<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Pria AS 2 Tahun Kerja Paksa di Korut: Dipaksa Tidur Berdiri &amp; Berlutut</title><description>Pria bernama Kenneth Bae ditahan  selama 735 hari oleh rezim Pyongyang setelah dituduh merencanakan  penggulingan Kim Jong-un.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut"/><item><title>Cerita Pria AS 2 Tahun Kerja Paksa di Korut: Dipaksa Tidur Berdiri &amp; Berlutut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut</guid><pubDate>Senin 13 November 2017 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut-QH22QGG0Ko.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenneth Bae. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/13/18/1813050/cerita-pria-as-2-tahun-kerja-paksa-di-korut-dipaksa-tidur-berdiri-berlutut-QH22QGG0Ko.jpg</image><title>Kenneth Bae. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang  pernah menjalani hukuman kerja paksa dua tahun di Korea Utara (Korut)  menceritakan penderitaannya. Selama jadi tahanan rezim Kim Jong-un, dia  mengaku diancam sebagai penjahat perang dan dipaksa tidur dengan  berlutut atau pun berdiri.Pria bernama Kenneth Bae ditahan  selama 735 hari oleh rezim Pyongyang setelah dituduh merencanakan  penggulingan pemimpin Korut Kim Jong-un pada Tahun 2012.Pria  berusia 49 tahun asal Washington tersebut sejatinya bekerja dengan agen  perjalanan yang membantu para wisatawan Kristen mengunjungi Korea Utara.Dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa. Selama ditahan di kamp kerja paksa, Bae kerap ditampilkan media Pyongyang mengenakan jumpsuit biru muda dan diapit oleh tentara Korea Utara.&amp;rdquo;Mereka mengancam saya sampai utusan Amerika datang,&amp;rdquo; katanya kepada Unification Media Group yang berbasis di Korea Selatan. Menurutnya, dia ditangkap setelah warga Korea Utara menemukannya sedang berdoa.Bae  dituduh merencanakan untuk &amp;rdquo;menghancurkan rezim&amp;rdquo; Kim Jong-un setelah  doanya berisi ungkapan-ungkapan yang berharap Korea Utara bisa lolos  dari kemiskinan.
(Baca juga: FOTO: Mengintip Korea Utara, Negara Paling Tertutup di Dunia)Dia dipenjara, diinterogasi, dan dibiarkan  kelaparan. Dia juga harus kerja paksa sepuluh jam sehari selama enam  hari dalam seminggu di sebuah kamp penjara.&amp;ldquo;Ini termasuk bertani, membawa batu, memecahkan cinder blocks, dan menggali parit,&amp;rdquo; ujarnya.Bae  mengungkapkan bahwa Pyongyang mengancam akan melabelinya dengan sebutan  &amp;ldquo;penjahat perang&amp;rdquo;. Dia juga mengaku bahwa aparat Kim Jong-un memaksanya  tidur dengan berlutut atau pun berdiri tegak.&amp;ldquo;Hal yang paling  sulit untuk bertahan adalah tekanan mental yang disebabkan oleh fakta  bahwa saya tidak tahu kapan atau apakah saya akan dilepaskan untuk  melihat keluarga saya. Saya menghabiskan masa-masa sulit dalam  kesepian,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip Daily Star, Senin (13/11/2017).&amp;rdquo;Saya mengalaminya pada suatu hari dengan membaca surat dari rumah dan melihat foto keluarga saya,&amp;rdquo; imbuh dia.
