<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! Reklamasi Menambah Pencemaran Lingkungan, Berpotensi Muncul 'Comberan' Besar</title><description>Sejumlah pakar menggelar acara diskusi dan  peluncuran laporan bertajuk 'Selamatkan Teluk Jakarta'.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar"/><item><title>Gawat! Reklamasi Menambah Pencemaran Lingkungan, Berpotensi Muncul 'Comberan' Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar-P83dzhWIfP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Reklamasi Teluk Jakarta. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/338/1803532/gawat-reklamasi-menambah-pencemaran-lingkungan-berpotensi-muncul-comberan-besar-P83dzhWIfP.jpg</image><title>Reklamasi Teluk Jakarta. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pakar menggelar acara diskusi dan  peluncuran laporan bertajuk 'Selamatkan Teluk Jakarta' di Gedung Bundar  Widya Graha, LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Oktober 2017. Diskusi tersebut membahas dampak yang terjadi  dengan adanya pembangunan reklamasi di Jakarta.
Pakar kelautan dari IPB, Alan Koropitan mengatakan,  dampak pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta bisa menimbulkan  sedimentasi tanah sehingga sangat dimungkinkan akan terjadi pencemaran  terhadap lingkungan.
&quot;Hasil simulasi sebelum dan sesudah adanya pulau  reklamasi secara keseluruhan 17 pulau, menunjukan semakin lamanya 'waktu  cuci' alami teluk dalam mengencerkan material yang masuk, dalam hal ini  sedimen, logam berat dan bahan organik,&quot; kata  Alan, di diskusi Selamatkan Teluk Jakarta, LIPI, Jalan Gatot Subroto,  Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).
Keberadaan 17 pulau baru kata Alan yang menjadi  faktor sedimentasi sehingga ada perlambatan arus. Menurutnya reklamasi  pulau dapat menurunkan waktu retensi untuk mencuci bahan pencemar yang  masuk dari daratan dan sungai
(Baca juga: Rencana Reklamasi Dimulai 1995, Polisi Selidiki Dokumen Awal di Era Soeharto)
&quot;Kajian dari DHI (2012) menyebutkan sedimentasi  akan meningkat menjadi 50-60 cm per tahun di sekitar pulau-pulau  reklamasi tersebut,&quot; kata Alan.
Ditambah dengan adanya pembangunan Giant Sea Wall,  berdasarkan kajian Van der Wulp (2016) memperlihatkan akan  menjadikan 'comberan' besar jika tidak ada infrastruktur pengolahan air  limbah perkotaan. Sedangkan jika kedalaman pulau-pulau  reklamasi atau daratan utama awalnya 2 meter, maka dalam 2 tahun akan  turun atau menjadi dangkal sekitar 1 meter.
&amp;nbsp;&quot;Jadi memang benar bahwa teluk Jakarta sudah  tercemar, tetapi reklamasi 17 pulau akan menambah tingkat pencemaran  itu. Penambahan Giant Sea Wall (GSW) juga akan lebih menambah kadar  pencemaran dan danau buatan di sebelah dalam GSW tidak  bisa diandalkan menjadi sumber air bersih,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pakar menggelar acara diskusi dan  peluncuran laporan bertajuk 'Selamatkan Teluk Jakarta' di Gedung Bundar  Widya Graha, LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Oktober 2017. Diskusi tersebut membahas dampak yang terjadi  dengan adanya pembangunan reklamasi di Jakarta.
Pakar kelautan dari IPB, Alan Koropitan mengatakan,  dampak pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta bisa menimbulkan  sedimentasi tanah sehingga sangat dimungkinkan akan terjadi pencemaran  terhadap lingkungan.
&quot;Hasil simulasi sebelum dan sesudah adanya pulau  reklamasi secara keseluruhan 17 pulau, menunjukan semakin lamanya 'waktu  cuci' alami teluk dalam mengencerkan material yang masuk, dalam hal ini  sedimen, logam berat dan bahan organik,&quot; kata  Alan, di diskusi Selamatkan Teluk Jakarta, LIPI, Jalan Gatot Subroto,  Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).
Keberadaan 17 pulau baru kata Alan yang menjadi  faktor sedimentasi sehingga ada perlambatan arus. Menurutnya reklamasi  pulau dapat menurunkan waktu retensi untuk mencuci bahan pencemar yang  masuk dari daratan dan sungai
(Baca juga: Rencana Reklamasi Dimulai 1995, Polisi Selidiki Dokumen Awal di Era Soeharto)
&quot;Kajian dari DHI (2012) menyebutkan sedimentasi  akan meningkat menjadi 50-60 cm per tahun di sekitar pulau-pulau  reklamasi tersebut,&quot; kata Alan.
Ditambah dengan adanya pembangunan Giant Sea Wall,  berdasarkan kajian Van der Wulp (2016) memperlihatkan akan  menjadikan 'comberan' besar jika tidak ada infrastruktur pengolahan air  limbah perkotaan. Sedangkan jika kedalaman pulau-pulau  reklamasi atau daratan utama awalnya 2 meter, maka dalam 2 tahun akan  turun atau menjadi dangkal sekitar 1 meter.
&amp;nbsp;&quot;Jadi memang benar bahwa teluk Jakarta sudah  tercemar, tetapi reklamasi 17 pulau akan menambah tingkat pencemaran  itu. Penambahan Giant Sea Wall (GSW) juga akan lebih menambah kadar  pencemaran dan danau buatan di sebelah dalam GSW tidak  bisa diandalkan menjadi sumber air bersih,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
