<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Militer Zimbabwe Goyang Kekuasaan 37 Tahun 'Grand Old Man' Mugabe</title><description>Banyak pihak menduga militer Zimbabwe ingin menggulingkan Mugabe  yang telah berkuasa selama 37 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe"/><item><title>Ketika Militer Zimbabwe Goyang Kekuasaan 37 Tahun 'Grand Old Man' Mugabe</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe</guid><pubDate>Kamis 16 November 2017 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe-l5yDH8zhaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Robert Mugabe. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815068/ketika-militer-zimbabwe-goyang-kekuasaan-37-tahun-grand-old-man-mugabe-l5yDH8zhaJ.jpg</image><title>Presiden Robert Mugabe. (Foto: Reuters)</title></images><description>HARARE &amp;ndash; Militer menguasai penuh Zimbabwe setelah mengambil alih  kekuasaan dengan target menangkap &amp;ldquo;penjahat&amp;rdquo; di sekitar Presiden Robert  Mugabe.
Namun, banyak pihak menduga militer Zimbabwe ingin menggulingkan Mugabe  yang telah berkuasa selama 37 tahun. Mereka juga menjamin keamanan  keluarga dan pemimpin Zimbabwe berusia 93 tahun itu. Tentara dan  kendaraan tempur memblokade jalanan menuju kantor pusat pemerintah,  parlemen, dan pengadilan di Harare Tengah.   Meskipun demikian, militer membantah telah melakukan kudeta. &amp;ldquo;Kita hanya  menarget para kriminal di sekitar dia (Mugabe) yang berkomitmen  melaksanakan kejahatan yang menyebabkan penderitaan ekonomi dan sosial  di negara ini untuk dihadapkan ke pengadilan,&amp;rdquo; kata Kepala Staf Logistik  Militer Zimbabwe Mayor Jenderal SB Moyo dilansir Reuters .   &amp;ldquo;Sesegera setelah kita menyelesaikan misi kita. Kita memperkirakan  situasi akan kembali normal,&amp;rdquo; ungkapnya. Sementara itu, baik Mugabe  ataupun istrinya, Grace, yang berniat menggantikan suaminya, belum  bersuara atau tampil ke publik. Kelompok oposisi Gerakan untuk Perubahan  Demokratik menyerukan perubahan demokrasi sesuai dengan konstitusi  secara damai.
(Baca juga: Pasca-Muncul Isu Kudeta, Presiden Afsel: Mugabe Dikurung di Rumah dan Istrinya Melarikan diri ke Namibia)  Mereka berharap intervensi militer tersebut untuk membangun negara yang  stabil, demokratis, dan progresif. Pemimpin perang pembebasan Zimbabe,  Chris Mutsvangwa menyerukan Afrika Selatan dan negara Afrika yang  memiliki ikatan dengan Zimbabwe mendukung apapun yang terjadi di negara  itu.   &amp;ldquo;Intervensi militer merupakan bentuk penegakan kembali Zimbabwe agar  tidak jatuh ke jurang,&amp;rdquo; ujarnya. Dia mengungkapkan, intervensi militer  sebagai akhir dari penderitaan dan bab yang menyedihkan dalam sejarah  Zimbabwe. &amp;ldquo;Diktator (Mugabe) sudah menjadi tua. Dia akan menyerah ke pengadilan bersama dengan sekelompok pencuri  bersama dengan istrinya,&amp;rdquo; ujarnya.
Sumber Pemerintah Zimbabwe juga  mengungkapkan kalau militer menangkap Menteri Keuangan Ignatius Chombo,  pemimpin faksi G40 yang menguasai Partai ZANU-PF pimpinan istri Mugabe,  Grace.   Mugabe yang mendeskripsikan dirinya sebagai &amp;ldquo;Grand Old Man&amp;rdquo; dalam  perpolitikan Afrika telah memimpin Zimbabwe selama 37 tahun. Militer  mulai mengerahkan kekuatan ke berbagai titik di Harare pada Selasa  (14/11) lalu.
(Baca juga: Situasi Memanas, WNI di Zimbabwe Diimbau untuk Tingkatkan Kewaspadaan dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah)  Kemudian mereka menguasai stasiun televisi milik pemerintah , Z B C ,  setelah partai berkuasa ZANU-PF menuding pemimpin militer melakukan  kudeta terhadap Presiden Mugabe. Isu kudeta memang sangat menguat di  Zimbabwe.   Pasalnya, pada Senin (13/11), Panglima Militer Jenderal Constantino  Chiwenga mengancam akan mengintervensi dan mengakhiri aliansi politik  ZANU-PF yang berpihak kepada Mugabe. Chiwenga memprotes pemecatan Wakil  Presiden Emmerson Mnangagwa oleh Mugabe.   Sejak beberapa bulan lalu, Mnangagwa atau dikenal sebagai &amp;ldquo;The  Crocodile&amp;rdquo; difavoritkan menggantikan Mugabe. Namun, Mugabe justru  menginginkan istrinya, Grace, untuk menggantikannya.   Mugabe dikabarkan memimpin rapat kabinet mingguan di Harare pada Selasa  lalu, setelah ZANU-PF menuding Chiwenga melakukan pengkhianatan. Menteri  pemerintahan lokal yang dekat dengan faksi G40, Saviour Kasukuwere,  menolak berkomentar lebih detail.</description><content:encoded>HARARE &amp;ndash; Militer menguasai penuh Zimbabwe setelah mengambil alih  kekuasaan dengan target menangkap &amp;ldquo;penjahat&amp;rdquo; di sekitar Presiden Robert  Mugabe.
