<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Sang 'Pembasmi' 11 Pangeran Korup</title><description>Putra Raja Salman ini lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri  Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup"/><item><title>Mengenal Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Sang 'Pembasmi' 11 Pangeran Korup</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup</guid><pubDate>Kamis 09 November 2017 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup-EJ7IHIKWM9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Foto: Al Monitor)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811144/mengenal-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-sang-pembasmi-11-pangeran-korup-EJ7IHIKWM9.jpg</image><title>Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Foto: Al Monitor)</title></images><description>RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengalami perubahan  besar-besaran di era pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.  Namun, aktor &amp;ldquo;pengguncang&amp;rdquo; negara itu bukanlah Raja Salman, melainkan  Putra Mahkota Mohammed bin Salman, merupakan anak kandungnya sendiri.Putra  Mahkota yang dikenal dengan sapaan MBS ini tercatat sebagai menteri  pertahanan termuda di dunia. Di usia 32 tahun, dia tak hanya memainkan  peran penting dalam perseteruan regional dengan Iran dan perang di  Yaman, tapi juga melakukan &amp;ldquo;pembersihan&amp;rdquo; di lingkungan kerajaan dari  praktik korupsi.MBS yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Kerajaan Saudi ini, juga merombak image negaranya dari konservatif menuju ke arah moderat, bahkan akan  menyaingi Barat dalam bidang tertentu melalui program reformasi &amp;ldquo;Vision  2030&amp;rdquo;.Mengutip laporan Al Jazeera, Kamis (9/11/2017),  putra Raja Salman ini lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri  Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang  pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen.Pada Tahun 2008, Pangeran Salman menikahi Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdulaziz al-Saud. Pasangan ini memiliki tiga anak.
(Baca juga: Pangeran Alwaleed Ditangkap KPK Arab Saudi, Mohammed bin Salman Kian Berkuasa di Arab Saudi?)Dia menerima pendidikan dasar di Riyadh, ibu kota negara tersebut, di mana dia berada di antara 10 besar siswa dari kerajaan.Dia  memperoleh gelar sarjana hukum dari King Saud University. Sepanjang  waktunya sebagai mahasiswa, Pangeran Salman terdaftar dalam berbagai  program pelatihan.Kehidupan ProfesionalSetelah  lulus, Pangeran Salman mendirikan sejumlah perusahaan sebelum dia  terlibat dalam pekerjaan di pemerintahan. Dia menjabat sebagai  Sekretaris Jenderal Riyadh Competitive Council (Dewan Kompetitif  Riyadh), Penasihat Khusus Ketua Dewan untuk Yayasan King Abdulaziz, dan  sebagai anggota dewan pengawas bagi masyarakat Albir untuk pembangunan.Sebagai  bagian dari karya filantropisnya, dia juga mendirikan MiSK Foundation,  sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk menumbuhkan pembelajaran  dan kepemimpinan di masa muda Saudi. Organisasi ini juga mengembangkan  perusahaan pemula di Saudi melalui berbagai program inkubasi bisnis.