Mantan tahanan tersebut yakin Korut menggunakannya sebagai alat  tawar-menawar untuk menekan pemerintah AS. Dia ditangkap tepat setelah  uji coba nuklir keempat Korut.&amp;ldquo;Inspektur Korea Utara yang  menangani kasus saya datang menemui saya setiap hari Sabtu untuk tahun  terakhir penahanan saya,&amp;rdquo; paparnya.&amp;rdquo;Dia secara psikologis  menekan saya dengan mengatakan hal-hal seperti, 'Anda tidak akan pulang,  tidak ada yang mengingat Anda, bahkan pemerintah Amerika telah  menyingkirkan Anda',&amp;rdquo; kata Bae.Bae dibebaskan pada Tahun 2014 setelah mendapat intervensi dari pemerintah AS yang kala itu dipimpin Presiden Barack Obama.Korea Utara kerap mencurigai orang asing yang tiba di negara tersebut, di mana setiap turis asing diawasi ketat oleh aparat.Awal  tahun ini, tahanan asal AS; Otto Warmbier, kembali ke negaranya dalam  kondisi koma. Warmbier jatuh koma saat menjalani hukuman kerja paksa.  Dia kemudian meninggal beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit di  AS.</description><content:encoded>WASHINGTON - Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang  pernah menjalani hukuman kerja paksa dua tahun di Korea Utara (Korut)  menceritakan penderitaannya. Selama jadi tahanan rezim Kim Jong-un, dia  mengaku diancam sebagai penjahat perang dan dipaksa tidur dengan  berlutut atau pun berdiri.Pria bernama Kenneth Bae ditahan  selama 735 hari oleh rezim Pyongyang setelah dituduh merencanakan  penggulingan pemimpin Korut Kim Jong-un pada Tahun 2012.Pria  berusia 49 tahun asal Washington tersebut sejatinya bekerja dengan agen  perjalanan yang membantu para wisatawan Kristen mengunjungi Korea Utara.Dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa. Selama ditahan di kamp kerja paksa, Bae kerap ditampilkan media Pyongyang mengenakan jumpsuit biru muda dan diapit oleh tentara Korea Utara.&amp;rdquo;Mereka mengancam saya sampai utusan Amerika datang,&amp;rdquo; katanya kepada Unification Media Group yang berbasis di Korea Selatan. Menurutnya, dia ditangkap setelah warga Korea Utara menemukannya sedang berdoa.Bae  dituduh merencanakan untuk &amp;rdquo;menghancurkan rezim&amp;rdquo; Kim Jong-un setelah  doanya berisi ungkapan-ungkapan yang berharap Korea Utara bisa lolos  dari kemiskinan.
(Baca juga: FOTO: Mengintip Korea Utara, Negara Paling Tertutup di Dunia)Dia dipenjara, diinterogasi, dan dibiarkan  kelaparan. Dia juga harus kerja paksa sepuluh jam sehari selama enam  hari dalam seminggu di sebuah kamp penjara.&amp;ldquo;Ini termasuk bertani, membawa batu, memecahkan cinder blocks, dan menggali parit,&amp;rdquo; ujarnya.Bae  mengungkapkan bahwa Pyongyang mengancam akan melabelinya dengan sebutan  &amp;ldquo;penjahat perang&amp;rdquo;. Dia juga mengaku bahwa aparat Kim Jong-un memaksanya  tidur dengan berlutut atau pun berdiri tegak.&amp;ldquo;Hal yang paling  sulit untuk bertahan adalah tekanan mental yang disebabkan oleh fakta  bahwa saya tidak tahu kapan atau apakah saya akan dilepaskan untuk  melihat keluarga saya. Saya menghabiskan masa-masa sulit dalam  kesepian,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip Daily Star, Senin (13/11/2017).&amp;rdquo;Saya mengalaminya pada suatu hari dengan membaca surat dari rumah dan melihat foto keluarga saya,&amp;rdquo; imbuh dia.
Mantan tahanan tersebut yakin Korut menggunakannya sebagai alat  tawar-menawar untuk menekan pemerintah AS. Dia ditangkap tepat setelah  uji coba nuklir keempat Korut.&amp;ldquo;Inspektur Korea Utara yang  menangani kasus saya datang menemui saya setiap hari Sabtu untuk tahun  terakhir penahanan saya,&amp;rdquo; paparnya.&amp;rdquo;Dia secara psikologis  menekan saya dengan mengatakan hal-hal seperti, 'Anda tidak akan pulang,  tidak ada yang mengingat Anda, bahkan pemerintah Amerika telah  menyingkirkan Anda',&amp;rdquo; kata Bae.Bae dibebaskan pada Tahun 2014 setelah mendapat intervensi dari pemerintah AS yang kala itu dipimpin Presiden Barack Obama.Korea Utara kerap mencurigai orang asing yang tiba di negara tersebut, di mana setiap turis asing diawasi ketat oleh aparat.Awal  tahun ini, tahanan asal AS; Otto Warmbier, kembali ke negaranya dalam  kondisi koma. Warmbier jatuh koma saat menjalani hukuman kerja paksa.  Dia kemudian meninggal beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit di  AS.</content:encoded></item></channel></rss>
