<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! Sempat Renggang Gara-Gara THAAD, Korsel-China Siap Normalisasi Hubungan </title><description>Moon Jae-in dan Xi Jinping dikonfirmasi akan bertemu di sela-sela KTT APEC di Vietnam, awal November mendatang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan"/><item><title>Mantap! Sempat Renggang Gara-Gara THAAD, Korsel-China Siap Normalisasi Hubungan </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2017 09:37 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan-8hX9ja5aSc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem Pertahanan Rudal THAAD sempat membuat hubungan Korsel dengan China memburuk (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/31/18/1805532/mantap-sempat-renggang-gara-gara-thaad-korsel-china-siap-normalisasi-hubungan-8hX9ja5aSc.jpg</image><title>Sistem Pertahanan Rudal THAAD sempat membuat hubungan Korsel dengan China memburuk (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Hubungan antara Korea Selatan (Korsel) dan China sedikit renggang akibat penyebaran sistem pertahanan antirudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) sejak awal 2017. Akan tetapi, Seoul dan Beijing saat ini siap menormalisasi hubungan bilateral tersebut.
BACA JUGA: Presiden China Ingin Hubungan dengan Korsel Kembali Baik
&amp;ldquo;Kedua belah pihak berbagi pandangan bahwa penguatan pertukaran dan kerjasama antara Korea dan China membantu kepentingan bersama serta sepakat untuk segera membawa pertukaran dan kerjasama di semua bidang kembali ke jalur pengembangan yang normal,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, melansir dari Reuters, Selasa (31/10/2017).
Normalisasi tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Gedung Biru, Istana Kepresidenan Korsel. Presiden Moon Jae-in dikonfirmasi akan mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT APEC di Vietnam pada 10-11 November mendatang. Pertemuan digelar dalam rangka normalisasi hubungan kedua negara yang sempat renggang.
Berbagai protes serta seruan boikot mewarnai hubungan antara Negeri Ginseng dan Negeri Tirai Bambu. Seruan boikot tersebut meluas ke berbagai bidang, termasuk ekonomi dan budaya. Salah satunya terlihat pada pembekuan segala konten yang berhubungan dengan Korea Selatan.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Rudal, Penikmat Drama Korea di China Ikut Menderita
BACA JUGA: Protes THAAD, Wisatawan China Tolak Jejakkan Kaki di Tanah Korsel
Budaya-budaya Korea Selatan yang dikenal dengan K-Culture sempat dilarang sehingga para penikmatnya di China terganggu. Boikot juga melanda penyanyi, aktor, blog, dan sektor pariwisata Korea Selatan.
China adalah pasar kedua terbesar untuk drama, lagu, dan konten lainnya dari Korea Selatan. Selama ini, pertukaran produk hiburan antara kedua negara memainkan peran penting dalam hubungan bilateral yang kuat serta bersahabat.
BACA JUGA: Presiden Korsel Ajukan Syarat Atas Permintaan China Terkait THAAD
Sebagaimana diketahui, China memprotes penempatan THAAD di Seongju, Korsel, karena dianggap membahayakan wilayah kedaulatannya. China beralasan, radar THAAD dapat menembus serta memindai wilayahnya sehingga terekspos oleh Korea Selatan dan rawan disalahgunakan.</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Hubungan antara Korea Selatan (Korsel) dan China sedikit renggang akibat penyebaran sistem pertahanan antirudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) sejak awal 2017. Akan tetapi, Seoul dan Beijing saat ini siap menormalisasi hubungan bilateral tersebut.
BACA JUGA: Presiden China Ingin Hubungan dengan Korsel Kembali Baik
&amp;ldquo;Kedua belah pihak berbagi pandangan bahwa penguatan pertukaran dan kerjasama antara Korea dan China membantu kepentingan bersama serta sepakat untuk segera membawa pertukaran dan kerjasama di semua bidang kembali ke jalur pengembangan yang normal,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, melansir dari Reuters, Selasa (31/10/2017).
Normalisasi tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Gedung Biru, Istana Kepresidenan Korsel. Presiden Moon Jae-in dikonfirmasi akan mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT APEC di Vietnam pada 10-11 November mendatang. Pertemuan digelar dalam rangka normalisasi hubungan kedua negara yang sempat renggang.
Berbagai protes serta seruan boikot mewarnai hubungan antara Negeri Ginseng dan Negeri Tirai Bambu. Seruan boikot tersebut meluas ke berbagai bidang, termasuk ekonomi dan budaya. Salah satunya terlihat pada pembekuan segala konten yang berhubungan dengan Korea Selatan.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Rudal, Penikmat Drama Korea di China Ikut Menderita
BACA JUGA: Protes THAAD, Wisatawan China Tolak Jejakkan Kaki di Tanah Korsel
Budaya-budaya Korea Selatan yang dikenal dengan K-Culture sempat dilarang sehingga para penikmatnya di China terganggu. Boikot juga melanda penyanyi, aktor, blog, dan sektor pariwisata Korea Selatan.
China adalah pasar kedua terbesar untuk drama, lagu, dan konten lainnya dari Korea Selatan. Selama ini, pertukaran produk hiburan antara kedua negara memainkan peran penting dalam hubungan bilateral yang kuat serta bersahabat.
BACA JUGA: Presiden Korsel Ajukan Syarat Atas Permintaan China Terkait THAAD
Sebagaimana diketahui, China memprotes penempatan THAAD di Seongju, Korsel, karena dianggap membahayakan wilayah kedaulatannya. China beralasan, radar THAAD dapat menembus serta memindai wilayahnya sehingga terekspos oleh Korea Selatan dan rawan disalahgunakan.</content:encoded></item></channel></rss>