(Baca juga: Ditangkap, Pangeran Arab Saudi Dituduh Lakukan Suap hingga Pencucian Uang)Pada Tahun 2013, dia dianugerahi penghargaan &quot;Personality of the Year&quot; oleh  Forbes Middle East untuk perannya sebagai ketua Yayasan MiSK.  Penghargaan ini sebagai pengakuan atas dukungannya terhadap pemuda Saudi  dan perkembangannya.PolitikPangeran  Salman memulai perjalanan politiknya saat dia menjadi penasihat penuh  waktu untuk dewan menteri selama dua tahun pada 2007.Pada Tahun 2009, dia menjadi penasihat khusus untuk ayahnya, yang  merupakan Gubernur Riyadh pada saat itu, dan terus melayani komisi ahli  kabinet Saudi sebagai konsultan paruh waktu sampai Maret 2013.Pangeran  tersebut ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Saudi pada tanggal 23  Januari 2015, setelah ayahnya naik takhta. Pada tahun yang sama, dia  diangkat sebagai Wakil Putra Mahkota.Langkahnya yang paling  menonjol selama menjabat Menteri Pertahanan adalah memimpin &amp;ldquo;Operation  Decisive Storm&amp;rdquo;, sebuah serangan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi, di  Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi. Operasi diluncurkan hanya dua  bulan setelah dia diangkat jadi menteri.Namanya, semakin menjadi  sorotan dunia setelah bulan ini komite anti-korupsi yang baru dibentuk  menangkap 11 pangeran, empat menteri senior, banyak mantan menteri serta  para pengusaha terkait dugaan korupsi. Penangkapan massal dalam operasi  &amp;ldquo;sapu bersih korupsi&amp;rdquo; di Saudi ini atas perintah MBS.Pada bulan  April 2016, dia memperkenalkan program reformasi &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;, sebuah  visi Arab Saudi tentang masa depan, yang bertujuan menjadikan Kerajaan  sebagai jantung dunia Arab dan Islam. Program itu juga untuk menjadi  Saudi sebagai sebuah pusat investasi, dan &amp;ldquo;pemain penting&amp;rdquo; tiga benua.Inisiatif  reformasi itu berusaha untuk melakukan diversifikasi dan privatisasi  ekonomi, dan untuk mengurangi ketergantungan Saudi pada sektor minyak.  Pada tahun 2030, inisiatif ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem  e-government.Pangeran Mahkota juga telah meminta pembangunan di  sektor hiburan yang lebih banyak di Kerajaan tersebut. Di bawah  pengaruhnya, kabinet Saudi mengeluarkan peraturan untuk memangkas  kekuasaan polisi agama, dan sebuah otoritas hiburan didirikan pada Mei  2016.Dalam upayanya untuk mengganti tradisi, dia juga melibatkan  ilmuwan Muslim muda Saudi yang aktif di media sosial. Salah satu  gebrakannya adalah dibolehkannya para perempuan untuk mengemudikan mobil  yang selama ini ditentang keras para ulama konservatif. Beberapa tahun  mendatang, Saudi juga membebaskan perempuan untuk menonton olaharga di  stadion.Bahkan, dalam program reformasi yang dicanangkan MBS,  Saudi berencana membangun resort di Laut Merah yang membebaskan para  wanita mengenakan bikini.</description><content:encoded>RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengalami perubahan  besar-besaran di era pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.  Namun, aktor &amp;ldquo;pengguncang&amp;rdquo; negara itu bukanlah Raja Salman, melainkan  Putra Mahkota Mohammed bin Salman, merupakan anak kandungnya sendiri.Putra  Mahkota yang dikenal dengan sapaan MBS ini tercatat sebagai menteri  pertahanan termuda di dunia. Di usia 32 tahun, dia tak hanya memainkan  peran penting dalam perseteruan regional dengan Iran dan perang di  Yaman, tapi juga melakukan &amp;ldquo;pembersihan&amp;rdquo; di lingkungan kerajaan dari  praktik korupsi.MBS yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Kerajaan Saudi ini, juga merombak image negaranya dari konservatif menuju ke arah moderat, bahkan akan  menyaingi Barat dalam bidang tertentu melalui program reformasi &amp;ldquo;Vision  2030&amp;rdquo;.Mengutip laporan Al Jazeera, Kamis (9/11/2017),  putra Raja Salman ini lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri  Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang  pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen.Pada Tahun 2008, Pangeran Salman menikahi Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdulaziz al-Saud. Pasangan ini memiliki tiga anak.
