<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah Lho! 2 Anggota Navy SEAL Diduga Cekik Pasukan Khusus AS hingga Tewas</title><description>Sebanyak 2 anggota SEAL Team Six Navy diselidiki  atas dugaan mencekik  rekannya sesama pasukan khusus AS  hingga tewas di  Mali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas"/><item><title>Nah Lho! 2 Anggota Navy SEAL Diduga Cekik Pasukan Khusus AS hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2017 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas-6fPZfkmUys.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Navy SEAL. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/30/18/1805164/nah-lho-2-anggota-navy-seal-diduga-cekik-pasukan-khusus-as-hingga-tewas-6fPZfkmUys.jpg</image><title>Ilustrasi Navy SEAL. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Sebanyak 2 anggota SEAL Team Six Navy diselidiki  atas dugaan mencekik rekannya sesama pasukan khusus Amerika Serikat (AS)  hingga tewas di Mali. Kematian korban pada Juni lalu itu dinyatakan  tidak wajar.Staf Sersan Logan J Melgar (34) ditemukan tewas di  unit perumahan Kedutaan Besar AS di Bamako, Mali, pada 4 Juni. Pada saat  kematiannya, pasukan khusus Green Beret (Baret Hijau) itu berbagi  sebuah apartemen dengan anggota pasukan khusus lainnya.Kematian  Melgar dinyatakan sebagai pembunuhan oleh seorang pemeriksa medis  militer. Komando Investigasi Kriminal Angkatan Darat meluncurkan sebuah  penyelidikan atas kematian sersan tersebut. Investigasi kemudian diambil alih oleh Naval Criminal Investigative Service (NCIS) pada tanggal 25 September 2017.&amp;rdquo;NCIS  dapat memastikan bahwa kami sedang menyelidiki kematian Staf Sersan  Melgar di Mali, namun di luar itu, NCIS tidak membahas rincian  investigasi yang sedang berlangsung,&amp;rdquo; kata juru bicara NCIS, Ed Buice  kepada AFP. Tidak ada rincian lebih lanjut dari penyelidikan yang telah dirilis. Seorang pejabat pertahanan AS kepada Reuters, Senin (30/10/2017) mengatakan bahwa penyidik menduga Melgar tidak meninggal karena sebab alami.
(Baca juga: Sekilas Mengenai Navy SEAL Team 6, Pasukan Elit AS)Penyelidikan itu dilakukan dengan memeriksa dua anggota Navy SEAL yang diduga berperan dalam kematian korban.Kematian Melgar, menruut laporan New York Times yang mengutip pejabat militer AS, diduga&amp;nbsp; disebabkan oleh pencekikan. Pasukan  khusus AS telah secara aktif terlibat di Mali sejak Februari 2013,  ketika Presiden Barack Obama mengerahkan pasukan Amerika ke Niger untuk  mendirikan sebuah pangkalan drone guna membantu pasukan Prancis yang  memerangi kelompok militan yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Mali. Pentagon juga memiliki pasukan operasi khusus yang ditempatkan di Bamako untuk melakukan misi pelatihan dan kontraterorisme.</description><content:encoded>WASHINGTON - Sebanyak 2 anggota SEAL Team Six Navy diselidiki  atas dugaan mencekik rekannya sesama pasukan khusus Amerika Serikat (AS)  hingga tewas di Mali. Kematian korban pada Juni lalu itu dinyatakan  tidak wajar.Staf Sersan Logan J Melgar (34) ditemukan tewas di  unit perumahan Kedutaan Besar AS di Bamako, Mali, pada 4 Juni. Pada saat  kematiannya, pasukan khusus Green Beret (Baret Hijau) itu berbagi  sebuah apartemen dengan anggota pasukan khusus lainnya.Kematian  Melgar dinyatakan sebagai pembunuhan oleh seorang pemeriksa medis  militer. Komando Investigasi Kriminal Angkatan Darat meluncurkan sebuah  penyelidikan atas kematian sersan tersebut. Investigasi kemudian diambil alih oleh Naval Criminal Investigative Service (NCIS) pada tanggal 25 September 2017.&amp;rdquo;NCIS  dapat memastikan bahwa kami sedang menyelidiki kematian Staf Sersan  Melgar di Mali, namun di luar itu, NCIS tidak membahas rincian  investigasi yang sedang berlangsung,&amp;rdquo; kata juru bicara NCIS, Ed Buice  kepada AFP. Tidak ada rincian lebih lanjut dari penyelidikan yang telah dirilis. Seorang pejabat pertahanan AS kepada Reuters, Senin (30/10/2017) mengatakan bahwa penyidik menduga Melgar tidak meninggal karena sebab alami.
(Baca juga: Sekilas Mengenai Navy SEAL Team 6, Pasukan Elit AS)Penyelidikan itu dilakukan dengan memeriksa dua anggota Navy SEAL yang diduga berperan dalam kematian korban.Kematian Melgar, menruut laporan New York Times yang mengutip pejabat militer AS, diduga&amp;nbsp; disebabkan oleh pencekikan. Pasukan  khusus AS telah secara aktif terlibat di Mali sejak Februari 2013,  ketika Presiden Barack Obama mengerahkan pasukan Amerika ke Niger untuk  mendirikan sebuah pangkalan drone guna membantu pasukan Prancis yang  memerangi kelompok militan yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Mali. Pentagon juga memiliki pasukan operasi khusus yang ditempatkan di Bamako untuk melakukan misi pelatihan dan kontraterorisme.</content:encoded></item></channel></rss>
