<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HARI SUMPAH PEMUDA: Nara Rakhmatia, Berawal dari Asisten Dosen hingga Menjadi Diplomat Muda yang Berhasil &quot;Bungkam&quot; 6 Negara saat Sidang PBB</title><description>Salah satu pemuda Indonesia yang berani menyuarakan pendapatnya saat  Sidang Majelis PBB adalah wanita cantik bernama Nara  Rakhmatia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb"/><item><title>HARI SUMPAH PEMUDA: Nara Rakhmatia, Berawal dari Asisten Dosen hingga Menjadi Diplomat Muda yang Berhasil &quot;Bungkam&quot; 6 Negara saat Sidang PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2017 07:40 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Ainur Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb-VbybkVGg2T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nara Masista Rakhmatia. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/28/18/1804039/hari-sumpah-pemuda-nara-rakhmatia-berawal-dari-asisten-dosen-hingga-menjadi-diplomat-muda-yang-berhasil-bungkam-6-negara-saat-sidang-pbb-VbybkVGg2T.jpg</image><title>Nara Masista Rakhmatia. (Foto: Facebook)</title></images><description>SUMPAH pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia. Dalam kongres yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 tersebut, para pemuda Indonesia menegaskan cita-cita Indonesia yaitu cinta Tanah Air, berbangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia.
Berbeda pada waktu silam, kini pemuda Indonesia menegaskan cita-cita Indonesia dengan jalan lain yaitu keterlibatannya dalam mewujudkan perdamaian di kancah internasional. Pemuda Indonesia berani menyuarakan pendapatnya di muka internasional, salah satunya adalah dalam Sidang Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Salah satu pemuda Indonesia yang berani menyuarakan pendapatnya saat Sidang Majelis PBB tepatnya pada 2016 adalah wanita cantik bernama Nara Rakhmatia. Dalam persidangan yang diselenggarakan di New York itu, lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut memperlihatkan kualitas dari diplomat muda Indonesia.
Baca Juga: Aksi Nara Rakhmatia Diplomat Cantik RI di PBB Tuai Pujian Netizen
Tentang Nara Rakhmatia
Dara cantik dengan nama lengkap Nara Masista Rakhmatia ini lahir pada Desember 1982. Ia pernah mengenyam pendidikan di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Indonesia. Selain itu, ia juga pernah bersekolah di Universitas St. Andrew, Inggris, dalam studi Peace and Conflict Studies serta Studi Komunikasi dan Media di Georgetown University pada 2012.
Awal Karier Nara Rakhmatia
Nara Rakhmatia sempat mengabdi di almamaternnya yaitu Jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia sebagai asisten peneliti pada 2006-2007 dan menjadi asisten dosen pada 2005-2006. Selanjutnya pada Januari 2014 sampai Maret 2016, Nara menjabat Sekretaris Tiga Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PtrI) di PBB.
Pada pada April 2016, barulah Nara menjabat sebagai Sekretaris Dua di PTRI PBB. Diplomat berusia 34 tahun itu juga adalah adalah lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun. Tak hanya itu, Nara juga aktif menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti &amp;lsquo;Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEANin Myanmar&amp;rsquo; pada 2010. Selain pandai berbahasa Inggris, Nara juga lancar dalam menggunakan bahasa Mandarin.

Keberanian Nara Rakhmatia Melawan 6 Negara saat Sidang Majelis PBB
Pada saat Nara menghadiri Sidang Majelis PBB yang diselenggarakan  pada 12-13 September 2016, sebenarnya ia hanya bertugas membacakan hak  jawab dari Indonesia. Dia membacakan protes keras Indonesia atas  tudingan pelanggaran HAM oleh enam negara di Kepulauan Pasifik yaitu  Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan  Tonga.
Dalam Sidang Majelis PBBke-71 tersebut, keenam pemimpin negara  Kepulauan Pasifik tersebut mendesak respons PBB terhadap keadaan di  Papua. Para pemimpin negara tersebut menyatakan bahwa mereka khawatir  akan keadaan dan pelanggaran HAM yang terus terjadi di Papua Barat.  Keenam negara tersebut juga menyerukan agar Papua Barat segera  dibebaskan dan dapat menentukan nasibnya sendiri.
