<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow! Rusia Kembangkan Satelit Nuklir yang Mampu Menembakkan Laser</title><description>Biro desain Arsenal diharapkan dapat  menyajikan cetak biru untuk menggunakan teknologi tersebut pada Tahun  2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser"/><item><title>Wow! Rusia Kembangkan Satelit Nuklir yang Mampu Menembakkan Laser</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2017 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser-qNqCxYxkWY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/31/18/1805557/wow-rusia-kembangkan-satelit-nuklir-yang-mampu-menembakkan-laser-qNqCxYxkWY.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>MOSKOW - Badan antariksa Rusia dilaporkan  mempertimbangkan teknologi yang memungkinkan sebuah satelit bertenaga  nuklir untuk mengisi tenaga pesawat ruang angkasa melalui sinar laser.  Laboratorium dengan pengalaman masa lalu dalam membangun reaktor nuklir  untuk ruang angkasa telah dikontrak untuk proyek tersebut.Surat  kabar Izvestia melaporkan bahwa biro desain Arsenal yang berbasis di St.  Petersburg masuk dalam daftar Roscosmos untuk mempelajari kelayakan  sebuah &quot;pembangkit listrik tenaga nuklir luar angkasa&quot;, dengan  menyebutkan spesifikasi teknis untuk proyek tersebut. Dokumen tersebut  memvisualisasikan sebuah reaktor nuklir dengan kekuatan antara 100 kW  dan 1.000 kW yang ditempatkan di orbit dan mampu menyalakan satelit lain  melalui sinar laser.Biro desain Arsenal diharapkan dapat  menyajikan cetak biru untuk menggunakan teknologi tersebut pada Tahun  2018, termasuk spesifikasi dan kemungkinan orbit untuk &quot;pembangkit  listrik tenaga nuklir luar angkasa&quot; dan risiko yang terkait dengan  penerapan semacam itu seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (31/10/2017).Reaktor  nuklir diuji oleh AS dan Uni Soviet di pesawat ruang angkasa, namun  pengalaman Uni Soviet lebih luas, dengan lebih dari 30 misi semacam itu.  Biro desain Arsenal juga merupakan pengembang reaktor Topaz - yang  diuji pada dua satelit pada akhir tahun 80-an yang menggunakan konverter  termionik, perangkat dengan suhu tinggi yang mengubah panas menjadi  listrik dalam tabung khusus dioda vakum.
(Baca juga: Panik! Peluncuran Rudal Nuklir Rusia Munculkan Isu Invasi Alien)Namun, satu misi  tersebut memicu kontroversi pada Tahun 1978, ketika satelit Kosmos-954  tidak berfungsi dan gagal mengirimkan reaktor nuklirnya ke orbit  pembuangan yang aman. Sebagai gantinya, ia memasuki kembali atmosfer dan  hancur di utara Kanada, memicu ketakutan radiasi dan pemulihan  besar-besaran serta operasi pembersihan. Moskow membayar paket  kompensasi jutaan dolar untuk kerusakan tersebut.Rusia saat ini sedang mengerjakan sistem propulsi nuklir untuk ruang angkasa, yang akan digunakan untuk misi di dalam angkasa.Tapi  untuk misi orbital, panel surya tradisional mungkin lebih unggul dari  &quot;pembangkit tenaga nuklir&quot; yang dibayangkan oleh Roscosmos, lapor  Izvestia, dengan mengutip aspek teknologi dan ekonomi.Proyek ini mungkin berakhir sebagai bukti konsep daripada aplikasi praktis.Transfer energi melalui laser telah diuji di Bumi di berbagai bidang seperti menyalakan pesawat tak berawak dalam penerbangan.Produser  antariksa Rusia Energia tahun lalu menguji powerbeaming lebih dari  1,5 km untuk mengisi baterai ponsel, dengan rencana masa depan untuk  menguji teknologi di luar angkasa untuk memberikan tenaga dari Stasiun  Luar Angkasa Internasional ke kapal pengangkut barang luar angkasa  Rusia.</description><content:encoded>MOSKOW - Badan antariksa Rusia dilaporkan  mempertimbangkan teknologi yang memungkinkan sebuah satelit bertenaga  nuklir untuk mengisi tenaga pesawat ruang angkasa melalui sinar laser.  Laboratorium dengan pengalaman masa lalu dalam membangun reaktor nuklir  untuk ruang angkasa telah dikontrak untuk proyek tersebut.Surat  kabar Izvestia melaporkan bahwa biro desain Arsenal yang berbasis di St.  Petersburg masuk dalam daftar Roscosmos untuk mempelajari kelayakan  sebuah &quot;pembangkit listrik tenaga nuklir luar angkasa&quot;, dengan  menyebutkan spesifikasi teknis untuk proyek tersebut. Dokumen tersebut  memvisualisasikan sebuah reaktor nuklir dengan kekuatan antara 100 kW  dan 1.000 kW yang ditempatkan di orbit dan mampu menyalakan satelit lain  melalui sinar laser.Biro desain Arsenal diharapkan dapat  menyajikan cetak biru untuk menggunakan teknologi tersebut pada Tahun  2018, termasuk spesifikasi dan kemungkinan orbit untuk &quot;pembangkit  listrik tenaga nuklir luar angkasa&quot; dan risiko yang terkait dengan  penerapan semacam itu seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (31/10/2017).Reaktor  nuklir diuji oleh AS dan Uni Soviet di pesawat ruang angkasa, namun  pengalaman Uni Soviet lebih luas, dengan lebih dari 30 misi semacam itu.  Biro desain Arsenal juga merupakan pengembang reaktor Topaz - yang  diuji pada dua satelit pada akhir tahun 80-an yang menggunakan konverter  termionik, perangkat dengan suhu tinggi yang mengubah panas menjadi  listrik dalam tabung khusus dioda vakum.
(Baca juga: Panik! Peluncuran Rudal Nuklir Rusia Munculkan Isu Invasi Alien)Namun, satu misi  tersebut memicu kontroversi pada Tahun 1978, ketika satelit Kosmos-954  tidak berfungsi dan gagal mengirimkan reaktor nuklirnya ke orbit  pembuangan yang aman. Sebagai gantinya, ia memasuki kembali atmosfer dan  hancur di utara Kanada, memicu ketakutan radiasi dan pemulihan  besar-besaran serta operasi pembersihan. Moskow membayar paket  kompensasi jutaan dolar untuk kerusakan tersebut.Rusia saat ini sedang mengerjakan sistem propulsi nuklir untuk ruang angkasa, yang akan digunakan untuk misi di dalam angkasa.Tapi  untuk misi orbital, panel surya tradisional mungkin lebih unggul dari  &quot;pembangkit tenaga nuklir&quot; yang dibayangkan oleh Roscosmos, lapor  Izvestia, dengan mengutip aspek teknologi dan ekonomi.Proyek ini mungkin berakhir sebagai bukti konsep daripada aplikasi praktis.Transfer energi melalui laser telah diuji di Bumi di berbagai bidang seperti menyalakan pesawat tak berawak dalam penerbangan.Produser  antariksa Rusia Energia tahun lalu menguji powerbeaming lebih dari  1,5 km untuk mengisi baterai ponsel, dengan rencana masa depan untuk  menguji teknologi di luar angkasa untuk memberikan tenaga dari Stasiun  Luar Angkasa Internasional ke kapal pengangkut barang luar angkasa  Rusia.</content:encoded></item></channel></rss>
