<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Ditentang NATO, Turki Nekat Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 Rusia</title><description>Turki resmi memutuskan untuk membeli sistem  pertahanan rudal S-400 Rusia meski ditentang NATO.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia"/><item><title>Meski Ditentang NATO, Turki Nekat Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia</guid><pubDate>Senin 13 November 2017 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia-VqBdZAnDtw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. (Foto: Sputnik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/13/18/1813108/meski-ditentang-nato-turki-nekat-beli-sistem-pertahanan-rudal-s-400-rusia-VqBdZAnDtw.jpg</image><title>Sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. (Foto: Sputnik)</title></images><description>ANKARA - Turki resmi memutuskan untuk membeli sistem  pertahanan rudal S-400 Rusia meski ditentang negara-negara sesama  anggota NATO. Keputusan ini telah dikonfirmasi Menteri Pertahanan  Nurettin Canikli.Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim  mengatakan, kewajiban Ankara sebagai anggota NATO tidak akan terganggu  meski membeli sistem anti-rudal mutakhir Moskow tersebut. Dia mengeluh  sulitnya mendapatkan sistem pertahanan canggih serupa dari negara-negara  aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.&amp;rdquo;Kami sangat  ingin mendapatkannya dari negara-negara anggota NATO, namun gagal  mendapatkan dukungan yang diperlukan dari AS,&amp;rdquo; kata Yildirim. &amp;ldquo;Fakta  bahwa kita telah memasuki kerja sama pertahanan dengan Rusia, tidak  berarti kewajiban kita sebagai anggota NATO terganggu. Kerja sama  semacam itu dengan Rusia hanya untuk menghilangkan ancaman terhadap  Turki dalam jangka pendek,&amp;rdquo; papar Yildirim saat berkunjung ke AS,  seperti dikutip Anadolu.Jenderal Petr Pavel, Ketua  Komite Militer NATO, baru-baru ini memperingatkan Turki tentang  konsekuensi dari kemungkinan pembelian S-400 Rusia.&amp;rdquo;Kedaulatan  jelas ada dalam akuisisi peralatan pertahanan, namun dengan cara yang  sama seperti negara-negara berdaulat dalam membuat keputusan, mereka  juga berdaulat dalam menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut,&amp;rdquo;  kata Pavel yang memberi sinyal penentangan NATO atas keputusan Ankara  tersebut.
(Baca juga: Teken Kesepakatan dengan Rusia, Erdogan: Kami Ambil Langkah Keamanan Sendiri)Pada Minggu, 12 September 2017, Moskow dan Ankara  mencapai kesepakatan mengenai rencana pembelian sistem anti-rudal S-400  ke Turki. Pada tanggal 29 September 2017, ajudan presiden Rusia Vladimir  Kozhin mengonfirmasi bahwa Turki telah melakukan pembayaran di muka  untuk S-400, dan pengiriman dijadwalkan dimulai tahun 2019.Triumph  S-400&amp;mdash;nama NATO-nya; SA-21 Growler&amp;mdash;adalah sistem rudal air-to-air  mobile mutakhir Rusia yang dilengkapi tiga jenis rudal. Sistem ini mampu  menghancurkan target di udara pada jarak pendek hingga sangat jauh. Kepala  Delegasi Turki untuk Majelis Parlementer NATO, Ahmet Berat Conkar,  mengatakan pembelian sistem pertahanan rudal canggih dari Rusia tidak  ditujukan untuk mengirim pesan politik apapun. Namun, semata-mata  didasarkan pada alasan teknis dan finansial.