<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Macan Tutul Sunda Langka Terlihat di Pulau Kalimantan </title><description>Hewan langka tersebut jarang terlihat di waktu siang karena kerap berburu mangsa di malam hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan"/><item><title>Wah! Macan Tutul Sunda Langka Terlihat di Pulau Kalimantan </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2017 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan-8LPC0S0Dg0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Seekor macan tutul sunda betina terlihat berkeliaran di sebuah hutan di Sabah, Malaysia (Foto: Michael Gordon/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/11/18/1812498/wah-macan-tutul-sunda-langka-terlihat-di-pulau-kalimantan-8LPC0S0Dg0.JPG</image><title>Seekor macan tutul sunda betina terlihat berkeliaran di sebuah hutan di Sabah, Malaysia (Foto: Michael Gordon/Reuters)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Sungguh beruntung fotografer bernama Michael Gordon saat berada di Deramakot, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Pasalnya, ia berhasil merekam seekor macan tutul Borneo yang langka bersama kedua anaknya di hutan konservasi pekan lalu pada siang hari.
Macan tutul Borneo hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera, Indonesia. Hewan predator itu lebih dikenal di kalangan ahli hewan sebagai Neofelis diardi. Para ahli memperkirakan hanya ada 700 ekor yang hidup di habitat alami yang makin terdesak oleh pembabatan hutan.
&amp;ldquo;Melihat hewan tersebut di siang hari, hampir tidak pernah terjadi, termasuk terlihat bersama anak-anaknya. Macan tutul Sunda sangat sulit dijangkau. Tetapi, saya sudah melihatnya beberapa kali saat berkunjung ke Deramakot pada tiga tahun terakhir,&amp;rdquo; ucap Gordon, mengutip dari Reuters, Sabtu (11/11/2017).

(Kedua ekor anak macan tutul sunda yang berhasil dipotret dengan kamera. Foto: Michael Gordon/Reuters)
World Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan, habitat macan tutul Sunda berkurang 10% setiap tahun selama dua dekade terakhir. Perburuan liar serta pembabatan hutan untuk alasan komersil diduga menjadi penyebab utama tersingkirnya hewan langka tersebut.
Macan tutul Sunda akhirnya harus menyesuaikan diri dengan memangsa monyet, rusa kecil, burung, dan kadal untuk bertahan hidup. Meski demikian, macan tutul Sunda tetap menjadi predator utama di Pulau Kalimantan yang terbagi atas wilayah kedaulatan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Sungguh beruntung fotografer bernama Michael Gordon saat berada di Deramakot, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Pasalnya, ia berhasil merekam seekor macan tutul Borneo yang langka bersama kedua anaknya di hutan konservasi pekan lalu pada siang hari.
Macan tutul Borneo hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera, Indonesia. Hewan predator itu lebih dikenal di kalangan ahli hewan sebagai Neofelis diardi. Para ahli memperkirakan hanya ada 700 ekor yang hidup di habitat alami yang makin terdesak oleh pembabatan hutan.
&amp;ldquo;Melihat hewan tersebut di siang hari, hampir tidak pernah terjadi, termasuk terlihat bersama anak-anaknya. Macan tutul Sunda sangat sulit dijangkau. Tetapi, saya sudah melihatnya beberapa kali saat berkunjung ke Deramakot pada tiga tahun terakhir,&amp;rdquo; ucap Gordon, mengutip dari Reuters, Sabtu (11/11/2017).

(Kedua ekor anak macan tutul sunda yang berhasil dipotret dengan kamera. Foto: Michael Gordon/Reuters)
World Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan, habitat macan tutul Sunda berkurang 10% setiap tahun selama dua dekade terakhir. Perburuan liar serta pembabatan hutan untuk alasan komersil diduga menjadi penyebab utama tersingkirnya hewan langka tersebut.
Macan tutul Sunda akhirnya harus menyesuaikan diri dengan memangsa monyet, rusa kecil, burung, dan kadal untuk bertahan hidup. Meski demikian, macan tutul Sunda tetap menjadi predator utama di Pulau Kalimantan yang terbagi atas wilayah kedaulatan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
</content:encoded></item></channel></rss>