(Baca juga: Pangeran Alwaleed Ditangkap KPK Arab Saudi, Mohammed bin Salman Kian Berkuasa di Arab Saudi?)Dia menerima pendidikan dasar di Riyadh, ibu kota negara tersebut, di mana dia berada di antara 10 besar siswa dari kerajaan.Dia  memperoleh gelar sarjana hukum dari King Saud University. Sepanjang  waktunya sebagai mahasiswa, Pangeran Salman terdaftar dalam berbagai  program pelatihan.Kehidupan ProfesionalSetelah  lulus, Pangeran Salman mendirikan sejumlah perusahaan sebelum dia  terlibat dalam pekerjaan di pemerintahan. Dia menjabat sebagai  Sekretaris Jenderal Riyadh Competitive Council (Dewan Kompetitif  Riyadh), Penasihat Khusus Ketua Dewan untuk Yayasan King Abdulaziz, dan  sebagai anggota dewan pengawas bagi masyarakat Albir untuk pembangunan.Sebagai  bagian dari karya filantropisnya, dia juga mendirikan MiSK Foundation,  sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk menumbuhkan pembelajaran  dan kepemimpinan di masa muda Saudi. Organisasi ini juga mengembangkan  perusahaan pemula di Saudi melalui berbagai program inkubasi bisnis.
(Baca juga: Ditangkap, Pangeran Arab Saudi Dituduh Lakukan Suap hingga Pencucian Uang)Pada Tahun 2013, dia dianugerahi penghargaan &quot;Personality of the Year&quot; oleh  Forbes Middle East untuk perannya sebagai ketua Yayasan MiSK.  Penghargaan ini sebagai pengakuan atas dukungannya terhadap pemuda Saudi  dan perkembangannya.PolitikPangeran  Salman memulai perjalanan politiknya saat dia menjadi penasihat penuh  waktu untuk dewan menteri selama dua tahun pada 2007.Pada Tahun 2009, dia menjadi penasihat khusus untuk ayahnya, yang  merupakan Gubernur Riyadh pada saat itu, dan terus melayani komisi ahli  kabinet Saudi sebagai konsultan paruh waktu sampai Maret 2013.Pangeran  tersebut ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Saudi pada tanggal 23  Januari 2015, setelah ayahnya naik takhta. Pada tahun yang sama, dia  diangkat sebagai Wakil Putra Mahkota.Langkahnya yang paling  menonjol selama menjabat Menteri Pertahanan adalah memimpin &amp;ldquo;Operation  Decisive Storm&amp;rdquo;, sebuah serangan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi, di  Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi. Operasi diluncurkan hanya dua  bulan setelah dia diangkat jadi menteri.Namanya, semakin menjadi  sorotan dunia setelah bulan ini komite anti-korupsi yang baru dibentuk  menangkap 11 pangeran, empat menteri senior, banyak mantan menteri serta  para pengusaha terkait dugaan korupsi. Penangkapan massal dalam operasi  &amp;ldquo;sapu bersih korupsi&amp;rdquo; di Saudi ini atas perintah MBS.Pada bulan  April 2016, dia memperkenalkan program reformasi &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;, sebuah  visi Arab Saudi tentang masa depan, yang bertujuan menjadikan Kerajaan  sebagai jantung dunia Arab dan Islam. Program itu juga untuk menjadi  Saudi sebagai sebuah pusat investasi, dan &amp;ldquo;pemain penting&amp;rdquo; tiga benua.Inisiatif  reformasi itu berusaha untuk melakukan diversifikasi dan privatisasi  ekonomi, dan untuk mengurangi ketergantungan Saudi pada sektor minyak.  Pada tahun 2030, inisiatif ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem  e-government.Pangeran Mahkota juga telah meminta pembangunan di  sektor hiburan yang lebih banyak di Kerajaan tersebut. Di bawah  pengaruhnya, kabinet Saudi mengeluarkan peraturan untuk memangkas  kekuasaan polisi agama, dan sebuah otoritas hiburan didirikan pada Mei  2016.Dalam upayanya untuk mengganti tradisi, dia juga melibatkan  ilmuwan Muslim muda Saudi yang aktif di media sosial. Salah satu  gebrakannya adalah dibolehkannya para perempuan untuk mengemudikan mobil  yang selama ini ditentang keras para ulama konservatif. Beberapa tahun  mendatang, Saudi juga membebaskan perempuan untuk menonton olaharga di  stadion.Bahkan, dalam program reformasi yang dicanangkan MBS,  Saudi berencana membangun resort di Laut Merah yang membebaskan para  wanita mengenakan bikini.</content:encoded></item></channel></rss>