&amp;rdquo;Turki memilih S-400  karena pilihan lain, karena sistem rudal ini memiliki fitur teknis  lebih maju daripada pesaingnya, dengan harga yang lebih baik dan waktu  pengiriman yang lebih singkat,&amp;rdquo; Conkar, kepada Al Jazeera yang dilansir Senin (13/11/2017).Menteri  Pertahanan Turki Nurettin Canikli menegaskan, bahwa kesepakatan  pembelian S-400 dengan Rusia sudah terjadi. &amp;rdquo;Rudal S-400 dibeli. Hanya  detail kecil yang bisa ditangani saat ini,&amp;rdquo; kata Canikli.</description><content:encoded>ANKARA - Turki resmi memutuskan untuk membeli sistem  pertahanan rudal S-400 Rusia meski ditentang negara-negara sesama  anggota NATO. Keputusan ini telah dikonfirmasi Menteri Pertahanan  Nurettin Canikli.Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim  mengatakan, kewajiban Ankara sebagai anggota NATO tidak akan terganggu  meski membeli sistem anti-rudal mutakhir Moskow tersebut. Dia mengeluh  sulitnya mendapatkan sistem pertahanan canggih serupa dari negara-negara  aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.&amp;rdquo;Kami sangat  ingin mendapatkannya dari negara-negara anggota NATO, namun gagal  mendapatkan dukungan yang diperlukan dari AS,&amp;rdquo; kata Yildirim. &amp;ldquo;Fakta  bahwa kita telah memasuki kerja sama pertahanan dengan Rusia, tidak  berarti kewajiban kita sebagai anggota NATO terganggu. Kerja sama  semacam itu dengan Rusia hanya untuk menghilangkan ancaman terhadap  Turki dalam jangka pendek,&amp;rdquo; papar Yildirim saat berkunjung ke AS,  seperti dikutip Anadolu.Jenderal Petr Pavel, Ketua  Komite Militer NATO, baru-baru ini memperingatkan Turki tentang  konsekuensi dari kemungkinan pembelian S-400 Rusia.&amp;rdquo;Kedaulatan  jelas ada dalam akuisisi peralatan pertahanan, namun dengan cara yang  sama seperti negara-negara berdaulat dalam membuat keputusan, mereka  juga berdaulat dalam menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut,&amp;rdquo;  kata Pavel yang memberi sinyal penentangan NATO atas keputusan Ankara  tersebut.
(Baca juga: Teken Kesepakatan dengan Rusia, Erdogan: Kami Ambil Langkah Keamanan Sendiri)Pada Minggu, 12 September 2017, Moskow dan Ankara  mencapai kesepakatan mengenai rencana pembelian sistem anti-rudal S-400  ke Turki. Pada tanggal 29 September 2017, ajudan presiden Rusia Vladimir  Kozhin mengonfirmasi bahwa Turki telah melakukan pembayaran di muka  untuk S-400, dan pengiriman dijadwalkan dimulai tahun 2019.Triumph  S-400&amp;mdash;nama NATO-nya; SA-21 Growler&amp;mdash;adalah sistem rudal air-to-air  mobile mutakhir Rusia yang dilengkapi tiga jenis rudal. Sistem ini mampu  menghancurkan target di udara pada jarak pendek hingga sangat jauh. Kepala  Delegasi Turki untuk Majelis Parlementer NATO, Ahmet Berat Conkar,  mengatakan pembelian sistem pertahanan rudal canggih dari Rusia tidak  ditujukan untuk mengirim pesan politik apapun. Namun, semata-mata  didasarkan pada alasan teknis dan finansial.&amp;rdquo;Turki memilih S-400  karena pilihan lain, karena sistem rudal ini memiliki fitur teknis  lebih maju daripada pesaingnya, dengan harga yang lebih baik dan waktu  pengiriman yang lebih singkat,&amp;rdquo; Conkar, kepada Al Jazeera yang dilansir Senin (13/11/2017).Menteri  Pertahanan Turki Nurettin Canikli menegaskan, bahwa kesepakatan  pembelian S-400 dengan Rusia sudah terjadi. &amp;rdquo;Rudal S-400 dibeli. Hanya  detail kecil yang bisa ditangani saat ini,&amp;rdquo; kata Canikli.</content:encoded></item></channel></rss>
