<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! AS-Korut Memanas, Hawaii Adopsi Sinyal Peringatan Serangan Nuklir</title><description>Negara bagian Hawaii akhirnya mengadopsi  sinyal peringatan serangan nuklir setelah ketegangan antara AS-Korut meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir"/><item><title>Wah! AS-Korut Memanas, Hawaii Adopsi Sinyal Peringatan Serangan Nuklir</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir</guid><pubDate>Kamis 09 November 2017 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir-uedfLKUflJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para petugas di Hawaii memasang sinyal ancaman serangan nuklir. (Foto: Facebook Hawaii Emergency Management Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/18/1811209/wah-as-korut-memanas-hawaii-adopsi-sinyal-peringatan-serangan-nuklir-uedfLKUflJ.jpg</image><title>Para petugas di Hawaii memasang sinyal ancaman serangan nuklir. (Foto: Facebook Hawaii Emergency Management Agency)</title></images><description>HONOLULU - Negara bagian Hawaii akhirnya mengadopsi  sinyal peringatan serangan nuklir setelah ketegangan antara Amerika  Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) terus meningkat. Negara bagian AS itu  sedang bersiap untuk memperkenalkan sinyal yang akan memberi tahu  penduduknya tentang ancaman serangan nuklir dari Pyongyang.&amp;rdquo;Mulai  1 Desember, alat kedua sinyal peringatan serangan akan ditambahkan ke  sistem tanggap darurat,&amp;rdquo; kata Administrator Manajemen Darurat Hawaii, Vern Miyagi.&amp;ldquo;Sinyal peringatan serangan tersebut menyarankan  setiap orang untuk segera menuju tempat tinggal, masuk ke dalam, tinggal  di dalam dan tetap bertahan di sana,&amp;rdquo; ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/11/2017).Pada  hari kerja pertama setiap bulannya, Hawaii melakukan uji coba Sistem  Peringatan Darurat (EAS) yang terpasang di seluruh negara bagian dan  yang mengingatkan masyarakat akan potensi bencana alam, seperti letusan  gunung berapi dan tsunami. Namun, setelah meningkatnya ketegangan  baru-baru ini di semenanjung Korea, Hawaii mengumumkan langkah-langkah  tambahan untuk memperingatkan masyarakat tentang potensi ancaman nuklir.
(Baca juga: Bahas Rudal Pyongyang, Trump Minta China Putus Hubungan Keuangan dengan Korut)Pejabat  Eksekutif Manajemen Darurat Hawaii Toby Clairmont mengatakan,  peringatan baru akan terdengar pada tanggal 1 Desember, mengikuti tes  sirene reguler pada pukul 11.45 waktu setempat. Hawaii mau tidak  mau harus bersiap diri menghadapi potensi serangan nuklir Pyongyang  karena wilayah itu menjadi rumah bagi Armada Pasifik AS.Otoritas  setempat memperkirakan bahwa ledakan bom berkapasitas 150 kiloton  secara hipotetis akan menyebabkan sekitar 18.000 korban tewas dan korban  luka antara 50.000 sampai 120.000 orang.Ketakutan akan  &amp;ldquo;skenario kiamat&amp;rdquo; akibat serangan nuklir dipicu oleh tes senjata nuklir  jenis bom hidrogen Korut pada awal September 2017 lalu. Bom berbahaya  itu berpotensi dipasang di rudal balistik antar-benua (ICBM) yang bisa  menjangkau Hawaii.&amp;rdquo;Seberapa besar korban (dari skenario serangan  Korea Utara), kami berbicara tentang kemungkinan 10 persen,&amp;rdquo; kata  Miyagi dalam sebuah presentasi.Wilayah AS lain yang berpotensi  diserang militer rezim Kim Jong-un adalah Guam dan Alaska, karena  relatif lebih dekat ketimbang wilayah AS yang lain.</description><content:encoded>HONOLULU - Negara bagian Hawaii akhirnya mengadopsi  sinyal peringatan serangan nuklir setelah ketegangan antara Amerika  Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) terus meningkat. Negara bagian AS itu  sedang bersiap untuk memperkenalkan sinyal yang akan memberi tahu  penduduknya tentang ancaman serangan nuklir dari Pyongyang.&amp;rdquo;Mulai  1 Desember, alat kedua sinyal peringatan serangan akan ditambahkan ke  sistem tanggap darurat,&amp;rdquo; kata Administrator Manajemen Darurat Hawaii, Vern Miyagi.&amp;ldquo;Sinyal peringatan serangan tersebut menyarankan  setiap orang untuk segera menuju tempat tinggal, masuk ke dalam, tinggal  di dalam dan tetap bertahan di sana,&amp;rdquo; ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/11/2017).Pada  hari kerja pertama setiap bulannya, Hawaii melakukan uji coba Sistem  Peringatan Darurat (EAS) yang terpasang di seluruh negara bagian dan  yang mengingatkan masyarakat akan potensi bencana alam, seperti letusan  gunung berapi dan tsunami. Namun, setelah meningkatnya ketegangan  baru-baru ini di semenanjung Korea, Hawaii mengumumkan langkah-langkah  tambahan untuk memperingatkan masyarakat tentang potensi ancaman nuklir.
(Baca juga: Bahas Rudal Pyongyang, Trump Minta China Putus Hubungan Keuangan dengan Korut)Pejabat  Eksekutif Manajemen Darurat Hawaii Toby Clairmont mengatakan,  peringatan baru akan terdengar pada tanggal 1 Desember, mengikuti tes  sirene reguler pada pukul 11.45 waktu setempat. Hawaii mau tidak  mau harus bersiap diri menghadapi potensi serangan nuklir Pyongyang  karena wilayah itu menjadi rumah bagi Armada Pasifik AS.Otoritas  setempat memperkirakan bahwa ledakan bom berkapasitas 150 kiloton  secara hipotetis akan menyebabkan sekitar 18.000 korban tewas dan korban  luka antara 50.000 sampai 120.000 orang.Ketakutan akan  &amp;ldquo;skenario kiamat&amp;rdquo; akibat serangan nuklir dipicu oleh tes senjata nuklir  jenis bom hidrogen Korut pada awal September 2017 lalu. Bom berbahaya  itu berpotensi dipasang di rudal balistik antar-benua (ICBM) yang bisa  menjangkau Hawaii.&amp;rdquo;Seberapa besar korban (dari skenario serangan  Korea Utara), kami berbicara tentang kemungkinan 10 persen,&amp;rdquo; kata  Miyagi dalam sebuah presentasi.Wilayah AS lain yang berpotensi  diserang militer rezim Kim Jong-un adalah Guam dan Alaska, karena  relatif lebih dekat ketimbang wilayah AS yang lain.</content:encoded></item></channel></rss>
