<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Pembelot Sebut Tes Nuklir Korut Ciptakan Gurun Pasir &amp; Bayi-Bayi Lahir Cacat</title><description>Situs  Punngye-ri merupakan lokasi dari enam uji coba senjata nuklir  Korea  Utara, termasuk yang terkuat pada 3 September 2017 lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat"/><item><title>Ngeri! Pembelot Sebut Tes Nuklir Korut Ciptakan Gurun Pasir &amp; Bayi-Bayi Lahir Cacat</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat</guid><pubDate>Kamis 09 November 2017 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat-CHUrZwGL43.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong-un saat melihat persiapan nuklir Korut. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811122/ngeri-pembelot-sebut-tes-nuklir-korut-ciptakan-gurun-pasir-bayi-bayi-lahir-cacat-CHUrZwGL43.jpg</image><title>Kim Jong-un saat melihat persiapan nuklir Korut. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Tes senjata nuklir Korea  Utara (Korut) telah mengubah wilayah situs uji coba menjadi gurun pasir  dan bayi-bayi di daerah terdekat terlahir cacat. Kondisi kengerian dari  uji coba senjata berbahaya itu dipaparkan hampir dua lusin pembelot  kepada surat kabar Korea Selatan.The Research Association of  Vision of North Korea telah mewawancarai 21 pembelot Korut yang  sebelumnya tinggal di Kilju, area tedekat dari situs uji coba senjata  nuklir di Punngye-ri. Menurut mereka, dampak uji coba senjata itu juga  menyebabkan 80 persen tumbuhan mati karena radiasi nuklir.Situs  Punngye-ri merupakan lokasi dari enam uji coba senjata nuklir Korea  Utara, termasuk yang terkuat pada 3 September 2017 lalu. Koran Chosun Ilbo melaporkan, para warga Korea Utara di daerah sekitar khawatir terkontaminasi radiasi nuklir.&amp;rdquo;Saya  mendengar dari seorang kerabat di Kilju bahwa bayi yang cacat lahir di  rumah sakit di sana,&amp;rdquo; kata seorang pembelot, yang identitasnya  dilindungi surat kabar Korea Selatan tersebut.&amp;ldquo;Saya berbicara di  telefon dengan anggota keluarga yang saya tinggalkan di sana dan mereka  mengatakan kepada saya bahwa semua sumur bawah tanah mengering setelah  uji coba nuklir keenam,&amp;rdquo; kata pembelot lainnya.Menurut mereka,  air minum di wilayah tersebut mengalir turun dari Gunung Mantap&amp;mdash;ada yang  menyebutnya Montap&amp;mdash;, gunung yang menjadi lokasi uji coba senjata nuklir  di bawah tanah.

(Baca juga: Gawat! Berkali-kali Dihajar Ledakan, Situs Nuklir Korut Alami Fenomena 'Sindrom Gunung Lemah')
Mereka menambahkan, pihak berwenang meninggalkan  penduduk di daerah tersebut untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan  tidak memberikan peringatan sebelum peledakan senjata nuklir maupun  memberikan perlindungan sesudahnya.Seorang pembelot yang  melarikan diri dari Korea Utara pada Tahun 2010 mengingat bagaimana  tentara dan anggota keluarga mereka dievakuasi sebelum dua tes senjata  nuklir dilakukan. Dua uji coba senjata nuklir ini terjadi di era  pemerintahan ayah Kim Jong-un, yakni Kim Jong-il.&amp;rdquo;Selama uji  coba nuklir pertama (Oktober 2006) dan yang kedua (Mei 2009), hanya  anggota keluarga tentara yang dievakuasi ke poros bawah tanah. Orang  awam sama sekali tidak sadar akan tes tersebut,&amp;rdquo; kenang seorang pembelot  yang identitasnya juga dilindungi.&amp;rdquo;Saya secara pribadi melihat mayat mengambang di sungai dengan anggota tubuh mereka terputus,&amp;rdquo; lanjut pembelot tersebut.&amp;rdquo;Jika  Anda menanam pohon di pegunungan di sana, 80 persennya mati. Anda bisa  menyalahkannya pada penanaman yang buruk, tapi jumlah pohon yang mati  lebih tinggi daripada di pegunungan lain,&amp;rdquo; imbuh pembelot lain yang  dilansir dari Fox News, Kamis (9/11/2017).

