<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hmm... Militer Myanmar Bantah Aksi Kekejaman terhadap Muslim Rohingya</title><description>Militer  Myanmar mengatakan penyelidikan internalnya sendiri telah membebaskan  pasukan keamanan dari semua tuduhan kekejaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya"/><item><title>Hmm... Militer Myanmar Bantah Aksi Kekejaman terhadap Muslim Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya</guid><pubDate>Selasa 14 November 2017 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya-czhp3kVL5e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kekerasan oleh militer Myanmar kepada Muslim Rohingya. (Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/14/18/1813859/hmm-militer-myanmar-bantah-aksi-kekejaman-terhadap-muslim-rohingya-czhp3kVL5e.jpg</image><title>Kekerasan oleh militer Myanmar kepada Muslim Rohingya. (Ist/Sindonews)</title></images><description>YANGON - Militer Myanmar merilis sebuah laporan yang  menolak semua tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan oleh pasukan keamanan.  Aksi kekerasan tentara Myanmar ini telah menyebabkan lebih dari 600 ribu  Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.Pejabat senior  PBB, yang telah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, pada hari  Minggu menuduh militer Myanmar melakukan pemerkosaan massal  terorganisir dan kejahatan lainnya terhadap kemanusiaan.Militer  Myanmar mengatakan penyelidikan internalnya sendiri telah membebaskan  pasukan keamanan dari semua tuduhan kekejaman. Temuan para peneliti  tersebut dimuat di halaman Facebook kepala komandan militer, Jenderal  Senior Min Aung Hlaing.Penyelidikan internal militer Myanmar  mengatakan bahwa menurut 2.817 orang yang diwawancarai dari 54 desa  Rohingya, tentara tidak menembak penduduk desa yang tidak bersalah,  memperkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan.&quot;Juga  tidak ada pembunuhan atau pemukulan terhadap penduduk desa, dan aparat  keamanan tidak melakukan penjarahan atau membakar masjid Rohingya,&quot;  bunyi laporan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/11/2017).
(Baca juga: Myanmar Copot Jenderal yang Pimpin Operasi Militer di Rakhine)Laporan  tersebut juga menyimpulkan bahwa pasukan keamanan hanya menggunakan  senjata ringan dalam bentrokan dengan militan Rohingya dan tidak ada  temuan yang menyatakan penggunaan kekuatan yang berlebihan.Laporan ini juga menyalahkan militan karena membakar desa dan menakut-nakuti dan memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka.Myanmar  menolak masuk ke panel PBB yang ditugaskan untuk menyelidiki tuduhan  pelanggaran setelah serangan militer yang lebih kecil diluncurkan pada  bulan Oktober 2016.Myanmar saat ini masih berada dalam tahap  awal transisi yang rapuh menuju demokrasi setelah dikuasai junta militer  selama 49 tahun. Sejumlah jenderal masih mempertahankan posisi mereka  dalam masalah pertahanan, keamanan, dan perbatasan berdasarkan  konstitusi tahun 2008. Tiga jenderal adalah anggota kabinet.
(Baca juga: Kasihan.. 800 Ribu Rohingya Jalani Hidup 'Sangat Akut' di Bangladesh)Suu  Kyi mengatakan bahwa setiap dugaan kekejaman harus dibuktikan dan  diselidiki, sementara pemerintahnya bekerja untuk menstabilkan Rakhine  agar Muslim Rohingya bisa kembali.Untuk saat ini, meskipun,  aliran warga Rohingya yang kembali masih kecil. Komite Penyelamatan  Internasional, sebuah badan bantuan yang berbasis di New York,  memperkirakan bahwa sekitar dua pertiga dari sekitar 300.000 orang  Rohingya yang tersisa di Myanmar dapat melewati perbatasan dalam  beberapa bulan mendatang.
Perkembangan tersebut terjadi jelang kunjungan Sekretaris Negara Amerika  Serikat (AS) Rex Tillerson pada Rabu esok. Dia diharapkan menyampaikan  pesan tegas kepada jenderal-jenderal Myanmar, yang pemimpin nasionalnya  Aung San Suu Kyi memiliki sedikit kontrol.</description><content:encoded>YANGON - Militer Myanmar merilis sebuah laporan yang  menolak semua tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan oleh pasukan keamanan.  Aksi kekerasan tentara Myanmar ini telah menyebabkan lebih dari 600 ribu  Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.Pejabat senior  PBB, yang telah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, pada hari  Minggu menuduh militer Myanmar melakukan pemerkosaan massal  terorganisir dan kejahatan lainnya terhadap kemanusiaan.Militer  Myanmar mengatakan penyelidikan internalnya sendiri telah membebaskan  pasukan keamanan dari semua tuduhan kekejaman. Temuan para peneliti  tersebut dimuat di halaman Facebook kepala komandan militer, Jenderal  Senior Min Aung Hlaing.Penyelidikan internal militer Myanmar  mengatakan bahwa menurut 2.817 orang yang diwawancarai dari 54 desa  Rohingya, tentara tidak menembak penduduk desa yang tidak bersalah,  memperkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan.&quot;Juga  tidak ada pembunuhan atau pemukulan terhadap penduduk desa, dan aparat  keamanan tidak melakukan penjarahan atau membakar masjid Rohingya,&quot;  bunyi laporan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/11/2017).
(Baca juga: Myanmar Copot Jenderal yang Pimpin Operasi Militer di Rakhine)Laporan  tersebut juga menyimpulkan bahwa pasukan keamanan hanya menggunakan  senjata ringan dalam bentrokan dengan militan Rohingya dan tidak ada  temuan yang menyatakan penggunaan kekuatan yang berlebihan.Laporan ini juga menyalahkan militan karena membakar desa dan menakut-nakuti dan memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka.Myanmar  menolak masuk ke panel PBB yang ditugaskan untuk menyelidiki tuduhan  pelanggaran setelah serangan militer yang lebih kecil diluncurkan pada  bulan Oktober 2016.Myanmar saat ini masih berada dalam tahap  awal transisi yang rapuh menuju demokrasi setelah dikuasai junta militer  selama 49 tahun. Sejumlah jenderal masih mempertahankan posisi mereka  dalam masalah pertahanan, keamanan, dan perbatasan berdasarkan  konstitusi tahun 2008. Tiga jenderal adalah anggota kabinet.
(Baca juga: Kasihan.. 800 Ribu Rohingya Jalani Hidup 'Sangat Akut' di Bangladesh)Suu  Kyi mengatakan bahwa setiap dugaan kekejaman harus dibuktikan dan  diselidiki, sementara pemerintahnya bekerja untuk menstabilkan Rakhine  agar Muslim Rohingya bisa kembali.Untuk saat ini, meskipun,  aliran warga Rohingya yang kembali masih kecil. Komite Penyelamatan  Internasional, sebuah badan bantuan yang berbasis di New York,  memperkirakan bahwa sekitar dua pertiga dari sekitar 300.000 orang  Rohingya yang tersisa di Myanmar dapat melewati perbatasan dalam  beberapa bulan mendatang.
Perkembangan tersebut terjadi jelang kunjungan Sekretaris Negara Amerika  Serikat (AS) Rex Tillerson pada Rabu esok. Dia diharapkan menyampaikan  pesan tegas kepada jenderal-jenderal Myanmar, yang pemimpin nasionalnya  Aung San Suu Kyi memiliki sedikit kontrol.</content:encoded></item></channel></rss>
