<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Wartawan Okezone Diduga Dianiaya Oknum Kepolisian Timika</title><description>Sampai disana saya langsung dipukul salah satu oknum dan mereka langsung mulai melakukan pengeroyokan .</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika"/><item><title>Astaga! Wartawan Okezone Diduga Dianiaya Oknum Kepolisian Timika</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika</guid><pubDate>Minggu 12 November 2017 03:36 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika-Noin45UgKZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saldi Hermanto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/12/340/1812602/astaga-wartawan-okezone-diduga-dianiaya-oknum-kepolisian-timika-Noin45UgKZ.jpg</image><title>Saldi Hermanto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Salah seorang wartawan Okezone mengalami kejadian pengeroyokan oleh oknum anggota kepolisian.Korban bernama Saldi Hermanto yang merupakan kontributor di tanah Papua.
Berdasarkan keterangan dari korban yakni Saldi, kronologi kejadian pengeroyokan tersebut berawal saat dirinya mem-posting di akun media sosialnya karena kecewa terhadap petugas kepolisian yang bertindak sesuka hati saat akan melakukan pembubaran perselisihan antar warga.
&amp;ldquo;Mereka tersinggung karena posting-an fb saya dan saya emosi juga pada saat penanganan kericuhan di pasar malam dimana ada perkelahian pemuda dan situasi gaduh. Setelah sudah kondusif tiba-tiba kepolisian datang langsung mengejar dan membabi buta melepas tembakan berulang kali, sehingga masyarakat panik berlarian dan anak saya jatuh serta terinjak,&amp;rdquo; ujar Saldi kepada Okezone, Minggu (12/11/2017).
Saldi menyatakan bahwa isi status medsos Facebooknya berisi &amp;lsquo;Petugas keamanan bukannya mengamankan malah membuat situasi menjadi ricuh&amp;rsquo;. Setelah mem-posting kalimat tersebut Saldi yang kebetulan sedang berkumpul di depan Satlantas langsung di jemput paksa oleh pihak oknum kepolisian ke pos terpadu.
&amp;ldquo;Kebetulan saya lagi kumpul di dekat Satlantas bersama wartawan dan di jemput paksa, terus dibawa pos terpadu di Jalan Budi Utomo dimana pos personel kepolisian dan gabungan Satpol PP. Sampai disana saya langsung dipukul salah satu oknum dan mereka langsung mulai melakukan pengeroyokan hingga saya diinjak,&amp;rdquo; jelasnya.
Saldi menuturkan bahwa setidaknya 6-8 anggota kepolisian menganiaya selama sekira 15-20 menit. Setelah dianiaya di di pos terpadu, Saldi mengaku dibawa ke Polres Timika, sesampai di Mapolres Mimikia, dirinya kembali dianiaya oleh seorang oknum Brimob dan diancam akan dilaporkan karena postingan status saya.
&amp;ldquo;Mereka mau memproses hukum saya dan dibawa ke Polres Timika, sampai disana ada anggota Brimob menghajar saya,&amp;rdquo; terangnya.
Akan tetapi, Saldi langsung mengadukan kasus ini ke Kasat Reskrim Polres Timika. Ia pun disuruh untuk membuat laporan pengeroyokan oleh oknum kepolisian dan melakukan visum terhadap aksi pengeroyokan tersebut.
&amp;ldquo;Kebetulan saya mengadukan kejadian ini ke Kasat Reskrim Polres Timika dan beliau menyuruh saya untuk membuat laporan serta visum,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Salah seorang wartawan Okezone mengalami kejadian pengeroyokan oleh oknum anggota kepolisian.Korban bernama Saldi Hermanto yang merupakan kontributor di tanah Papua.
Berdasarkan keterangan dari korban yakni Saldi, kronologi kejadian pengeroyokan tersebut berawal saat dirinya mem-posting di akun media sosialnya karena kecewa terhadap petugas kepolisian yang bertindak sesuka hati saat akan melakukan pembubaran perselisihan antar warga.
&amp;ldquo;Mereka tersinggung karena posting-an fb saya dan saya emosi juga pada saat penanganan kericuhan di pasar malam dimana ada perkelahian pemuda dan situasi gaduh. Setelah sudah kondusif tiba-tiba kepolisian datang langsung mengejar dan membabi buta melepas tembakan berulang kali, sehingga masyarakat panik berlarian dan anak saya jatuh serta terinjak,&amp;rdquo; ujar Saldi kepada Okezone, Minggu (12/11/2017).
Saldi menyatakan bahwa isi status medsos Facebooknya berisi &amp;lsquo;Petugas keamanan bukannya mengamankan malah membuat situasi menjadi ricuh&amp;rsquo;. Setelah mem-posting kalimat tersebut Saldi yang kebetulan sedang berkumpul di depan Satlantas langsung di jemput paksa oleh pihak oknum kepolisian ke pos terpadu.
&amp;ldquo;Kebetulan saya lagi kumpul di dekat Satlantas bersama wartawan dan di jemput paksa, terus dibawa pos terpadu di Jalan Budi Utomo dimana pos personel kepolisian dan gabungan Satpol PP. Sampai disana saya langsung dipukul salah satu oknum dan mereka langsung mulai melakukan pengeroyokan hingga saya diinjak,&amp;rdquo; jelasnya.
Saldi menuturkan bahwa setidaknya 6-8 anggota kepolisian menganiaya selama sekira 15-20 menit. Setelah dianiaya di di pos terpadu, Saldi mengaku dibawa ke Polres Timika, sesampai di Mapolres Mimikia, dirinya kembali dianiaya oleh seorang oknum Brimob dan diancam akan dilaporkan karena postingan status saya.
&amp;ldquo;Mereka mau memproses hukum saya dan dibawa ke Polres Timika, sampai disana ada anggota Brimob menghajar saya,&amp;rdquo; terangnya.
Akan tetapi, Saldi langsung mengadukan kasus ini ke Kasat Reskrim Polres Timika. Ia pun disuruh untuk membuat laporan pengeroyokan oleh oknum kepolisian dan melakukan visum terhadap aksi pengeroyokan tersebut.
&amp;ldquo;Kebetulan saya mengadukan kejadian ini ke Kasat Reskrim Polres Timika dan beliau menyuruh saya untuk membuat laporan serta visum,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