Namun, banyak pihak menduga militer Zimbabwe ingin menggulingkan Mugabe  yang telah berkuasa selama 37 tahun. Mereka juga menjamin keamanan  keluarga dan pemimpin Zimbabwe berusia 93 tahun itu. Tentara dan  kendaraan tempur memblokade jalanan menuju kantor pusat pemerintah,  parlemen, dan pengadilan di Harare Tengah.   Meskipun demikian, militer membantah telah melakukan kudeta. &amp;ldquo;Kita hanya  menarget para kriminal di sekitar dia (Mugabe) yang berkomitmen  melaksanakan kejahatan yang menyebabkan penderitaan ekonomi dan sosial  di negara ini untuk dihadapkan ke pengadilan,&amp;rdquo; kata Kepala Staf Logistik  Militer Zimbabwe Mayor Jenderal SB Moyo dilansir Reuters .   &amp;ldquo;Sesegera setelah kita menyelesaikan misi kita. Kita memperkirakan  situasi akan kembali normal,&amp;rdquo; ungkapnya. Sementara itu, baik Mugabe  ataupun istrinya, Grace, yang berniat menggantikan suaminya, belum  bersuara atau tampil ke publik. Kelompok oposisi Gerakan untuk Perubahan  Demokratik menyerukan perubahan demokrasi sesuai dengan konstitusi  secara damai.
(Baca juga: Pasca-Muncul Isu Kudeta, Presiden Afsel: Mugabe Dikurung di Rumah dan Istrinya Melarikan diri ke Namibia)  Mereka berharap intervensi militer tersebut untuk membangun negara yang  stabil, demokratis, dan progresif. Pemimpin perang pembebasan Zimbabe,  Chris Mutsvangwa menyerukan Afrika Selatan dan negara Afrika yang  memiliki ikatan dengan Zimbabwe mendukung apapun yang terjadi di negara  itu.   &amp;ldquo;Intervensi militer merupakan bentuk penegakan kembali Zimbabwe agar  tidak jatuh ke jurang,&amp;rdquo; ujarnya. Dia mengungkapkan, intervensi militer  sebagai akhir dari penderitaan dan bab yang menyedihkan dalam sejarah  Zimbabwe. &amp;ldquo;Diktator (Mugabe) sudah menjadi tua. Dia akan menyerah ke pengadilan bersama dengan sekelompok pencuri  bersama dengan istrinya,&amp;rdquo; ujarnya.
Sumber Pemerintah Zimbabwe juga  mengungkapkan kalau militer menangkap Menteri Keuangan Ignatius Chombo,  pemimpin faksi G40 yang menguasai Partai ZANU-PF pimpinan istri Mugabe,  Grace.   Mugabe yang mendeskripsikan dirinya sebagai &amp;ldquo;Grand Old Man&amp;rdquo; dalam  perpolitikan Afrika telah memimpin Zimbabwe selama 37 tahun. Militer  mulai mengerahkan kekuatan ke berbagai titik di Harare pada Selasa  (14/11) lalu.
(Baca juga: Situasi Memanas, WNI di Zimbabwe Diimbau untuk Tingkatkan Kewaspadaan dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah)  Kemudian mereka menguasai stasiun televisi milik pemerintah , Z B C ,  setelah partai berkuasa ZANU-PF menuding pemimpin militer melakukan  kudeta terhadap Presiden Mugabe. Isu kudeta memang sangat menguat di  Zimbabwe.   Pasalnya, pada Senin (13/11), Panglima Militer Jenderal Constantino  Chiwenga mengancam akan mengintervensi dan mengakhiri aliansi politik  ZANU-PF yang berpihak kepada Mugabe. Chiwenga memprotes pemecatan Wakil  Presiden Emmerson Mnangagwa oleh Mugabe.   Sejak beberapa bulan lalu, Mnangagwa atau dikenal sebagai &amp;ldquo;The  Crocodile&amp;rdquo; difavoritkan menggantikan Mugabe. Namun, Mugabe justru  menginginkan istrinya, Grace, untuk menggantikannya.   Mugabe dikabarkan memimpin rapat kabinet mingguan di Harare pada Selasa  lalu, setelah ZANU-PF menuding Chiwenga melakukan pengkhianatan. Menteri  pemerintahan lokal yang dekat dengan faksi G40, Saviour Kasukuwere,  menolak berkomentar lebih detail.</content:encoded></item></channel></rss>
