<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegas! Indonesia Tak Sudi Akui Deklarasi Kemerdekaan Catalunya dari Spanyol</title><description>Pemerintah Indonesia tidak akan mengakui  deklarasi sepihak kemerdekaan Catalunya dari Spanyol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol"/><item><title>Tegas! Indonesia Tak Sudi Akui Deklarasi Kemerdekaan Catalunya dari Spanyol</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2017 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol-7wYCK43F1P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendera Spanyol dan Catalunya berkibar setelah adanya deklarasi kemerdekaan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/28/18/1804188/tegas-indonesia-tak-sudi-akui-deklarasi-kemerdekaan-catalunya-dari-spanyol-7wYCK43F1P.jpg</image><title>Bendera Spanyol dan Catalunya berkibar setelah adanya deklarasi kemerdekaan. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan mengakui  deklarasi sepihak kemerdekaan Catalunya dari Spanyol. Sikap pemerintah  ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sabtu (28/10/2017).&amp;ldquo;Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalunya,&amp;rdquo; kata Kemlu di Twitter melalui akun @Portal_Kemlu_RI.&amp;ldquo;Catalonia adalah bagian integral Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya,&amp;rdquo; lanjut pernyataan Kemlu.Seperti  diberitakan sebelumnya, parlemen Catalunya mengumumkan kemerdekaan dari  Spanyol, pada hari Jumat (27/10). Deklarasi itu membuat pemerintah Spanyol  memecat pemimpin daerah Catalunya dan membubarkan parlemen di wilayah  tersebut.
(Baca juga: Resmi! PM Spanyol Bubarkan Pemerintah Regional Catalunya)Dalam deklarasi yang disahkan oleh parlemen wilayah  Barcelona ini, dinyatakan bahwa Catalunya merupakan negara demokratis  yang independen dan berdaulat. Deklarasi tersebut juga meminta negara  dan institusi lain untuk mengakuinya. Parlemen di Barcelona itu  ingin membuka pembicaraan dengan Pemerintah Spanyol di Madrid untuk  berkolaborasi dalam mendirikan republik baru itu.&quot;Tidak akan  mudah, itu tidak akan bebas, itu tidak akan berubah dalam sehari. Tapi  tidak ada alternatif untuk proses menuju Republik Catalan,&amp;rdquo; ujar anggota  dewan Marta Rovira dari Junts pel Si aliansi pro-kemerdekaan dalam  sebuah debat, seperti dikutip dari Reuters.Setelah debat, anggota parlemen dari tiga partai nasional utama&amp;mdash;Partai Rakyat, Sosialis dan Ciudadanos&amp;mdash;memilih untuk hengkang.Pemimpin  atau Presiden Catalunya, Carles Puigdemont merupakan salah satu  pejabat yang dipecat pemerintah Spanyol setelah deklarasi kemerdekaan.Sementara  itu, majelis tinggi parlemen Spanyol menyetujui Pasal 155 dari sebuah  undang-undang yang mengizinkan pemerintah pusat untuk mengambil alih  daerah otonom.&amp;rdquo;Langkah-langkah luar biasa seharusnya hanya  diadopsi jika tidak ada upaya lain yang mungkin dilakukan,&amp;rdquo; kata Perdana  Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan dalam sebuah pidato di hadapan  majelis tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan mengakui  deklarasi sepihak kemerdekaan Catalunya dari Spanyol. Sikap pemerintah  ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sabtu (28/10/2017).&amp;ldquo;Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalunya,&amp;rdquo; kata Kemlu di Twitter melalui akun @Portal_Kemlu_RI.&amp;ldquo;Catalonia adalah bagian integral Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya,&amp;rdquo; lanjut pernyataan Kemlu.Seperti  diberitakan sebelumnya, parlemen Catalunya mengumumkan kemerdekaan dari  Spanyol, pada hari Jumat (27/10). Deklarasi itu membuat pemerintah Spanyol  memecat pemimpin daerah Catalunya dan membubarkan parlemen di wilayah  tersebut.
(Baca juga: Resmi! PM Spanyol Bubarkan Pemerintah Regional Catalunya)Dalam deklarasi yang disahkan oleh parlemen wilayah  Barcelona ini, dinyatakan bahwa Catalunya merupakan negara demokratis  yang independen dan berdaulat. Deklarasi tersebut juga meminta negara  dan institusi lain untuk mengakuinya. Parlemen di Barcelona itu  ingin membuka pembicaraan dengan Pemerintah Spanyol di Madrid untuk  berkolaborasi dalam mendirikan republik baru itu.&quot;Tidak akan  mudah, itu tidak akan bebas, itu tidak akan berubah dalam sehari. Tapi  tidak ada alternatif untuk proses menuju Republik Catalan,&amp;rdquo; ujar anggota  dewan Marta Rovira dari Junts pel Si aliansi pro-kemerdekaan dalam  sebuah debat, seperti dikutip dari Reuters.Setelah debat, anggota parlemen dari tiga partai nasional utama&amp;mdash;Partai Rakyat, Sosialis dan Ciudadanos&amp;mdash;memilih untuk hengkang.Pemimpin  atau Presiden Catalunya, Carles Puigdemont merupakan salah satu  pejabat yang dipecat pemerintah Spanyol setelah deklarasi kemerdekaan.Sementara  itu, majelis tinggi parlemen Spanyol menyetujui Pasal 155 dari sebuah  undang-undang yang mengizinkan pemerintah pusat untuk mengambil alih  daerah otonom.&amp;rdquo;Langkah-langkah luar biasa seharusnya hanya  diadopsi jika tidak ada upaya lain yang mungkin dilakukan,&amp;rdquo; kata Perdana  Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan dalam sebuah pidato di hadapan  majelis tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
