<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HARI PAHLAWAN: Miris! Keberadaan Makam Lima Pahlawan Ini Masih Misterius</title><description>Akan tetapi, dari lebih 160 pahlawan nasional, ternyata tidak semua mendapatkan tempat yang terhormat di taman makam pahlawan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/10/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/10/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius"/><item><title>HARI PAHLAWAN: Miris! Keberadaan Makam Lima Pahlawan Ini Masih Misterius</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/10/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/10/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2017 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Sahroji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius-KISwHzaRK1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/337/1811533/hari-pahlawan-miris-keberadaan-makam-lima-pahlawan-ini-masih-misterius-KISwHzaRK1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Untuk menghormati jasa pahlawan, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional. Cukup banyak tokoh yang telah dianugerahi gelar tersebut. Akan tetapi, dari lebih 160 pahlawan nasional, ternyata tidak semua mendapatkan tempat yang terhormat di taman makam pahlawan, baik di pusat mau pun di daerah. Hingga kini, ada beberapa pahlawan nasional yang pusaranya tidak diketahui.

Berikut 5 pahlawan nasional yang makamnya masih misterius hingga kini.

1. Martha Christina Tiahahu

Gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusa Laut, Maluku ini ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, bersama sang ayah, Kapitan Paulus Tiahahu, yang juga membantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817. Padahal, saat itu Martha Christina Tiahahu masih berusia belasan tahun. Dia akhirnya menemui ajal dalam usia 17 tahun di atas kapal perang Eversten milik Belanda, dan jasadnya dibuang ke Laut Banda tanggal 2 Januari 1818.

2. Laksamana Madya TNI (Ant) Yosaphat Soedarso

Namanya lebih dikenal sebagai Komodor Yos Sudarso, yang gugur bersama KRI Macan Tutul dalam peristiwa pertempuran Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962, setelah ditembak kapal patroli Hr Ms Eversten milik Belanda pada masa kampanye Trikora. Namun, jasad Kepala Staf Angkatan Laut TNI kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 24 November 1925 ini tidak pernah lagi ditemukan. Kini namanya diabadikan menjadi nama KRI dan pulau, selain pahlawan nasional.

3. Supriyadi
&amp;nbsp;
Pahlawan nasional yang makamnya masih misterius ini adalah pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap Jepang di Blitar pada bulan Februari 1945. Soeprijadi sempat ditunjuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial. Namun, pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923 ini diganti pada Oktober 1945, karena tak pernah muncul. Hingga kini, tidak diketahui bagaimana dan di mana dia wafat.

4. Gusti Ketut Jelantik

Patih Kerajaan Buleleng ini merupakan salah seorang pahlawan nasional Indonesia berasal dari Karangasem, Bali. I Gusti Ketut Jelantik turut berperan dalam Perang Jagaraga di Bali pada tahun 1849. Dia dikenal sebagai tokoh yang sangat anti terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Perang itu berakhir dengan puputan, di mana mereka berjuang hingga titik darah penghabisan. I Gusti Ketut Jelantik pun gugur di kawasan Gunung Batur, Kintamani.

5. Dr Moewardi
&amp;nbsp;
Dokter lulusan STOVIA kelahiran Pati, Jawa Tengah, 1907 ini ikut terlibat dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, selain juga sebagai Ketua Barisan Pelopor tahun 1945. Setelah kemerdekaan, dr Moewardi pun membentuk gerakan rakyat untuk melawan aksi-aksi PKI. Namun, dia dikabarkan hilang dan diduga dibunuh dalam peristiwa pemberontakan PKI di Madiun pada bulan Oktober 1948, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah saat itu, Soeryo.

(ydp)</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk menghormati jasa pahlawan, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional. Cukup banyak tokoh yang telah dianugerahi gelar tersebut. Akan tetapi, dari lebih 160 pahlawan nasional, ternyata tidak semua mendapatkan tempat yang terhormat di taman makam pahlawan, baik di pusat mau pun di daerah. Hingga kini, ada beberapa pahlawan nasional yang pusaranya tidak diketahui.

Berikut 5 pahlawan nasional yang makamnya masih misterius hingga kini.

1. Martha Christina Tiahahu

Gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusa Laut, Maluku ini ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, bersama sang ayah, Kapitan Paulus Tiahahu, yang juga membantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817. Padahal, saat itu Martha Christina Tiahahu masih berusia belasan tahun. Dia akhirnya menemui ajal dalam usia 17 tahun di atas kapal perang Eversten milik Belanda, dan jasadnya dibuang ke Laut Banda tanggal 2 Januari 1818.

2. Laksamana Madya TNI (Ant) Yosaphat Soedarso

Namanya lebih dikenal sebagai Komodor Yos Sudarso, yang gugur bersama KRI Macan Tutul dalam peristiwa pertempuran Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962, setelah ditembak kapal patroli Hr Ms Eversten milik Belanda pada masa kampanye Trikora. Namun, jasad Kepala Staf Angkatan Laut TNI kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 24 November 1925 ini tidak pernah lagi ditemukan. Kini namanya diabadikan menjadi nama KRI dan pulau, selain pahlawan nasional.

3. Supriyadi
&amp;nbsp;
Pahlawan nasional yang makamnya masih misterius ini adalah pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap Jepang di Blitar pada bulan Februari 1945. Soeprijadi sempat ditunjuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial. Namun, pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923 ini diganti pada Oktober 1945, karena tak pernah muncul. Hingga kini, tidak diketahui bagaimana dan di mana dia wafat.

4. Gusti Ketut Jelantik

Patih Kerajaan Buleleng ini merupakan salah seorang pahlawan nasional Indonesia berasal dari Karangasem, Bali. I Gusti Ketut Jelantik turut berperan dalam Perang Jagaraga di Bali pada tahun 1849. Dia dikenal sebagai tokoh yang sangat anti terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Perang itu berakhir dengan puputan, di mana mereka berjuang hingga titik darah penghabisan. I Gusti Ketut Jelantik pun gugur di kawasan Gunung Batur, Kintamani.

5. Dr Moewardi
&amp;nbsp;
Dokter lulusan STOVIA kelahiran Pati, Jawa Tengah, 1907 ini ikut terlibat dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, selain juga sebagai Ketua Barisan Pelopor tahun 1945. Setelah kemerdekaan, dr Moewardi pun membentuk gerakan rakyat untuk melawan aksi-aksi PKI. Namun, dia dikabarkan hilang dan diduga dibunuh dalam peristiwa pemberontakan PKI di Madiun pada bulan Oktober 1948, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah saat itu, Soeryo.

(ydp)</content:encoded></item></channel></rss>
