<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah! Kurdi Sampaikan 3 Usulan ke Pemerintah Irak, Salah Satunya Gencatan Senjata</title><description>Dalam sebuah pernyataan,  KRG menuturkan mereka siap untuk membekukan hasil referendum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata"/><item><title>Nah! Kurdi Sampaikan 3 Usulan ke Pemerintah Irak, Salah Satunya Gencatan Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2017 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata-ptVTaZu8rF.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bendera Irak dan Kurdi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/25/18/1801949/nah-kurdi-sampaikan-3-usulan-ke-pemerintah-irak-salah-satunya-gencatan-senjata-ptVTaZu8rF.JPG</image><title>Bendera Irak dan Kurdi. (Foto: Reuters)</title></images><description>ERBIL - Pemerintah Kurdi Irak (KRG) menyatakan mereka  memiliki rencana untuk membekukan hasil referendum kemerdekaan yang  dilakukan beberapa waktu lalu. Pembekuan ini dilakukan guna meredam  ketegangan dengan pemerintah pusat Irak.
Dalam sebuah pernyataan,  KRG menuturkan mereka siap untuk membekukan hasil referendum tersebut  jika hal itu dapat membuka pintu dialog dengan Baghdadh. Erbil juga  menuturkan, pertempuran yang terjadi antara Peshmerga dan pasukan Irak  hanya akan menguntungkan kelompok teroris.&quot;Bentrokan antara  tentara Irak dan Peshmerga tidak akan memberikan kemenangan kepada  siapapun, namun akan berdampak negatif pada kedua belah pihak dan akan  membuat negara ini kacau dan kacau,&quot; kata KRG, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (25/10).&quot;Untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban  kami terhadap rakyat Kurdistan dan Irak, kami mengusulkan hal berikut  kepada Pemerintah Irak dan opini publik Irak dan dunia: 1. Gencatan  senjata segera dan menghentikan semua operasi militer di Wilayah  Kurdistan. 2. Pembekuan hasil referendum yang dilakukan di Kurdistan  Irak 3. Memulai dialog terbuka antara KRG, dan Pemerintah Federal Irak  berdasarkan Konstitusi,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Khawatir Bentrokan dengan Irak Makin Panjang, Kurdi Tunda Deklarasi Kemerdekaan)Seperti diketahui,  ketegangan antara Baghdad dan Erbil meningkat setelah pemungutan suara  kemerdekaan pada akhir September yang diadakan di wilayah Kurdistan  Irak, serta daerah-daerah yang disengketakan Erbil dan Baghdad, seperti  provinsi Kirkuk. Baghdad menganggap referendum itu ilegal.Kemudian  pada pertengahan Oktober, Baghdad bekerja sama dengan sejumlah milisi  lokal meluncurkan sebuah operasi untuk memperketat kontrol atas Kirkuk.  Operasi ini semakin meningkatkan ketegangan antara Baghdad dan Erbil.</description><content:encoded>ERBIL - Pemerintah Kurdi Irak (KRG) menyatakan mereka  memiliki rencana untuk membekukan hasil referendum kemerdekaan yang  dilakukan beberapa waktu lalu. Pembekuan ini dilakukan guna meredam  ketegangan dengan pemerintah pusat Irak.
Dalam sebuah pernyataan,  KRG menuturkan mereka siap untuk membekukan hasil referendum tersebut  jika hal itu dapat membuka pintu dialog dengan Baghdadh. Erbil juga  menuturkan, pertempuran yang terjadi antara Peshmerga dan pasukan Irak  hanya akan menguntungkan kelompok teroris.&quot;Bentrokan antara  tentara Irak dan Peshmerga tidak akan memberikan kemenangan kepada  siapapun, namun akan berdampak negatif pada kedua belah pihak dan akan  membuat negara ini kacau dan kacau,&quot; kata KRG, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (25/10).&quot;Untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban  kami terhadap rakyat Kurdistan dan Irak, kami mengusulkan hal berikut  kepada Pemerintah Irak dan opini publik Irak dan dunia: 1. Gencatan  senjata segera dan menghentikan semua operasi militer di Wilayah  Kurdistan. 2. Pembekuan hasil referendum yang dilakukan di Kurdistan  Irak 3. Memulai dialog terbuka antara KRG, dan Pemerintah Federal Irak  berdasarkan Konstitusi,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Khawatir Bentrokan dengan Irak Makin Panjang, Kurdi Tunda Deklarasi Kemerdekaan)Seperti diketahui,  ketegangan antara Baghdad dan Erbil meningkat setelah pemungutan suara  kemerdekaan pada akhir September yang diadakan di wilayah Kurdistan  Irak, serta daerah-daerah yang disengketakan Erbil dan Baghdad, seperti  provinsi Kirkuk. Baghdad menganggap referendum itu ilegal.Kemudian  pada pertengahan Oktober, Baghdad bekerja sama dengan sejumlah milisi  lokal meluncurkan sebuah operasi untuk memperketat kontrol atas Kirkuk.  Operasi ini semakin meningkatkan ketegangan antara Baghdad dan Erbil.</content:encoded></item></channel></rss>
