<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Argumen Sandiaga Soal Pencabutan Larangan Motor di Sudirman-Thamrin</title><description>Sandiaga menambahkan, pihaknya ingin aksesbilitas warga Jakarta terpenuhi dan tidak ada diskriminasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin"/><item><title>Ini Argumen Sandiaga Soal Pencabutan Larangan Motor di Sudirman-Thamrin</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin</guid><pubDate>Kamis 09 November 2017 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin-k71hhCJvLK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/338/1811347/ini-argumen-sandiaga-soal-pencabutan-larangan-motor-di-sudirman-thamrin-k71hhCJvLK.jpg</image><title>Sandiaga Uno. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengizinkan kembali kendaraan roda dua melintas di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, untuk menghilangkan ketimpangan yang ada di Ibu Kota.

&quot;Ketimpangan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,&quot; demikian argumennya yang dilontarkan saat menghadiri suatu acara di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang, Kamis (9/11/2017.

Sandiaga menambahkan, pihaknya ingin aksesbilitas warga Jakarta terpenuhi dan tidak ada diskriminasi. Kini sedang dilakukan pengumpulan data oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mencari sumber masalah dari kesemrawutan di sana.

&quot;Nah, yang bermasalah adalah kesemrawutan, perilaku dari pada pengendara, bukan hanya roda dua, roda empat juga. Roda empat banyak yang menerebos busway, jadi kita semua harus berbasis data,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut, Sandi mengatakan Pemprov DKI juga sedang mengkaji kegunaan dari penerapan sistem ganjil genap bagi mobil. Namun, itu tak menjadi prioritas karena pemerintah sedang konsentrasi mengerjakan persiapan Asian Games 2018.

&quot;Kalau yang ganjil-genap kita akan lihat apa efektivitasnya, tapi menurut saya itu bukan prioritas, yang prioritas sekarang adalah penyiapan untuk Asian Games. Supaya kita punya jalan-jalan protokol itu rapi, ramah untuk pedestrian,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengizinkan kembali kendaraan roda dua melintas di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, untuk menghilangkan ketimpangan yang ada di Ibu Kota.

&quot;Ketimpangan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,&quot; demikian argumennya yang dilontarkan saat menghadiri suatu acara di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang, Kamis (9/11/2017.

Sandiaga menambahkan, pihaknya ingin aksesbilitas warga Jakarta terpenuhi dan tidak ada diskriminasi. Kini sedang dilakukan pengumpulan data oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mencari sumber masalah dari kesemrawutan di sana.

&quot;Nah, yang bermasalah adalah kesemrawutan, perilaku dari pada pengendara, bukan hanya roda dua, roda empat juga. Roda empat banyak yang menerebos busway, jadi kita semua harus berbasis data,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut, Sandi mengatakan Pemprov DKI juga sedang mengkaji kegunaan dari penerapan sistem ganjil genap bagi mobil. Namun, itu tak menjadi prioritas karena pemerintah sedang konsentrasi mengerjakan persiapan Asian Games 2018.

&quot;Kalau yang ganjil-genap kita akan lihat apa efektivitasnya, tapi menurut saya itu bukan prioritas, yang prioritas sekarang adalah penyiapan untuk Asian Games. Supaya kita punya jalan-jalan protokol itu rapi, ramah untuk pedestrian,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
