<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Kepala Tertembus Tongkat Besi Seberat 7 Kg saat Menjadi Mandor, Nyawa Phineas Gage Selamat Secara Ajaib   </title><description>Salah satu kisah nyata tentang keajaiban medis terjadi pada 1848 yang dialami oleh Phineas Gage yang berhasil selamat setelah tertembus besi</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib"/><item><title>OKEZONE STORY: Kepala Tertembus Tongkat Besi Seberat 7 Kg saat Menjadi Mandor, Nyawa Phineas Gage Selamat Secara Ajaib   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/29/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib-rzrAp0AS36.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Phineas Gage dan tengkorak kepalanya. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/29/18/1804501/okezone-story-kepala-tertembus-tongkat-besi-seberat-7-kg-saat-menjadi-mandor-nyawa-phineas-gage-selamat-secara-ajaib-rzrAp0AS36.jpg</image><title>Phineas Gage dan tengkorak kepalanya. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>SEPANJANG sejarah medis tentunya terdapat banyak cerita fenomena yang terjadi pada manusia. Entah itu tentang kecelakaan atau kondisi medis yang anek yang sebagian besar sulit dijelaskan dengan logika. Salah satu kisah nyata tentang keajaiban medis terjadi pada 1848 yang notabene teknologi kesehatan masih belum semaju sekarang.
Kala itu, atau tepatnya pada 13 September 1848, sebuah ledakan besar terjadi di sebuah proyek pembangunan rel kereta api. Akibat ledakan tersebut, seorang mandor pembangunan bernama Phineas Gage mengalami kejadian mengerikan. Kepala Gage diketahui tertusuk tongkat besi hingga tembus.
Namun, secara ajaib, hal tersebut tidak berhasil mengakhiri hidup mandor beruntung itu. Insiden ledakan tersebut dikenal sebagai peristiwa &quot;American Crowbar Case&quot;. Phineas P. Gage (1823-1860) adalah seorang mandor konstruksi jalur kereta api bekerja di Vermont, Amerika Serikat (AS).
Suatu hari, ketika ia bekerja, Gage membutuhkan besi tamping seberat 7 kilogram (kg) untuk keperluan pembangunan. Siapa sangka, tongkat besi itu justru membawa insiden mengerikan setelah bergesekan dengan batu. Tongkat besi yang bergesekan dengan batu itu memicu percikan api yang kemudian mengenai bubuk peledak.

Phineas Gage berfoto dengan tongkat besi yang melukainya. (Foto: The Vintage News)
Tersengat api, bubuk tersebut pun langsung menghasilkan ledakan besar dan melemparkan tongkat-tongkat besi. Nahasnya salah satu besi menusuk tulang pipi kiri Gage hingga menembus bagian atas kepalanya. Saat mendapatkan musibah tersebut, Gage baru berusia 25 tahun.
Secara menakjubkan, kesadaran Gage tetap terjaga saat itu. Ia kemudian segera dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Tepat setelah ditangani, dokter menyampaikan sebuah pesan pada Gage.&quot;Saya rasa sudah cukup bagi Anda untuk menggeluti pekerjaan ini,&quot; ujar Dokter John Harlow yang meminta Gage untuk berhenti bekerja.
Dokter Harlow merawat Gage dengan hati-hati dan memastikan tidak ada potongan tengkorak kepala yang hancur tertinggal di otaknya. Sayangnya luka itu mengalami infeksi akibat Harlow yang menggunakan jarinya guna mengeluarkan fragmen-fragmen  tengkorak dan membuat Gage mengalami keadaan setengah koma.

Akibat hal tersebut, keluarga Gage sudah tidak berharap banyak jika  pria itu akan bertahan. Namun siapa sangka, ia justru sembuh secaea  ajaib dan siap kembali ke rumahnya di New Hampshire. Kecelakaan itu  telah menyebabkan Gage mengalami luka parah di wajah, kehilangan satu  matanya, tulang tengkorak patah hingga menyebabkan kesehatan mental dan  kecerdasan emosionalnya berubah.
Harlow menyusun catatan tentang perubahan mental Gage yang kerap  gelisah, bertindak tidak sopan dan melontarkan kata kasar. Ia juga  bersikap labil. Gage telah kehilangan kemampuan sosialnya dan membuat  perilakunya berubah. Melakukan hal biasa menjadi hal sulit bagi Gage.
Baik teman dan rekan kerjanya mengenal Gage sebagai sosok yang  terhormat dan pria baik. Tentu saja perubahan karakter tersebut membuat  mereka seolah tidak mengenal Gage lagi. Perusahaan kereta api saat itu  menolak untuk mempekerjakannya lagi karena kondisi mentalnya yang  berbahaya.

Potret kerusakan tengkorak kepala Gage yang tertembus besi. (Foto: The Vintage News)
Akibatnya, Gage lalu mulai mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan  kasar mulai dari bekerja di peternakan dan pelatih mengemudi di Chile.  Kabarnya, pekerjaan ini memiliki efek menenangkan pada ketidakstabilan  mentalnya. Dia mulai bertindak seperti dirinya yang dulu beberapa tahun  setelah kecelakaan itu. Gage jauh lebih stabil dan mudah beradaptasi  secara sosial.
Bagi para ilmuwan, kasus Gage adalah kasus pertama  yang menunjukkan  korelasi antara trauma otak dan perubahan kepribadian. Phineas Gage  kemudian meninggal pada usia 35 tahun akibat kejang yang disebabkan oleh  trauma tersebut. Ia telah dikenal sebagai sosok yang membantu  pengembangan ilmu syaraf di bidang kesehatan dan membuka pintu baru  untuk dunia medis.
Makam Gage sempat digali pada 1867 dan tengkoraknya serta besi yang  melukainya diambil oleh Dokter Harlow guna penelitian lebih lanjut. Kini  tengkorak Gage disimpan di Warren Anatomical Museum di Harvard  University School of Medicine sebagai &quot;peninggalan neurologi&quot; berharga.




