<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Spanyol Picu Keributan di Bar Kota Barcelona, Ada Apa Ya?</title><description>Sekelompok polisi yang sedang tidak bertugas memicu keributan di bar Kota Barcelona karena menyangka pelayannya menggunakan bahasa Catalunya</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya"/><item><title>Polisi Spanyol Picu Keributan di Bar Kota Barcelona, Ada Apa Ya?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya-KGoYxNBB1g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto ilustrasi polisi Spanyol (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/18/1803422/polisi-spanyol-picu-keributan-di-bar-kota-barcelona-ada-apa-ya-KGoYxNBB1g.jpg</image><title>Foto ilustrasi polisi Spanyol (Foto: Reuters)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Sekelompok polisi yang sedang tidak bertugas dilaporkan memicu keributan di sebuah bar yang berlokasi di Kota Barcelona. Insiden yang terjadi pada awal pekan itu dipicu oleh para pelayan di bar tersebut yang menggunakan bahasa Italia dan ketujuh polisi itu menyangka mereka menggunakan bahasa Catalunya.
Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (27/10/2017) si pemilik bar itu lalu menghubungi Kepolisian Catalunya yang dikenal dengan nama Mossos d&amp;rsquo;Esquadra setelah khawatir dengan tindakan sejumlah konsumen yang memicu keributan. Saat tiba di lokasi, polisi setempat baru menyadari bahwa tujuh pengunjung bar itu merupakan anggota Kepolisian Spanyol.
BACA JUGA: Mengejutkan! Lebih dari 1.500 Perusahaan Hengkang dari Catalunya
El Mon mewartakan, tujuh polisi Spanyol itu sebenarnya sudah mulai membuat masalah semenjak tiba di bar. Mereka berteriak, menganggu para konsumen lainnya bahkan memperlakukan para pelayan yang berbicara menggunakan bahasa Italia secara kasar.
Namun yang paling memicu masalah adalah ketika para polisi itu menuding para pelayan menggunakan bahasa Catalunya. Mereka menuntut agar para pelayan menggunakan bahasa Spanyol karena menegaskan bahwa &amp;ldquo;Barcelona bagian dari Spanyol&amp;rdquo;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Wapres Catalunya: Tak Ada Pilihan Lain Kecuali Merdeka
Keributan diperparah ketika para polisi itu menolak membayar dan meminta para pelayan untuk kembali membawa pesanan mereka. Salah satu pelayan pun menolak dengan mengklaim bahwa bar akan segera tutup. Mendengar hal itu, para polisi yang sedang tidak bertugas itu dengan suara lantang mengatakan, &amp;ldquo;kami adalah hukum di sini, di Barcelona! Kalian tutup dan buka ketika kami memerintahkannya!&amp;rdquo;
Saat anggota polisi Catalunya tiba di bar untuk menangani keributan tersebut, ketujuh polisi Spanyol itu sempat mengeluarkan kata-kata cacian. Mereka menyebut para anggota Mossos d&amp;rsquo;Esquadra sebagai &amp;ldquo;tikus&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;jalang Catalunya&amp;rdquo;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nah! Spanyol Diwanti-wanti Potensi Perlawanan Masif dari Warga Catalunya
Terkait polisi Spanyol, baru-baru ini otoritas keamanan tersebut menuai kecaman usai diketahui menggunakan pentungan dan peluru karet ketika menghalau referendum kemerdekaan Catalunya pada 1 Oktober 2017. Dikerahkannya polisi Spanyol itu dilakukan usai para anggota Kepolisian Catalunya enggan mencegah diadakannya pemungutan suara tersebut.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Sekelompok polisi yang sedang tidak bertugas dilaporkan memicu keributan di sebuah bar yang berlokasi di Kota Barcelona. Insiden yang terjadi pada awal pekan itu dipicu oleh para pelayan di bar tersebut yang menggunakan bahasa Italia dan ketujuh polisi itu menyangka mereka menggunakan bahasa Catalunya.
Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (27/10/2017) si pemilik bar itu lalu menghubungi Kepolisian Catalunya yang dikenal dengan nama Mossos d&amp;rsquo;Esquadra setelah khawatir dengan tindakan sejumlah konsumen yang memicu keributan. Saat tiba di lokasi, polisi setempat baru menyadari bahwa tujuh pengunjung bar itu merupakan anggota Kepolisian Spanyol.
BACA JUGA: Mengejutkan! Lebih dari 1.500 Perusahaan Hengkang dari Catalunya
El Mon mewartakan, tujuh polisi Spanyol itu sebenarnya sudah mulai membuat masalah semenjak tiba di bar. Mereka berteriak, menganggu para konsumen lainnya bahkan memperlakukan para pelayan yang berbicara menggunakan bahasa Italia secara kasar.
Namun yang paling memicu masalah adalah ketika para polisi itu menuding para pelayan menggunakan bahasa Catalunya. Mereka menuntut agar para pelayan menggunakan bahasa Spanyol karena menegaskan bahwa &amp;ldquo;Barcelona bagian dari Spanyol&amp;rdquo;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Wapres Catalunya: Tak Ada Pilihan Lain Kecuali Merdeka
Keributan diperparah ketika para polisi itu menolak membayar dan meminta para pelayan untuk kembali membawa pesanan mereka. Salah satu pelayan pun menolak dengan mengklaim bahwa bar akan segera tutup. Mendengar hal itu, para polisi yang sedang tidak bertugas itu dengan suara lantang mengatakan, &amp;ldquo;kami adalah hukum di sini, di Barcelona! Kalian tutup dan buka ketika kami memerintahkannya!&amp;rdquo;
Saat anggota polisi Catalunya tiba di bar untuk menangani keributan tersebut, ketujuh polisi Spanyol itu sempat mengeluarkan kata-kata cacian. Mereka menyebut para anggota Mossos d&amp;rsquo;Esquadra sebagai &amp;ldquo;tikus&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;jalang Catalunya&amp;rdquo;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nah! Spanyol Diwanti-wanti Potensi Perlawanan Masif dari Warga Catalunya
Terkait polisi Spanyol, baru-baru ini otoritas keamanan tersebut menuai kecaman usai diketahui menggunakan pentungan dan peluru karet ketika menghalau referendum kemerdekaan Catalunya pada 1 Oktober 2017. Dikerahkannya polisi Spanyol itu dilakukan usai para anggota Kepolisian Catalunya enggan mencegah diadakannya pemungutan suara tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