Baca Juga: Ini Pidato Diplomat Cantik Nara Rakhmatia yang Menampar 6 Pemimpin Dunia
&quot;Pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan mengejar untuk  menentukan nasib sendiri bagi Papua Barat adalah dua sisi dari mata uang  yang sama. Banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia di  Papua Barat yang menekankan penguatan hak untuk menentukan nasib  sendiri, yang menghasilkan pelanggaran HAM langsung oleh Indonesia dalam  upaya untuk meredakan segala bentuk oposisi,&quot; kata Perdana Menteri  Solomon Island, Manasye Sogavare.
Tak hanya PM Sogavare, Presiden Marshall Island, Hilda Heine,  mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan yang kredibel atas  pelanggaran di Papua Barat. Alih-alih diam dengan tuduhan tersebut, Nara  yang notabenenya adalah Diplomat Junior, tanpa ragu atau minder  membalas pernyataan para pemimpin negara itu. Ia membalasnya dengan  sebuah pidato berdurasi 5 menit.
&amp;ldquo;Kami menolak mentah-mentah sindiran terus-menerus dalam pernyataan   mereka.Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah   situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia, termasuk di   Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak   bersahabat dan retoris.Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang   untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi   tersebut, yang konsisten mengganggu ketertiban umum dan melakukan   serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat   keamanan.Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan   piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi   persahabatan antarnegara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu   negara,&amp;rdquo; ungkap Nara dengan tegasnya.
Baca Juga: Perjalanan Nara Rakhmatia hingga Jadi Diplomat Muda Membanggakan di Sidang PBB
Nara juga menyampaikan bahwa Indonesia jauh lebih baik soal penegakan   HAM dibanding enam negara yang coba memecahbelahkan Indonesia dengan   cara mendesak Papua Barat untuk memerdakan diri tersebut.
&amp;ldquo;Sebagai kesimpulan, Tuan Presiden, ada pepatah di kawasan Asia   Pasifik yang mengatakan &amp;lsquo;Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya   pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya   sendiri&amp;rsquo;. Terima kasih,&quot;ungkap Nara, yang secara tidak langsung juga   menyindir keenam kepala negara tersebut.
Baca Juga: Pengamat Hukum Internasional Komentari Diplomat Cantik RI Nara Rakhmatia di PBB
Sikap Nara Rakhmatia tersebut merupakan sikap yang secara tidak   langsung menerapkan yang ada pada Sumpah Pemuda. Nara mencintai Tanah   Air-nya dengan membela Indonesia secara keras, tidak peduli ia adalah   diplomat junior atau senior, berbicara dengan pemimpin negara lain   sekali pun, ia berani dan tak gentar membela Indonesia.</description><content:encoded>SUMPAH pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia. Dalam kongres yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 tersebut, para pemuda Indonesia menegaskan cita-cita Indonesia yaitu cinta Tanah Air, berbangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia.
Berbeda pada waktu silam, kini pemuda Indonesia menegaskan cita-cita Indonesia dengan jalan lain yaitu keterlibatannya dalam mewujudkan perdamaian di kancah internasional. Pemuda Indonesia berani menyuarakan pendapatnya di muka internasional, salah satunya adalah dalam Sidang Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Salah satu pemuda Indonesia yang berani menyuarakan pendapatnya saat Sidang Majelis PBB tepatnya pada 2016 adalah wanita cantik bernama Nara Rakhmatia. Dalam persidangan yang diselenggarakan di New York itu, lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut memperlihatkan kualitas dari diplomat muda Indonesia.
Baca Juga: Aksi Nara Rakhmatia Diplomat Cantik RI di PBB Tuai Pujian Netizen
Tentang Nara Rakhmatia
Dara cantik dengan nama lengkap Nara Masista Rakhmatia ini lahir pada Desember 1982. Ia pernah mengenyam pendidikan di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Indonesia. Selain itu, ia juga pernah bersekolah di Universitas St. Andrew, Inggris, dalam studi Peace and Conflict Studies serta Studi Komunikasi dan Media di Georgetown University pada 2012.
