<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jambore Tagana, Kukuhkan Semangat Berbagi dan Solidaritas Antar Relawan </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan"/><item><title>Jambore Tagana, Kukuhkan Semangat Berbagi dan Solidaritas Antar Relawan </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan-7Sj8jxTTsg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jambore Nasional Tagana di Minahasa (Foto: Fahmi Firdaus/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/542/1803786/jambore-tagana-kukuhkan-semangat-berbagi-dan-solidaritas-antar-relawan-7Sj8jxTTsg.jpg</image><title>Jambore Nasional Tagana di Minahasa (Foto: Fahmi Firdaus/Okezone)</title></images><description>MINAHASA - Rasa solidaritas dan kebersamaan terpancar dalam peserta Jambore Nasional (Jamnas) Tagana (taruna siaga bencana) Asean +3 ke XI di Stadion Maesa Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).  Berbagai relawan dari seluruh provinsi di Indonesia, negara Asean serta negara non Asean seperti Cina, Korea Selatan dan Jepang berkumpul menjadi satu.
  Mereka memupuk rasa kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama yang baik antar peserta Jambore Tagana tanpa ada perbedaan.  Salah seorang peserta Jambore asal Jepang, Kawahara Yoshimasa mengaku mendapat pengalaman yang berharga saat mengikuti jambore.&amp;nbsp;  Relawan yang berprofesi sebagai paramedis itu melanjutkan, pemahaman bencana sangat penting diberikan ke pelajar. Oleh karena itu pelajar harus mempunyai bekal pengetahuan untuk menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba.  Sebagai negara rawan bencana, Jepang rutin mengadakan pelatihan tahunan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi di negara tersebut adalah gempa dan tsunami.&amp;nbsp;  &quot;Di sekolah-sekolah Jepang itu sudah ada kurikulumnya. Kita diajarkan tentang pengetahuan kebencanaan dari sekolah dasar hingga menengah atas,&quot; tandasnya.  Sementara itu, perwakilan dari Kalimantan Utara, Muhammad Merdiansyah mengaku bahwa selain keahlian dalam menangani bencana alam maupun sosial, Tagana juga perlu belajar berbahasa Inggris.  &quot;Karena bukannya kita meminta, tetapi ketika bencana terjadi di luar negeri dan membutuhkan relawan Tagana dari Indonesia sudah bisa berkomunikasi secara baik. Begitu juga saat kita mengevakuasi korban dari luar negeri di Indonesia, bisa tertangani dengan baik, &quot; tukasnya.&amp;nbsp;  Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Adhi Karyono berterima kasih atas partisipasi dari semua relawan Asean dan non Asean yang menghadiri Jambore Nasional Tagana di Minahasa.  &quot;Saya berharap Tagana menjadi yang terbaik. Spirit Indonesia untuk berbagi dengan ASEAN. Banyak inovasi dan kreatif dari Indonesia melalui Tagana dalam penanganan bencana,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>MINAHASA - Rasa solidaritas dan kebersamaan terpancar dalam peserta Jambore Nasional (Jamnas) Tagana (taruna siaga bencana) Asean +3 ke XI di Stadion Maesa Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).  Berbagai relawan dari seluruh provinsi di Indonesia, negara Asean serta negara non Asean seperti Cina, Korea Selatan dan Jepang berkumpul menjadi satu.
  Mereka memupuk rasa kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama yang baik antar peserta Jambore Tagana tanpa ada perbedaan.  Salah seorang peserta Jambore asal Jepang, Kawahara Yoshimasa mengaku mendapat pengalaman yang berharga saat mengikuti jambore.&amp;nbsp;  Relawan yang berprofesi sebagai paramedis itu melanjutkan, pemahaman bencana sangat penting diberikan ke pelajar. Oleh karena itu pelajar harus mempunyai bekal pengetahuan untuk menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba.  Sebagai negara rawan bencana, Jepang rutin mengadakan pelatihan tahunan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi di negara tersebut adalah gempa dan tsunami.&amp;nbsp;  &quot;Di sekolah-sekolah Jepang itu sudah ada kurikulumnya. Kita diajarkan tentang pengetahuan kebencanaan dari sekolah dasar hingga menengah atas,&quot; tandasnya.  Sementara itu, perwakilan dari Kalimantan Utara, Muhammad Merdiansyah mengaku bahwa selain keahlian dalam menangani bencana alam maupun sosial, Tagana juga perlu belajar berbahasa Inggris.  &quot;Karena bukannya kita meminta, tetapi ketika bencana terjadi di luar negeri dan membutuhkan relawan Tagana dari Indonesia sudah bisa berkomunikasi secara baik. Begitu juga saat kita mengevakuasi korban dari luar negeri di Indonesia, bisa tertangani dengan baik, &quot; tukasnya.&amp;nbsp;  Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Adhi Karyono berterima kasih atas partisipasi dari semua relawan Asean dan non Asean yang menghadiri Jambore Nasional Tagana di Minahasa.  &quot;Saya berharap Tagana menjadi yang terbaik. Spirit Indonesia untuk berbagi dengan ASEAN. Banyak inovasi dan kreatif dari Indonesia melalui Tagana dalam penanganan bencana,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