</description><content:encoded>SEPANJANG sejarah medis tentunya terdapat banyak cerita fenomena yang terjadi pada manusia. Entah itu tentang kecelakaan atau kondisi medis yang anek yang sebagian besar sulit dijelaskan dengan logika. Salah satu kisah nyata tentang keajaiban medis terjadi pada 1848 yang notabene teknologi kesehatan masih belum semaju sekarang.
Kala itu, atau tepatnya pada 13 September 1848, sebuah ledakan besar terjadi di sebuah proyek pembangunan rel kereta api. Akibat ledakan tersebut, seorang mandor pembangunan bernama Phineas Gage mengalami kejadian mengerikan. Kepala Gage diketahui tertusuk tongkat besi hingga tembus.
Namun, secara ajaib, hal tersebut tidak berhasil mengakhiri hidup mandor beruntung itu. Insiden ledakan tersebut dikenal sebagai peristiwa &quot;American Crowbar Case&quot;. Phineas P. Gage (1823-1860) adalah seorang mandor konstruksi jalur kereta api bekerja di Vermont, Amerika Serikat (AS).
Suatu hari, ketika ia bekerja, Gage membutuhkan besi tamping seberat 7 kilogram (kg) untuk keperluan pembangunan. Siapa sangka, tongkat besi itu justru membawa insiden mengerikan setelah bergesekan dengan batu. Tongkat besi yang bergesekan dengan batu itu memicu percikan api yang kemudian mengenai bubuk peledak.

Phineas Gage berfoto dengan tongkat besi yang melukainya. (Foto: The Vintage News)
Tersengat api, bubuk tersebut pun langsung menghasilkan ledakan besar dan melemparkan tongkat-tongkat besi. Nahasnya salah satu besi menusuk tulang pipi kiri Gage hingga menembus bagian atas kepalanya. Saat mendapatkan musibah tersebut, Gage baru berusia 25 tahun.
Secara menakjubkan, kesadaran Gage tetap terjaga saat itu. Ia kemudian segera dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Tepat setelah ditangani, dokter menyampaikan sebuah pesan pada Gage.&quot;Saya rasa sudah cukup bagi Anda untuk menggeluti pekerjaan ini,&quot; ujar Dokter John Harlow yang meminta Gage untuk berhenti bekerja.
Dokter Harlow merawat Gage dengan hati-hati dan memastikan tidak ada potongan tengkorak kepala yang hancur tertinggal di otaknya. Sayangnya luka itu mengalami infeksi akibat Harlow yang menggunakan jarinya guna mengeluarkan fragmen-fragmen  tengkorak dan membuat Gage mengalami keadaan setengah koma.

Akibat hal tersebut, keluarga Gage sudah tidak berharap banyak jika  pria itu akan bertahan. Namun siapa sangka, ia justru sembuh secaea  ajaib dan siap kembali ke rumahnya di New Hampshire. Kecelakaan itu  telah menyebabkan Gage mengalami luka parah di wajah, kehilangan satu  matanya, tulang tengkorak patah hingga menyebabkan kesehatan mental dan  kecerdasan emosionalnya berubah.
Harlow menyusun catatan tentang perubahan mental Gage yang kerap  gelisah, bertindak tidak sopan dan melontarkan kata kasar. Ia juga  bersikap labil. Gage telah kehilangan kemampuan sosialnya dan membuat  perilakunya berubah. Melakukan hal biasa menjadi hal sulit bagi Gage.
Baik teman dan rekan kerjanya mengenal Gage sebagai sosok yang  terhormat dan pria baik. Tentu saja perubahan karakter tersebut membuat  mereka seolah tidak mengenal Gage lagi. Perusahaan kereta api saat itu  menolak untuk mempekerjakannya lagi karena kondisi mentalnya yang  berbahaya.

Potret kerusakan tengkorak kepala Gage yang tertembus besi. (Foto: The Vintage News)
Akibatnya, Gage lalu mulai mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan  kasar mulai dari bekerja di peternakan dan pelatih mengemudi di Chile.  Kabarnya, pekerjaan ini memiliki efek menenangkan pada ketidakstabilan  mentalnya. Dia mulai bertindak seperti dirinya yang dulu beberapa tahun  setelah kecelakaan itu. Gage jauh lebih stabil dan mudah beradaptasi  secara sosial.
Bagi para ilmuwan, kasus Gage adalah kasus pertama  yang menunjukkan  korelasi antara trauma otak dan perubahan kepribadian. Phineas Gage  kemudian meninggal pada usia 35 tahun akibat kejang yang disebabkan oleh  trauma tersebut. Ia telah dikenal sebagai sosok yang membantu  pengembangan ilmu syaraf di bidang kesehatan dan membuka pintu baru  untuk dunia medis.
Makam Gage sempat digali pada 1867 dan tengkoraknya serta besi yang  melukainya diambil oleh Dokter Harlow guna penelitian lebih lanjut. Kini  tengkorak Gage disimpan di Warren Anatomical Museum di Harvard  University School of Medicine sebagai &quot;peninggalan neurologi&quot; berharga.




</content:encoded></item></channel></rss>
