<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegas! Trump Ingin Kirim Pelaku Teror New York ke Penjara Guantanamo</title><description>Donald  Trump mempertimbangkan untuk mengirim pelaku teror New York ke Teluk  Guantanamo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo"/><item><title>Tegas! Trump Ingin Kirim Pelaku Teror New York ke Penjara Guantanamo</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo</guid><pubDate>Kamis 02 November 2017 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo-70w7UsjJa5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Donald Trump. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/02/18/1807136/tegas-trump-ingin-kirim-pelaku-teror-new-york-ke-penjara-guantanamo-70w7UsjJa5.jpg</image><title>Presiden Donald Trump. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald  Trump mempertimbangkan untuk mengirim pelaku teror New York ke Teluk  Guantanamo. Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan orang terluka  setelah ditrabak sebuah truk sewaan di New York.&quot;Kirimkan dia ke  Gitmo - saya pasti akan mempertimbangkannya, ya,&quot; kata Trump jelang  pertemuan kabinet di Gedung Putih seperti dikutip dari NBC News, Kamis (2/11/2017).Ditanya apakah keluarga penyerang tersebut juga bisa menjadi ancaman bagi AS, Trump mengatakan bahwa dia berpikir begitu.&quot;Dia  melakukannya,&quot; kata Presiden merujuk pada Sayfullo Saipov, imigran  Uzbek yang dicurigai melakukan apa yang dikatakan oleh penegak hukum  sebagai serangan teroris yang diilhami oleh ISIS.Sebagai  komandan tertinggi, Trump dapat mengklasifikasikan individu sebagai  seorang kombatan, memberikan kuasa kepada AS untuk menahan orang  tersebut tanpa pengadilan dan tanpa hak-hak warga sipil, seperti hak  pengacara. Serikat Kebebasan Sipil Amerika mengatakan lebih dari separuh  tahanan di Teluk Guant&amp;aacute;namo ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.
(Baca juga: Terbukti Bersalah, Pelaku Teror Truk di New York Terancam Hukuman Mati)Trump juga berpendapat bahwa sistem peradilan AS memakan waktu terlalu lama.&quot;Kami juga harus menghadapi hukuman yang jauh lebih cepat daripada hukuman yang didapat mereka sekarang,&quot; kata Trump. &quot;Kita  membutuhkan keadilan yang cepat, dan kita membutuhkan keadilan yang  kuat, jauh lebih cepat dan lebih kuat dari yang kita miliki saat ini,  karena yang kita miliki saat ini adalah sebuah lelucon, dan ini adalah  tertawaan, dan tak heran banyak hal ini terjadi,&quot; sambungnya.Sementara  itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan  bahwa Trump telah menganggap tersangka sebagai kombatan.
(Baca juga: Terkuak! Disergap Polisi, Pelaku Teror Truk di New York Membawa Senjata Api Palsu)Komentar  presiden tersebut muncul tak lama setelah Senator Lindsey Graham  berpendapat bahwa Saipov harus diberi label sebagai kombatan. Itu akan  memungkinkan tersangka diinterogasi tanpa didampingi pengacara.&quot;Jika  Anda mengangkat senjata melawan Amerika Serikat atas nama Islam  radikal, Anda harus diperlakukan sebagai teroris,&quot; kata Graham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wMS8xLzEwNDgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald  Trump mempertimbangkan untuk mengirim pelaku teror New York ke Teluk  Guantanamo. Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan orang terluka  setelah ditrabak sebuah truk sewaan di New York.&quot;Kirimkan dia ke  Gitmo - saya pasti akan mempertimbangkannya, ya,&quot; kata Trump jelang  pertemuan kabinet di Gedung Putih seperti dikutip dari NBC News, Kamis (2/11/2017).Ditanya apakah keluarga penyerang tersebut juga bisa menjadi ancaman bagi AS, Trump mengatakan bahwa dia berpikir begitu.&quot;Dia  melakukannya,&quot; kata Presiden merujuk pada Sayfullo Saipov, imigran  Uzbek yang dicurigai melakukan apa yang dikatakan oleh penegak hukum  sebagai serangan teroris yang diilhami oleh ISIS.Sebagai  komandan tertinggi, Trump dapat mengklasifikasikan individu sebagai  seorang kombatan, memberikan kuasa kepada AS untuk menahan orang  tersebut tanpa pengadilan dan tanpa hak-hak warga sipil, seperti hak  pengacara. Serikat Kebebasan Sipil Amerika mengatakan lebih dari separuh  tahanan di Teluk Guant&amp;aacute;namo ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.
(Baca juga: Terbukti Bersalah, Pelaku Teror Truk di New York Terancam Hukuman Mati)Trump juga berpendapat bahwa sistem peradilan AS memakan waktu terlalu lama.&quot;Kami juga harus menghadapi hukuman yang jauh lebih cepat daripada hukuman yang didapat mereka sekarang,&quot; kata Trump. &quot;Kita  membutuhkan keadilan yang cepat, dan kita membutuhkan keadilan yang  kuat, jauh lebih cepat dan lebih kuat dari yang kita miliki saat ini,  karena yang kita miliki saat ini adalah sebuah lelucon, dan ini adalah  tertawaan, dan tak heran banyak hal ini terjadi,&quot; sambungnya.Sementara  itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan  bahwa Trump telah menganggap tersangka sebagai kombatan.
(Baca juga: Terkuak! Disergap Polisi, Pelaku Teror Truk di New York Membawa Senjata Api Palsu)Komentar  presiden tersebut muncul tak lama setelah Senator Lindsey Graham  berpendapat bahwa Saipov harus diberi label sebagai kombatan. Itu akan  memungkinkan tersangka diinterogasi tanpa didampingi pengacara.&quot;Jika  Anda mengangkat senjata melawan Amerika Serikat atas nama Islam  radikal, Anda harus diperlakukan sebagai teroris,&quot; kata Graham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wMS8xLzEwNDgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
