<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Tentara Korut yang Dihujani Tembakan karena Membelot Dalam Kondisi Kritis</title><description>Dikatakan bahwa tentara tersebut telah  ditembak oleh beberapa tentara Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis"/><item><title>Duh! Tentara Korut yang Dihujani Tembakan karena Membelot Dalam Kondisi Kritis</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis</guid><pubDate>Selasa 14 November 2017 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis-BEE0SO8NwK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Korut yang membelot dirawat di Korsel. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/14/18/1813700/duh-tentara-korut-yang-dihujani-tembakan-karena-membelot-dalam-kondisi-kritis-BEE0SO8NwK.jpg</image><title>Tentara Korut yang membelot dirawat di Korsel. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>SEOUL - Pihak pemerintah dan militer Korea Selatan  (Korsel) mengungkapkan bahwa tentara Korea Utara (Korut) yang mencoba  membelot dalam keadaan kritis. Dikatakan bahwa tentara tersebut telah  ditembak oleh beberapa tentara Korut.&quot;Sampai  pagi ini, kami mendengar dia tidak sadar dan tidak dapat  bernapas sendiri, tapi hidupnya bisa diselamatkan,&quot; kata Suh Uk, seorang  pejabat militer Korsel yang sedang memberi briefing kepada  anggota parlemen.Menurut Suh Uk, tentara Korut tersebut harus  menjalani beberapa prosedur pembedahan. Lima peluru telah diekstraksi  dari tubuh tentara itu sejauh ini.&quot;Tentara tersebut telah  melesat ke arah perbatasan dengan kendaraan saat sebuah rodanya  terlepas. Ia terpaksa melarikan diri di bawah berondongan tembakan dari  tentara Korut yang menembakinya sebanyak 40 kali,&quot; ungkap Suh Uk seperti  dilansir dari Reuters, Selasa (14/11/2017).Dikatakan bahwa tentara tersebut telah ditembak oleh beberapa tentara Korut. &quot;Ia  ditemukan tidak bersenjata dan dibawa ke pembedahan saat masih  berseragam, yang mengindikasikan dia berpangkat rendah,&quot; kata Suh.
(Baca juga: Membelot ke Korsel, Seorang Tentara Korut Ditembaki Teman-temannya)Suh  juga mengatakan Korsel kemudian memberi tahu Korut pada hari Senin  tentang tentara tersebut dan perawatannya yang terus berlanjut melalui  pengeras suara yang dipasang di perbatasan.Sementara itu Lee  Cook-jong, ahli bedah yang menangani perawatan tentara tersebut  mengatakan bahwa kondisinya kritis karena kerusakan usus akibat terkena  peluru.Sementara itu juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel,  Roh Jae-cheon mengatakan militer Korut memutuskan untuk mengambil  tindakan setelah melihat kendaraan yang dikendarai pembelot tersebut  menuju ke perbatasan. Roh mengatakan tidak ada tentara Korsel  atau AS yang terluka dalam insiden tersebut dan pejabat kementerian  pertahanan mengatakan militer Korut tidak menunjukkan adanya gerakan  yang tidak biasa pada hari ini.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2007 seorang tentara Korut membelot di  JSA. Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo, yang juga berada  di parlemen mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya tentara Korut  menembak ke sisi selatan JSA. Kejadian ini memicu keluhan dari beberapa  anggota parlemen bahwa militer Korsel seharusnya juga melepaskan  tembakan ke arah Korut.Pejabat Korsel belum mengidentifikasi dari mana asal tentara tersebut dan apa maksudnya.Sedangkan  dalam pernyataan terpisah, Komando PBB (UNC) mengatakan bahwa prajurit  Korut yang membelot itu berlindung di balik bangunan milik Korsel yang  ada di Area Keamanan Bersama (JSA) yang ada di Zona Demiliterisasi kedua  negara. Ia kemudian diselamatkan oleh tentara Korsel dan Amerika  Serikat (AS) di perbatasan.Komisi persenjataan militer  Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam pernyataan UNC yang sama  bahwa mereka telah menginformasikan kepada militer Korut bahwa tentara  tersebut, yang ditemukan sekitar 50 meter di selatan Jalur Demarkasi  Militer, menjalani operasi untuk luka tembaknya.Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sebuah penyelidikan atas kejadian hari Senin sedang berlangsung.</description><content:encoded>SEOUL - Pihak pemerintah dan militer Korea Selatan  (Korsel) mengungkapkan bahwa tentara Korea Utara (Korut) yang mencoba  membelot dalam keadaan kritis. Dikatakan bahwa tentara tersebut telah  ditembak oleh beberapa tentara Korut.&quot;Sampai  pagi ini, kami mendengar dia tidak sadar dan tidak dapat  bernapas sendiri, tapi hidupnya bisa diselamatkan,&quot; kata Suh Uk, seorang  pejabat militer Korsel yang sedang memberi briefing kepada  anggota parlemen.Menurut Suh Uk, tentara Korut tersebut harus  menjalani beberapa prosedur pembedahan. Lima peluru telah diekstraksi  dari tubuh tentara itu sejauh ini.&quot;Tentara tersebut telah  melesat ke arah perbatasan dengan kendaraan saat sebuah rodanya  terlepas. Ia terpaksa melarikan diri di bawah berondongan tembakan dari  tentara Korut yang menembakinya sebanyak 40 kali,&quot; ungkap Suh Uk seperti  dilansir dari Reuters, Selasa (14/11/2017).Dikatakan bahwa tentara tersebut telah ditembak oleh beberapa tentara Korut. &quot;Ia  ditemukan tidak bersenjata dan dibawa ke pembedahan saat masih  berseragam, yang mengindikasikan dia berpangkat rendah,&quot; kata Suh.
(Baca juga: Membelot ke Korsel, Seorang Tentara Korut Ditembaki Teman-temannya)Suh  juga mengatakan Korsel kemudian memberi tahu Korut pada hari Senin  tentang tentara tersebut dan perawatannya yang terus berlanjut melalui  pengeras suara yang dipasang di perbatasan.Sementara itu Lee  Cook-jong, ahli bedah yang menangani perawatan tentara tersebut  mengatakan bahwa kondisinya kritis karena kerusakan usus akibat terkena  peluru.Sementara itu juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel,  Roh Jae-cheon mengatakan militer Korut memutuskan untuk mengambil  tindakan setelah melihat kendaraan yang dikendarai pembelot tersebut  menuju ke perbatasan. Roh mengatakan tidak ada tentara Korsel  atau AS yang terluka dalam insiden tersebut dan pejabat kementerian  pertahanan mengatakan militer Korut tidak menunjukkan adanya gerakan  yang tidak biasa pada hari ini.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2007 seorang tentara Korut membelot di  JSA. Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo, yang juga berada  di parlemen mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya tentara Korut  menembak ke sisi selatan JSA. Kejadian ini memicu keluhan dari beberapa  anggota parlemen bahwa militer Korsel seharusnya juga melepaskan  tembakan ke arah Korut.Pejabat Korsel belum mengidentifikasi dari mana asal tentara tersebut dan apa maksudnya.Sedangkan  dalam pernyataan terpisah, Komando PBB (UNC) mengatakan bahwa prajurit  Korut yang membelot itu berlindung di balik bangunan milik Korsel yang  ada di Area Keamanan Bersama (JSA) yang ada di Zona Demiliterisasi kedua  negara. Ia kemudian diselamatkan oleh tentara Korsel dan Amerika  Serikat (AS) di perbatasan.Komisi persenjataan militer  Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam pernyataan UNC yang sama  bahwa mereka telah menginformasikan kepada militer Korut bahwa tentara  tersebut, yang ditemukan sekitar 50 meter di selatan Jalur Demarkasi  Militer, menjalani operasi untuk luka tembaknya.Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sebuah penyelidikan atas kejadian hari Senin sedang berlangsung.</content:encoded></item></channel></rss>
