<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Horor! Dieksekusi Berkali-kali, 5 Terpidana Mati Ini Masih Hidup</title><description>Lima orang yang berhasil hidup meski sudah dieksekusi mati ini  membuktikan bahwa hukuman terberat sekali pun tidak selalu efektif:</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup"/><item><title>Horor! Dieksekusi Berkali-kali, 5 Terpidana Mati Ini Masih Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup</guid><pubDate>Kamis 16 November 2017 23:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup-NK0Ayz8IoC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/16/18/1815213/horor-dieksekusi-berkali-kali-5-terpidana-mati-ini-masih-hidup-NK0Ayz8IoC.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>EKSEKUSI mati menjadi salah satu cara menghukum seseorang yang terbukti melakukan kesalahan besar. Biasanya kesalahan itu tak cukup ditebus dengan mendekam di balik jeruji penjara atau dibayar dengan denda, kecuali nyawa.
Namun apa jadinya jika para tervonis mati tak kunjung berhasil dieksekusi? Lima orang yang berhasil hidup meski sudah dieksekusi mati ini membuktikan bahwa hukuman terberat sekali pun tidak selalu efektif:
 
1. Joseph Samuel
&amp;nbsp;Dituduh melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap seorang polisi bersama gengnya di rumah seorang wanita kaya, Samuel divonis mati dengan cara digantung. Ia bersama narapidana lain dibawa ke Parramatta, pada 1803, untuk dieksekusi.
Di sana, banyak yang ingin menyaksikan eksekusi mati tersebut. Samuel yang sebelumnya mengaku tidak melakukan pembunuhan (hanya perampokan), naik ke atas gerobak dan lehernya dikalungi tali.
Setelah siap, gerobak tersebut ditarik. Bukannya menggantung tubuh Samuel, tali tersebut malah putus.
Algojo mencobanya lagi, tetapi tali tersebut tergelincir. Percobaan ketiga pun dilakukan. Sama saja, tali itu putus lagi.
Akhirnya petugas melaporkan kejadian-kejadian aneh tersebut ke gubernur. Hasilnya, perintah pembatalan eksekusi Samuel diterbitkan dan gubernur menggantinya dengan kurungan seumur hidup.2. William Duell 
Sempat dinyatakan mati, Duell rupanya masih bernapas. Insiden itu terjadi setelah remaja 16 tahun itu divonis mati dengan cara digantung.
Jasad Duell saat itu sudah ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa untuk diteliti. Setelah eksekusi, Duell yang terlihat tak bernyawa dibawa ke laboratorium universitas.
Namun ketika diletakkan di atas papan, seorang petugas laboratorium melihat jasad Duell masih bernapas. Duell pun bernapas semakin cepat dan dalam dua jam ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, vonis Duell diubah jadi hukuman penjara.
3. Wenseslao Moguel
 
Peluru melesat ke arah Moguel sebanyak 9 kali, merobek sebagian wajah hingga kepalanya. Namun Moguel tak kunjung meninggal, ia bahkan berniat melarikan diri.
Tim regu tembak dan komandan kepolisian kebingungan. Sementara itu, Moguel berlari pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga.
Pada 1937, Moguel hadir di acara Ripley&amp;rsquo;s Believe It or Not. Di sana, Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yang menembus kepalanya dari jarak dekat.4. Anne Green
Ketika usianya 22 tahun, Green dieksekusi gantung. Pada masa itu, narapidana yang hendak dihukum gantung harus menaiki tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya. Ia pun berhasil menggantung.
Setelah setengah jam, tubuh Green diturunkan dan diberikan ke universitas untuk bahan kuliah anatomi. Namun setelah peti yang berisi tubuh Green itu dibuka, dokter mendengar suara napas.
Para dokter segera menolong dan memberi Green minum. Lalu 12 jam setelah eksekusi, Green pun sudah bisa mengucapkan sejumlah kata.
Beberapa tahun berlalu, Green menikah dan mempunyai tiga orang anak. Ia pun terkenal karena kejadian itu dan hidup 15 tahun lagi.
Kejadian tersebut juga membuat aturan eksekusi mati diubah. Terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk dipatahkan lehernya, sehingga dapat mati secara cepat.5. John Henry George Lee
George merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, majikannya itu ditemukan tewas dengan leher tersayat pisau di rumahnya yang terbakar.
Kejadian itu rupanya jadi petaka bagi George. Ia dituduh bersalah dan akan dihukum gantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.
George dibawa keluar dari sel, namun trap door (pintu penyekat di bawah tiang gantungan) macet. Tidak hanya sekali, melainkan dua sampai tiga kali.
Di tengah kebingungan, pihak penjara dan eksekutor mengembalikan George ke selnya. Beberapa hari kemudian, vonisnya pun diubah menjadi kurungan seumur hidup. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)</description><content:encoded>EKSEKUSI mati menjadi salah satu cara menghukum seseorang yang terbukti melakukan kesalahan besar. Biasanya kesalahan itu tak cukup ditebus dengan mendekam di balik jeruji penjara atau dibayar dengan denda, kecuali nyawa.
Namun apa jadinya jika para tervonis mati tak kunjung berhasil dieksekusi? Lima orang yang berhasil hidup meski sudah dieksekusi mati ini membuktikan bahwa hukuman terberat sekali pun tidak selalu efektif:
 
