<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah Lho! Dukung Tindakan Keras Antikorupsi, Bank Arab Saudi Bekukan Lebih dari 1.200 Rekening</title><description>Bankir dan pengacara di Arab Saudi mengatakan, jumlah rekening yang dibekukan kemungkinan masih akan bertambah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening"/><item><title>Nah Lho! Dukung Tindakan Keras Antikorupsi, Bank Arab Saudi Bekukan Lebih dari 1.200 Rekening</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening</guid><pubDate>Rabu 08 November 2017 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening-lUXL3p0kqJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Twitter</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/08/18/1810531/nah-lho-dukung-tindakan-keras-antikorupsi-bank-arab-saudi-bekukan-lebih-dari-1-200-rekening-lUXL3p0kqJ.jpg</image><title>Foto: Twitter</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Bank-bank Arab Saudi telah membekukan lebih dari 1.200 rekening milik individu dan perusahaan di Negeri Petrodolar tersebut sebagai bagian dari pembersihan anti korupsi pemerintah yang tengah berlangsung. Bankir dan pengacara di Arab Saudi mengatakan, jumlah rekening yang dibekukan kemungkinan masih akan bertambah.
BACA JUGA: Salut! Trump Suarakan Dukungan untuk Langkah Antikorupsi Arab Saudi
Kabar tersebut muncul di saat Arab Saudi mulai mengambil tindakan keras terhadap para pangeran, pengusaha dan pejabat negara yang diduga terlibat dalam tindak korupsi. Salah satu orang terkaya di Arab Saudi dan dunia, Pangeran Alwaleed bin Talal bahkan turut menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Diwartakan Middle East Monitor, Rabu (8/11/2017), komisi tersebut juga memberlakukan larangan terbang kepada sejumlah nama. Bahkan pihak keamanan di beberapa bandara Arab Saudi telah melarang para pemilik jet pribadi untuk lepas landas tanpa mendapatkan izin.
Pejabat Arab Saudi mengatakan, sejauh ini dilaporkan ada 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri serta pengusaha yang ditahan. Mereka dikenakan tuduhan mulai dari pencucian uang, pemerasan sampai mengambil keuntungan dari jabatan mereka di pemerintahan untuk kepentingan pribadi.
Dekrit Kerajaan yang diumumkan pada akhir pekan lalu menyebutkan bahwa langkah keras tersebut diambil sebagai respons atas &amp;ldquo;eksploitasi yang dilakukan sejumlah orang yang mengedepankan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan publik untuk mendapatkan uang&amp;rdquo;.
BACA JUGA: 11 Pangeran Saudi Tertangkap Operasi Antikorupsi, Jaksa Agung: Ini Baru Tahap Pertama!
Tindakan Pemerintah Arab Saudi untuk memerangi korupsi itu mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Suami dari Melania itu mengatakan, para tersangka yang ditahan telah banyak &amp;ldquo;memerah&amp;rdquo; Arab Saudi selama bertahun-tahun.</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Bank-bank Arab Saudi telah membekukan lebih dari 1.200 rekening milik individu dan perusahaan di Negeri Petrodolar tersebut sebagai bagian dari pembersihan anti korupsi pemerintah yang tengah berlangsung. Bankir dan pengacara di Arab Saudi mengatakan, jumlah rekening yang dibekukan kemungkinan masih akan bertambah.
BACA JUGA: Salut! Trump Suarakan Dukungan untuk Langkah Antikorupsi Arab Saudi
Kabar tersebut muncul di saat Arab Saudi mulai mengambil tindakan keras terhadap para pangeran, pengusaha dan pejabat negara yang diduga terlibat dalam tindak korupsi. Salah satu orang terkaya di Arab Saudi dan dunia, Pangeran Alwaleed bin Talal bahkan turut menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Diwartakan Middle East Monitor, Rabu (8/11/2017), komisi tersebut juga memberlakukan larangan terbang kepada sejumlah nama. Bahkan pihak keamanan di beberapa bandara Arab Saudi telah melarang para pemilik jet pribadi untuk lepas landas tanpa mendapatkan izin.
Pejabat Arab Saudi mengatakan, sejauh ini dilaporkan ada 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri serta pengusaha yang ditahan. Mereka dikenakan tuduhan mulai dari pencucian uang, pemerasan sampai mengambil keuntungan dari jabatan mereka di pemerintahan untuk kepentingan pribadi.
Dekrit Kerajaan yang diumumkan pada akhir pekan lalu menyebutkan bahwa langkah keras tersebut diambil sebagai respons atas &amp;ldquo;eksploitasi yang dilakukan sejumlah orang yang mengedepankan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan publik untuk mendapatkan uang&amp;rdquo;.
BACA JUGA: 11 Pangeran Saudi Tertangkap Operasi Antikorupsi, Jaksa Agung: Ini Baru Tahap Pertama!
Tindakan Pemerintah Arab Saudi untuk memerangi korupsi itu mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Suami dari Melania itu mengatakan, para tersangka yang ditahan telah banyak &amp;ldquo;memerah&amp;rdquo; Arab Saudi selama bertahun-tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