Awal Karier Nara Rakhmatia
Nara Rakhmatia sempat mengabdi di almamaternnya yaitu Jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia sebagai asisten peneliti pada 2006-2007 dan menjadi asisten dosen pada 2005-2006. Selanjutnya pada Januari 2014 sampai Maret 2016, Nara menjabat Sekretaris Tiga Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PtrI) di PBB.
Pada pada April 2016, barulah Nara menjabat sebagai Sekretaris Dua di PTRI PBB. Diplomat berusia 34 tahun itu juga adalah adalah lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun. Tak hanya itu, Nara juga aktif menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti &amp;lsquo;Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEANin Myanmar&amp;rsquo; pada 2010. Selain pandai berbahasa Inggris, Nara juga lancar dalam menggunakan bahasa Mandarin.

Keberanian Nara Rakhmatia Melawan 6 Negara saat Sidang Majelis PBB
Pada saat Nara menghadiri Sidang Majelis PBB yang diselenggarakan  pada 12-13 September 2016, sebenarnya ia hanya bertugas membacakan hak  jawab dari Indonesia. Dia membacakan protes keras Indonesia atas  tudingan pelanggaran HAM oleh enam negara di Kepulauan Pasifik yaitu  Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan  Tonga.
Dalam Sidang Majelis PBBke-71 tersebut, keenam pemimpin negara  Kepulauan Pasifik tersebut mendesak respons PBB terhadap keadaan di  Papua. Para pemimpin negara tersebut menyatakan bahwa mereka khawatir  akan keadaan dan pelanggaran HAM yang terus terjadi di Papua Barat.  Keenam negara tersebut juga menyerukan agar Papua Barat segera  dibebaskan dan dapat menentukan nasibnya sendiri.
Baca Juga: Ini Pidato Diplomat Cantik Nara Rakhmatia yang Menampar 6 Pemimpin Dunia
&quot;Pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan mengejar untuk  menentukan nasib sendiri bagi Papua Barat adalah dua sisi dari mata uang  yang sama. Banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia di  Papua Barat yang menekankan penguatan hak untuk menentukan nasib  sendiri, yang menghasilkan pelanggaran HAM langsung oleh Indonesia dalam  upaya untuk meredakan segala bentuk oposisi,&quot; kata Perdana Menteri  Solomon Island, Manasye Sogavare.
Tak hanya PM Sogavare, Presiden Marshall Island, Hilda Heine,  mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan yang kredibel atas  pelanggaran di Papua Barat. Alih-alih diam dengan tuduhan tersebut, Nara  yang notabenenya adalah Diplomat Junior, tanpa ragu atau minder  membalas pernyataan para pemimpin negara itu. Ia membalasnya dengan  sebuah pidato berdurasi 5 menit.
&amp;ldquo;Kami menolak mentah-mentah sindiran terus-menerus dalam pernyataan   mereka.Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah   situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia, termasuk di   Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak   bersahabat dan retoris.Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang   untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi   tersebut, yang konsisten mengganggu ketertiban umum dan melakukan   serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat   keamanan.Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan   piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi   persahabatan antarnegara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu   negara,&amp;rdquo; ungkap Nara dengan tegasnya.
Baca Juga: Perjalanan Nara Rakhmatia hingga Jadi Diplomat Muda Membanggakan di Sidang PBB
Nara juga menyampaikan bahwa Indonesia jauh lebih baik soal penegakan   HAM dibanding enam negara yang coba memecahbelahkan Indonesia dengan   cara mendesak Papua Barat untuk memerdakan diri tersebut.
&amp;ldquo;Sebagai kesimpulan, Tuan Presiden, ada pepatah di kawasan Asia   Pasifik yang mengatakan &amp;lsquo;Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya   pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya   sendiri&amp;rsquo;. Terima kasih,&quot;ungkap Nara, yang secara tidak langsung juga   menyindir keenam kepala negara tersebut.
Baca Juga: Pengamat Hukum Internasional Komentari Diplomat Cantik RI Nara Rakhmatia di PBB
Sikap Nara Rakhmatia tersebut merupakan sikap yang secara tidak   langsung menerapkan yang ada pada Sumpah Pemuda. Nara mencintai Tanah   Air-nya dengan membela Indonesia secara keras, tidak peduli ia adalah   diplomat junior atau senior, berbicara dengan pemimpin negara lain   sekali pun, ia berani dan tak gentar membela Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
