<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengejutkan! Nicolas Maduro Dituding Bertanggung Jawab atas 8 Ribu Pembunuhan</title><description>Pengadilan Pidana Internasional diminta  untuk membuka penyelidikan  terhadap Presiden Nicolas Maduro dan 4 pejabat senior lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan"/><item><title>Mengejutkan! Nicolas Maduro Dituding Bertanggung Jawab atas 8 Ribu Pembunuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2017 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan-UP9v0JILad.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/17/18/1815756/mengejutkan-nicolas-maduro-dituding-bertanggung-jawab-atas-8-ribu-pembunuhan-UP9v0JILad.jpg</image><title>Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</title></images><description>THE HAGUE - Pengadilan Pidana Internasional diminta  untuk membuka penyelidikan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan 4 pejabat senior lainnya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.  Permintaan itu diajukan jaksa penuntut asal Venezuela yang digulingkan  rezim Maduro.Luisa Ortega mengunjungi pengadilan di Den Haag  bersama ajudannya dengan membawa berkas-berkas besar. Dia mengatakan  bahwa dia menyerahkan ke pengadilan lebih dari 1.000 bukti termasuk  laporan forensik, wawancara saksi dan kesaksian ahli yang menghubungkan  pasukan keamanan dengan lebih dari 8.000 pembunuhan sejak Tahun 2015.&quot;Nicolas  Maduro dan pemerintahnya harus membayar kejahatan-kejahatan terhadap  kemanusiaan ini, sama seperti mereka juga harus membayar kelaparan,  kesengsaraan, dan kesulitan yang mereka timbulkan pada orang-orang  Venezuela,&quot; katanya kepada wartawan di luar pengadilan dikutip dari  Time, Jumat (17/11/2017).Ortega mengatakan bahwa dia menyeret  Maduro Cs ke pengadilan internasional karena tidak mungkin untuk  menghukum mereka di Venezuela, di mana dia mengatakan bahwa pengadilan  tersebut telah diambil alih oleh partai sosialis yang berkuasa.
(Baca juga: Giliran Maduro Lemparkan Bola Panas, Sebut Trump Tak Tahu di Mana Venezuela)Venezuela  adalah satu dari lebih 120 negara yang telah meratifikasi perjanjian  yang menciptakan Pengadilan Pidana Internasional. Namun, tidak  dipungkiri bahwa jaksa penuntut umum, Fatou Bensouda, akan menerima  permintaan Ortega. Kantor Bensouda menerima ratusan pengajuan tersebut  setiap tahun.Di masa lalu, kantor kejaksaan menerima komunikasi  lain yang menuduh kejahatan oleh pihak berwenang Venezuela terhadap  lawan-lawan politik sejak Tahun 2002. Pada Tahun 2006, jaksa menolak  untuk membuka penyelidikan, namun menambahkan bahwa keputusan tersebut  dapat dipertimbangkan kembali berdasarkan fakta atau bukti baru.Lebih  dari 120 orang tewas dan ratusan lainnya dipenjara dan terluka selama  berbulan-bulan dalam kerusuhan anti-pemerintah yang mengguncang  Venezuela awal tahun ini. Beberapa pemerintah asing dan PBB telah  mengkritik tindakan keras pasukan keamanan terhadap para pemrotes,  dengan alasan kekuatan yang berlebihan.Ortega telah memimpin  sebuah kampanye dari pengasingan untuk mendiskreditkan pemerintahan  sosialis Maduro atas pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi oleh  pejabat senior.Ortega melarikan diri dari Venezuela pada bulan  Agustus setelah dilengserkan dari jabatannya oleh majelis konstitusi  baru yang setia kepada Maduro. Secara hukum hanya majelis nasional, satu  dari sedikit institusi yang berada di tangan oposisi, dapat menghapus  pejabat penegakan hukum tertinggi di negara tersebut dan banyak  pemerintah asing, termasuk AS, menolak untuk mengakui penggantinya.</description><content:encoded>THE HAGUE - Pengadilan Pidana Internasional diminta  untuk membuka penyelidikan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan 4 pejabat senior lainnya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.  Permintaan itu diajukan jaksa penuntut asal Venezuela yang digulingkan  rezim Maduro.Luisa Ortega mengunjungi pengadilan di Den Haag  bersama ajudannya dengan membawa berkas-berkas besar. Dia mengatakan  bahwa dia menyerahkan ke pengadilan lebih dari 1.000 bukti termasuk  laporan forensik, wawancara saksi dan kesaksian ahli yang menghubungkan  pasukan keamanan dengan lebih dari 8.000 pembunuhan sejak Tahun 2015.&quot;Nicolas  Maduro dan pemerintahnya harus membayar kejahatan-kejahatan terhadap  kemanusiaan ini, sama seperti mereka juga harus membayar kelaparan,  kesengsaraan, dan kesulitan yang mereka timbulkan pada orang-orang  Venezuela,&quot; katanya kepada wartawan di luar pengadilan dikutip dari  Time, Jumat (17/11/2017).Ortega mengatakan bahwa dia menyeret  Maduro Cs ke pengadilan internasional karena tidak mungkin untuk  menghukum mereka di Venezuela, di mana dia mengatakan bahwa pengadilan  tersebut telah diambil alih oleh partai sosialis yang berkuasa.
(Baca juga: Giliran Maduro Lemparkan Bola Panas, Sebut Trump Tak Tahu di Mana Venezuela)Venezuela  adalah satu dari lebih 120 negara yang telah meratifikasi perjanjian  yang menciptakan Pengadilan Pidana Internasional. Namun, tidak  dipungkiri bahwa jaksa penuntut umum, Fatou Bensouda, akan menerima  permintaan Ortega. Kantor Bensouda menerima ratusan pengajuan tersebut  setiap tahun.Di masa lalu, kantor kejaksaan menerima komunikasi  lain yang menuduh kejahatan oleh pihak berwenang Venezuela terhadap  lawan-lawan politik sejak Tahun 2002. Pada Tahun 2006, jaksa menolak  untuk membuka penyelidikan, namun menambahkan bahwa keputusan tersebut  dapat dipertimbangkan kembali berdasarkan fakta atau bukti baru.Lebih  dari 120 orang tewas dan ratusan lainnya dipenjara dan terluka selama  berbulan-bulan dalam kerusuhan anti-pemerintah yang mengguncang  Venezuela awal tahun ini. Beberapa pemerintah asing dan PBB telah  mengkritik tindakan keras pasukan keamanan terhadap para pemrotes,  dengan alasan kekuatan yang berlebihan.Ortega telah memimpin  sebuah kampanye dari pengasingan untuk mendiskreditkan pemerintahan  sosialis Maduro atas pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi oleh  pejabat senior.Ortega melarikan diri dari Venezuela pada bulan  Agustus setelah dilengserkan dari jabatannya oleh majelis konstitusi  baru yang setia kepada Maduro. Secara hukum hanya majelis nasional, satu  dari sedikit institusi yang berada di tangan oposisi, dapat menghapus  pejabat penegakan hukum tertinggi di negara tersebut dan banyak  pemerintah asing, termasuk AS, menolak untuk mengakui penggantinya.</content:encoded></item></channel></rss>