Pemerintah Korea Utara belum merespons soal laporan dari dampak uji coba  senjata nuklir di situs Punngye-ri. Sebelumnya, Pemerintah Kim Jong-un  mengecam laporan stasiun televisi Jepang yang mengklaim bahwa setidaknya  200 orang tewas ketika terowongan bawah tanah di situs uji coba nuklir  runtuh. Pyongyang melalui media pemerintah, KCNA, menuding laporan itu palsu dan fitnah terhadap kemajuan pengembangan senjata nuklir mereka.</description><content:encoded>SEOUL - Tes senjata nuklir Korea  Utara (Korut) telah mengubah wilayah situs uji coba menjadi gurun pasir  dan bayi-bayi di daerah terdekat terlahir cacat. Kondisi kengerian dari  uji coba senjata berbahaya itu dipaparkan hampir dua lusin pembelot  kepada surat kabar Korea Selatan.The Research Association of  Vision of North Korea telah mewawancarai 21 pembelot Korut yang  sebelumnya tinggal di Kilju, area tedekat dari situs uji coba senjata  nuklir di Punngye-ri. Menurut mereka, dampak uji coba senjata itu juga  menyebabkan 80 persen tumbuhan mati karena radiasi nuklir.Situs  Punngye-ri merupakan lokasi dari enam uji coba senjata nuklir Korea  Utara, termasuk yang terkuat pada 3 September 2017 lalu. Koran Chosun Ilbo melaporkan, para warga Korea Utara di daerah sekitar khawatir terkontaminasi radiasi nuklir.&amp;rdquo;Saya  mendengar dari seorang kerabat di Kilju bahwa bayi yang cacat lahir di  rumah sakit di sana,&amp;rdquo; kata seorang pembelot, yang identitasnya  dilindungi surat kabar Korea Selatan tersebut.&amp;ldquo;Saya berbicara di  telefon dengan anggota keluarga yang saya tinggalkan di sana dan mereka  mengatakan kepada saya bahwa semua sumur bawah tanah mengering setelah  uji coba nuklir keenam,&amp;rdquo; kata pembelot lainnya.Menurut mereka,  air minum di wilayah tersebut mengalir turun dari Gunung Mantap&amp;mdash;ada yang  menyebutnya Montap&amp;mdash;, gunung yang menjadi lokasi uji coba senjata nuklir  di bawah tanah.

(Baca juga: Gawat! Berkali-kali Dihajar Ledakan, Situs Nuklir Korut Alami Fenomena 'Sindrom Gunung Lemah')
Mereka menambahkan, pihak berwenang meninggalkan  penduduk di daerah tersebut untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan  tidak memberikan peringatan sebelum peledakan senjata nuklir maupun  memberikan perlindungan sesudahnya.Seorang pembelot yang  melarikan diri dari Korea Utara pada Tahun 2010 mengingat bagaimana  tentara dan anggota keluarga mereka dievakuasi sebelum dua tes senjata  nuklir dilakukan. Dua uji coba senjata nuklir ini terjadi di era  pemerintahan ayah Kim Jong-un, yakni Kim Jong-il.&amp;rdquo;Selama uji  coba nuklir pertama (Oktober 2006) dan yang kedua (Mei 2009), hanya  anggota keluarga tentara yang dievakuasi ke poros bawah tanah. Orang  awam sama sekali tidak sadar akan tes tersebut,&amp;rdquo; kenang seorang pembelot  yang identitasnya juga dilindungi.&amp;rdquo;Saya secara pribadi melihat mayat mengambang di sungai dengan anggota tubuh mereka terputus,&amp;rdquo; lanjut pembelot tersebut.&amp;rdquo;Jika  Anda menanam pohon di pegunungan di sana, 80 persennya mati. Anda bisa  menyalahkannya pada penanaman yang buruk, tapi jumlah pohon yang mati  lebih tinggi daripada di pegunungan lain,&amp;rdquo; imbuh pembelot lain yang  dilansir dari Fox News, Kamis (9/11/2017).

Pemerintah Korea Utara belum merespons soal laporan dari dampak uji coba  senjata nuklir di situs Punngye-ri. Sebelumnya, Pemerintah Kim Jong-un  mengecam laporan stasiun televisi Jepang yang mengklaim bahwa setidaknya  200 orang tewas ketika terowongan bawah tanah di situs uji coba nuklir  runtuh. Pyongyang melalui media pemerintah, KCNA, menuding laporan itu palsu dan fitnah terhadap kemajuan pengembangan senjata nuklir mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
