian pada Kamis 11 Oktober, Monica Hoffa yang berusia 32 tahun ditemukan tewas di sebuah lahan parkir kosong sekira 0,5 km dari lokasi tewasnya Mitchell.
Ketiga insiden pembunuhan itu diduga kuat memiliki keterkaitan. Kepala Polisi Tampa, Brian Dugan mengaku ia cukup kecewa karena hingga kini kasus pembunuhan berantai tersebut belum menemukan titik terang. Ia juga terus meminta bantuan dan kerjasama warga agar pelaku cepat bisa ditangkap.
&quot;Seseorang sedang meneror lingkungan ini. Kami tidak akan disandera oleh ketakutan. Semua warga diminta untuk menyalakan lampu teras rumah mereka setiap malam demi keamanan. Kami tidak akan mentolerir teror ini,&quot; tukas Dugan.



</content:encoded></item></channel></rss>
