<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepada Panglima Militer Myanmar, Menlu AS Desak Penghentian Kekerasan atas Muslim Rohingya</title><description>Sikap Menlu Tillerson itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya"/><item><title>Kepada Panglima Militer Myanmar, Menlu AS Desak Penghentian Kekerasan atas Muslim Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya-OntVtuyMkH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima Militer Myanmar, Jenderal Hlaing. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/18/1803398/kepada-panglima-militer-myanmar-menlu-as-desak-penghentian-kekerasan-atas-muslim-rohingya-OntVtuyMkH.jpg</image><title>Panglima Militer Myanmar, Jenderal Hlaing. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika  Serikat (AS), Rex Tillerson telah berbicara dengan Panglima Militer  Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing pada hari Kamis (26/10). Diplomat top  Washington itu mengatakan bahwa AS prihatin dengan kekejaman militer  terhadap minoritas Muslim Rohingya di Rakhine.Sikap Menlu Tillerson itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.Tillerson  mendesak Jenderal Min Aung Hlaing untuk mendukung pemerintah Myanmar  dalam mengakhiri kekerasan di Rakhine dan membiarkan etnis Rohingya yang  melarikan diri pulang ke wilayah tersebut.Hampir satu juta warga Muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine, Myanmar,  untuk menyelamatkan diri dari operasi militer. Operasi itu  diluncurkan sebagai respons atas serangan kelompok militan Rohingya  (ARSA) terhadap sejumlah pos polisi yang menewaskan belasan petugas pada  25 Agustus lalu.
(Baca juga: Hmm... Panglima Militer Myanmar Tolak Tuduhan Kekerasan dan Sebut Muslim Rohingya Bukan Pribumi)Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters,  Jumat (27/10/2017), sedang mempertimbangkan untuk secara formal  mengumumkan tindakan keras terhadap Muslim Rohingya sebagai pembersihan  etnis.Dalam pembicaraan dengan Jenderal Min Aung Hlaing,  Tillerson juga mendesak militer Myanmar untuk memfasilitasi bantuan  kemanusiaan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, mengizinkan  akses media dan bekerja sama dengan penyelidikan PBB.
(Baca juga: Sedih! Bocah Rohingya Diperkosa dan Harus Melihat sang Ayah Ditembak Mati Tentara Myanmar)Tekanan AS  terhadap Myanmar mulai meningkat menjelang kunjungan perdana Presiden  Donald Trump ke Asia bulan depan. Trump akan menghadiri puncak  konferensi ASEAN di Manila, di mana pihak Myanmar juga hadir.</description><content:encoded>WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika  Serikat (AS), Rex Tillerson telah berbicara dengan Panglima Militer  Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing pada hari Kamis (26/10). Diplomat top  Washington itu mengatakan bahwa AS prihatin dengan kekejaman militer  terhadap minoritas Muslim Rohingya di Rakhine.Sikap Menlu Tillerson itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.Tillerson  mendesak Jenderal Min Aung Hlaing untuk mendukung pemerintah Myanmar  dalam mengakhiri kekerasan di Rakhine dan membiarkan etnis Rohingya yang  melarikan diri pulang ke wilayah tersebut.Hampir satu juta warga Muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine, Myanmar,  untuk menyelamatkan diri dari operasi militer. Operasi itu  diluncurkan sebagai respons atas serangan kelompok militan Rohingya  (ARSA) terhadap sejumlah pos polisi yang menewaskan belasan petugas pada  25 Agustus lalu.
(Baca juga: Hmm... Panglima Militer Myanmar Tolak Tuduhan Kekerasan dan Sebut Muslim Rohingya Bukan Pribumi)Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters,  Jumat (27/10/2017), sedang mempertimbangkan untuk secara formal  mengumumkan tindakan keras terhadap Muslim Rohingya sebagai pembersihan  etnis.Dalam pembicaraan dengan Jenderal Min Aung Hlaing,  Tillerson juga mendesak militer Myanmar untuk memfasilitasi bantuan  kemanusiaan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, mengizinkan  akses media dan bekerja sama dengan penyelidikan PBB.
(Baca juga: Sedih! Bocah Rohingya Diperkosa dan Harus Melihat sang Ayah Ditembak Mati Tentara Myanmar)Tekanan AS  terhadap Myanmar mulai meningkat menjelang kunjungan perdana Presiden  Donald Trump ke Asia bulan depan. Trump akan menghadiri puncak  konferensi ASEAN di Manila, di mana pihak Myanmar juga hadir.</content:encoded></item></channel></rss>