1. Joseph Samuel
&amp;nbsp;Dituduh melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap seorang polisi bersama gengnya di rumah seorang wanita kaya, Samuel divonis mati dengan cara digantung. Ia bersama narapidana lain dibawa ke Parramatta, pada 1803, untuk dieksekusi.
Di sana, banyak yang ingin menyaksikan eksekusi mati tersebut. Samuel yang sebelumnya mengaku tidak melakukan pembunuhan (hanya perampokan), naik ke atas gerobak dan lehernya dikalungi tali.
Setelah siap, gerobak tersebut ditarik. Bukannya menggantung tubuh Samuel, tali tersebut malah putus.
Algojo mencobanya lagi, tetapi tali tersebut tergelincir. Percobaan ketiga pun dilakukan. Sama saja, tali itu putus lagi.
Akhirnya petugas melaporkan kejadian-kejadian aneh tersebut ke gubernur. Hasilnya, perintah pembatalan eksekusi Samuel diterbitkan dan gubernur menggantinya dengan kurungan seumur hidup.2. William Duell 
Sempat dinyatakan mati, Duell rupanya masih bernapas. Insiden itu terjadi setelah remaja 16 tahun itu divonis mati dengan cara digantung.
Jasad Duell saat itu sudah ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa untuk diteliti. Setelah eksekusi, Duell yang terlihat tak bernyawa dibawa ke laboratorium universitas.
Namun ketika diletakkan di atas papan, seorang petugas laboratorium melihat jasad Duell masih bernapas. Duell pun bernapas semakin cepat dan dalam dua jam ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, vonis Duell diubah jadi hukuman penjara.
3. Wenseslao Moguel
 
Peluru melesat ke arah Moguel sebanyak 9 kali, merobek sebagian wajah hingga kepalanya. Namun Moguel tak kunjung meninggal, ia bahkan berniat melarikan diri.
Tim regu tembak dan komandan kepolisian kebingungan. Sementara itu, Moguel berlari pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga.
Pada 1937, Moguel hadir di acara Ripley&amp;rsquo;s Believe It or Not. Di sana, Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yang menembus kepalanya dari jarak dekat.4. Anne Green
Ketika usianya 22 tahun, Green dieksekusi gantung. Pada masa itu, narapidana yang hendak dihukum gantung harus menaiki tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya. Ia pun berhasil menggantung.
Setelah setengah jam, tubuh Green diturunkan dan diberikan ke universitas untuk bahan kuliah anatomi. Namun setelah peti yang berisi tubuh Green itu dibuka, dokter mendengar suara napas.
Para dokter segera menolong dan memberi Green minum. Lalu 12 jam setelah eksekusi, Green pun sudah bisa mengucapkan sejumlah kata.
Beberapa tahun berlalu, Green menikah dan mempunyai tiga orang anak. Ia pun terkenal karena kejadian itu dan hidup 15 tahun lagi.
Kejadian tersebut juga membuat aturan eksekusi mati diubah. Terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk dipatahkan lehernya, sehingga dapat mati secara cepat.5. John Henry George Lee
George merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, majikannya itu ditemukan tewas dengan leher tersayat pisau di rumahnya yang terbakar.
Kejadian itu rupanya jadi petaka bagi George. Ia dituduh bersalah dan akan dihukum gantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.
George dibawa keluar dari sel, namun trap door (pintu penyekat di bawah tiang gantungan) macet. Tidak hanya sekali, melainkan dua sampai tiga kali.
Di tengah kebingungan, pihak penjara dan eksekutor mengembalikan George ke selnya. Beberapa hari kemudian, vonisnya pun diubah menjadi kurungan seumur hidup. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)</content:encoded></item></channel></rss>
