<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   HISTORIPEDIA: Indira Gandhi, Perdana Menteri India Dibunuh oleh Dua Bodyguard-nya</title><description>Pada 31 Oktober 1984, Perdana Menteri (PM) India saat itu, Indira  Ghandi meninggal dengan tragis di tangan pengawalnya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya"/><item><title>   HISTORIPEDIA: Indira Gandhi, Perdana Menteri India Dibunuh oleh Dua Bodyguard-nya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2017 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/30/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya-OJNxfMHHxC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri India, Indira Ghandi. (Foto: Indian Express)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/30/18/1804868/historipedia-indira-gandhi-perdana-menteri-india-dibunuh-oleh-dua-bodyguard-nya-OJNxfMHHxC.jpg</image><title>Perdana Menteri India, Indira Ghandi. (Foto: Indian Express)</title></images><description>PADA hari ini atau tepatnya pada 31 Oktober 1984, Perdana Menteri (PM) India saat itu, Indira Ghandi meninggal dengan tragis di tangan pengawalnya sendiri. PM Indira Ghandi dibunuh oleh dua pengawalnya yaitu Beant Singh dan Satwant Singh. Keduanya membunuh pemimpin India ketika ia tengah berjalan dari sebuah bungalow ke ruang kerjanya.
Meski para pelaku dengan cepat menyerah, namun mereka sempat terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian dan menewaskan Beant Singh. Kedua pelaku pembunuhan diketahui merupakan penganut Sikh yang menjadi minoritas di India. Indira Gandhi, sendiri diketahui membiarkan penyerangan terhadap kuil-kuil orang Sikh pada saat itu.
Sebelumnya, PM India pertama, Jawaharlal Nehru berusaha membangun sebuah negara dari banyak faksi agama, etnis, dan budaya yang ada di bawah pemerintahan Inggris sampai tahun 1949. Putrinya, Indira Gandhi kemudian menggantikan kekuasan Nehru pada 1966. Karir politik Indira tak ubahnya seperti wahana roller coaster.
Ia pernah berada di posisi tertinggi menyusul kemenangan India dalam perang melawan Pakistan pada 1971 dan pernah berada di posisi terendah ketika digulingkan dari kekuasannya pada 1977. Sebelumnya, pada 1975, Indira memenjarakan para lawan politiknya, bersikap otoriter hingga banyak yang mengkritiknya dan kemudian menggulingkan Indira.
Kemudian pada 1980, Indira Ghandi berhasil kembali menjabat sebagai Perdana Menteri dan menikmati kepopuleran yang terus meningkat. Namun pada Juni 1984, ia memerintahkan sebuah serangan pasukan tentara ke sebuah kuil para pengikut Sikh di Punjab. Penyerangan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengusir para ekstrimis Sikh bersenjata yang melakukan pemberontakan.
Penyerangan tersebut berbuntut panjang dengan munculnya serangkaian ancaman pembunuhan. Dan karena Indira takut terbunuh, ia kemudian memindahkan pengawalnya yang telah lama ikut bersamanya, Beant Singh untuk dipindahkan ke tempat lain karena. Indira tahu jelas bahwa Beant Singh adalah seorang Sikh.
Namun rencana itu kemudian dibatalkan karena Indira mengaku telah mempercayai Beant Sing yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Hal ini jelas menjadi kesalahan fatal bagi keduanya yang pada akhirnya sama-sama meregang nyawa. Satwant Singh yang bertahan hidup kemudian diadili dan dihukum pada 1986 dan dijatuhi hukuman mati.
Satwant kemudian dieksekusi pada 1989. Setelah pembunuhan terhadap Indira terjadi, kerusuhan pecah di New Delhi dan lenih dari 1.000 orang Sikh yang tidak bersalah terbunuh dalam serangan tanpa pandang bulu yang berlangsung selama 2 hari. Putra Indira Ghandi, Rajiv Ghandi kemudian menggantikannya sebagai perdana Menteri.

</description><content:encoded>PADA hari ini atau tepatnya pada 31 Oktober 1984, Perdana Menteri (PM) India saat itu, Indira Ghandi meninggal dengan tragis di tangan pengawalnya sendiri. PM Indira Ghandi dibunuh oleh dua pengawalnya yaitu Beant Singh dan Satwant Singh. Keduanya membunuh pemimpin India ketika ia tengah berjalan dari sebuah bungalow ke ruang kerjanya.
Meski para pelaku dengan cepat menyerah, namun mereka sempat terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian dan menewaskan Beant Singh. Kedua pelaku pembunuhan diketahui merupakan penganut Sikh yang menjadi minoritas di India. Indira Gandhi, sendiri diketahui membiarkan penyerangan terhadap kuil-kuil orang Sikh pada saat itu.
Sebelumnya, PM India pertama, Jawaharlal Nehru berusaha membangun sebuah negara dari banyak faksi agama, etnis, dan budaya yang ada di bawah pemerintahan Inggris sampai tahun 1949. Putrinya, Indira Gandhi kemudian menggantikan kekuasan Nehru pada 1966. Karir politik Indira tak ubahnya seperti wahana roller coaster.
Ia pernah berada di posisi tertinggi menyusul kemenangan India dalam perang melawan Pakistan pada 1971 dan pernah berada di posisi terendah ketika digulingkan dari kekuasannya pada 1977. Sebelumnya, pada 1975, Indira memenjarakan para lawan politiknya, bersikap otoriter hingga banyak yang mengkritiknya dan kemudian menggulingkan Indira.
Kemudian pada 1980, Indira Ghandi berhasil kembali menjabat sebagai Perdana Menteri dan menikmati kepopuleran yang terus meningkat. Namun pada Juni 1984, ia memerintahkan sebuah serangan pasukan tentara ke sebuah kuil para pengikut Sikh di Punjab. Penyerangan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengusir para ekstrimis Sikh bersenjata yang melakukan pemberontakan.
Penyerangan tersebut berbuntut panjang dengan munculnya serangkaian ancaman pembunuhan. Dan karena Indira takut terbunuh, ia kemudian memindahkan pengawalnya yang telah lama ikut bersamanya, Beant Singh untuk dipindahkan ke tempat lain karena. Indira tahu jelas bahwa Beant Singh adalah seorang Sikh.
Namun rencana itu kemudian dibatalkan karena Indira mengaku telah mempercayai Beant Sing yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Hal ini jelas menjadi kesalahan fatal bagi keduanya yang pada akhirnya sama-sama meregang nyawa. Satwant Singh yang bertahan hidup kemudian diadili dan dihukum pada 1986 dan dijatuhi hukuman mati.
Satwant kemudian dieksekusi pada 1989. Setelah pembunuhan terhadap Indira terjadi, kerusuhan pecah di New Delhi dan lenih dari 1.000 orang Sikh yang tidak bersalah terbunuh dalam serangan tanpa pandang bulu yang berlangsung selama 2 hari. Putra Indira Ghandi, Rajiv Ghandi kemudian menggantikannya sebagai perdana Menteri.

</content:encoded></item></channel></rss>
