<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alamak! Balas Dendam, Pria Ini Menginfeksi Para Pria Gay dengan HIV</title><description>Rowe dinyatakan bersalah atas lima tuduhan melakukan tindakan  menyakitkan dengan niat serius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv"/><item><title>Alamak! Balas Dendam, Pria Ini Menginfeksi Para Pria Gay dengan HIV</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv</guid><pubDate>Kamis 16 November 2017 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv-dH8eTcxByp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daryll Rowe. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815034/alamak-balas-dendam-pria-ini-menginfeksi-para-pria-gay-dengan-hiv-dH8eTcxByp.jpg</image><title>Daryll Rowe. (Foto: Facebook)</title></images><description>BRIGHTON - Seorang penata rambut di Inggris dinyatakan  bersalah karena sengaja menginfeksi lima pria gay dengan HIV sebagai  balas dendam karena terinfeksi dari mantan pacarnya.Pria bernama Daryll Rowe (27), juga mencoba menginfeksi lima pria lagi setelah bertemu melalui aplikasi kencan Grindr.Rowe dinyatakan bersalah atas lima tuduhan melakukan tindakan  menyakitkan dengan niat serius (GBH), dan lima tuduhan GBH lainnya,  dalam sidang Pengadilan Lewes Crown.Juri atau hakim ditunjukkan  bukti bahwa Rowe telah mencela para korbannya. Salah satunya berupa  kiriman SMS terdakwa ke salah satu korban. &amp;rdquo;Saya terinfeksi HIV. Lol.  Ups!,&amp;rdquo; bunyi SMS Rowe.Jaksa mengatakan bahwa Rowe melakukan  &amp;ldquo;kampanye balas dendam&amp;rdquo; di daerah Brighton. Dia berniat menginfeksi pria  sebanyak mungkin selama periode empat bulan yang dimulai sejak Oktober  2015. Dia memperingatkan bahwa mungkin ada korban lebih lanjut.Pengadilan  mendengar keaksian bahwa Rowe berulang kali menyabotase kondom, dan  kemudian mencemooh korbannya. Salah satu korban mengatakan bahwa Rowe  menelefonnya sambil tertawa dan berujar; &amp;rdquo;Saya mendapatkanmu!&amp;rdquo;Rowe  pertama kali ditangkap pada Februari 2016, namun membantah bahwa dia  positif HIV dalam interogasi polisi untuk pertama kalinya. Polisi  mengeluarkan peringatan kesehatan untuk masyarakat dengan meminta pria  yang berhubungan seks dengan pria yang secara deksripsi mirip Rowe agar  menghubungi pihak berwenang.Rowe kemudian melarikan diri pada  bulan November 2016. Dalam pelariannya, dia menargetkan dua pria lagi  wilayah timur laut Inggris. Dalam aksinya, Rowe menggunakan nama palsu.  Dia akhirnya ditangkap dengan ransel berisi kondom yang telah  disabotasee.Pria asal Edinburgh ini didiagnosis menderita HIV  pada bulan April 2015. Dokter menjadi khawatir saat dia berhenti  melakukan pertemuan konsultasi medis dan menolak pengobatan  antiretroviral.Selama persidangan, Rowe membantah sengaja para  pria korbannya. Namun juri pengadilan yang terdiri dari tujuh juri  wanita dan lima juri pria merumuskan vonis dengan berunding selama 18  jam.Caroline Carberry, salah satu juri yang mengadili terdakwa,  mengatakan bahwa&amp;nbsp; terdakwa merasa nyaman dengan tindakannya. Terdakwa,  seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/11/2017) mengaku tidak ingat mengirim telah mengirim SMS yang membebani para korbannya.</description><content:encoded>BRIGHTON - Seorang penata rambut di Inggris dinyatakan  bersalah karena sengaja menginfeksi lima pria gay dengan HIV sebagai  balas dendam karena terinfeksi dari mantan pacarnya.Pria bernama Daryll Rowe (27), juga mencoba menginfeksi lima pria lagi setelah bertemu melalui aplikasi kencan Grindr.Rowe dinyatakan bersalah atas lima tuduhan melakukan tindakan  menyakitkan dengan niat serius (GBH), dan lima tuduhan GBH lainnya,  dalam sidang Pengadilan Lewes Crown.Juri atau hakim ditunjukkan  bukti bahwa Rowe telah mencela para korbannya. Salah satunya berupa  kiriman SMS terdakwa ke salah satu korban. &amp;rdquo;Saya terinfeksi HIV. Lol.  Ups!,&amp;rdquo; bunyi SMS Rowe.Jaksa mengatakan bahwa Rowe melakukan  &amp;ldquo;kampanye balas dendam&amp;rdquo; di daerah Brighton. Dia berniat menginfeksi pria  sebanyak mungkin selama periode empat bulan yang dimulai sejak Oktober  2015. Dia memperingatkan bahwa mungkin ada korban lebih lanjut.Pengadilan  mendengar keaksian bahwa Rowe berulang kali menyabotase kondom, dan  kemudian mencemooh korbannya. Salah satu korban mengatakan bahwa Rowe  menelefonnya sambil tertawa dan berujar; &amp;rdquo;Saya mendapatkanmu!&amp;rdquo;Rowe  pertama kali ditangkap pada Februari 2016, namun membantah bahwa dia  positif HIV dalam interogasi polisi untuk pertama kalinya. Polisi  mengeluarkan peringatan kesehatan untuk masyarakat dengan meminta pria  yang berhubungan seks dengan pria yang secara deksripsi mirip Rowe agar  menghubungi pihak berwenang.Rowe kemudian melarikan diri pada  bulan November 2016. Dalam pelariannya, dia menargetkan dua pria lagi  wilayah timur laut Inggris. Dalam aksinya, Rowe menggunakan nama palsu.  Dia akhirnya ditangkap dengan ransel berisi kondom yang telah  disabotasee.Pria asal Edinburgh ini didiagnosis menderita HIV  pada bulan April 2015. Dokter menjadi khawatir saat dia berhenti  melakukan pertemuan konsultasi medis dan menolak pengobatan  antiretroviral.Selama persidangan, Rowe membantah sengaja para  pria korbannya. Namun juri pengadilan yang terdiri dari tujuh juri  wanita dan lima juri pria merumuskan vonis dengan berunding selama 18  jam.Caroline Carberry, salah satu juri yang mengadili terdakwa,  mengatakan bahwa&amp;nbsp; terdakwa merasa nyaman dengan tindakannya. Terdakwa,  seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/11/2017) mengaku tidak ingat mengirim telah mengirim SMS yang membebani para korbannya.</content:encoded></item></channel></rss>
