<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>15 Tahun Menderita Infeksi Wajah, Kondisi Mbah Surip Memprihatinkan</title><description>Amat Surip (67), warga Krapyak,  Pekalongan, Jawa Tengah menderita infeksi di bagian wajah selama 15  tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan"/><item><title>15 Tahun Menderita Infeksi Wajah, Kondisi Mbah Surip Memprihatinkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2017 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan-tz8TIPcp8B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mbah Surip saat menerima bantuan dari pemerintah. (Foto: iNews/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/17/512/1815840/15-tahun-menderita-infeksi-wajah-kondisi-mbah-surip-memprihatinkan-tz8TIPcp8B.jpg</image><title>Mbah Surip saat menerima bantuan dari pemerintah. (Foto: iNews/Sindonews)</title></images><description>PEKALONGAN - Amat Surip (67), warga Krapyak,  Pekalongan, Jawa Tengah menderita infeksi di bagian wajah selama 15  tahun. Kondisinya memprihatinkan, tidak terobati karena tak mampu.  Maskuri, putra kedua mbah Surip ini menceritakan kronologi penyebab  infeksi hampir di seluruh wajah yang diderita bapaknya.&amp;ldquo;Awalnya  ada tahi lalat dekat hidung, menurut teman bapak bisa diobati pakai  durian yang dibakar lalu ditaruh di hidung, tapi malah jadi infeksi dan  membengkak sampai besar hingga sekarang. Kejadiannya sendiri kurang  lebih sudah 15 tahun yang lalu,&amp;rdquo; tutur Maskuri.Sebetulnya pihak  keluarga telah mengupayakan kesembuhan Amat Surip dengan membawa  pasien untuk dirujuk di Rumah Sakit Karyadi Semarang, dengan  memanfaatkan fasilitas dari BPJS Kesehatan.&amp;ldquo;Kami dari  anak-anaknya telah berupaya untuk kesembuhan bapak dengan bolak-balik  diperiksakan di RS Karyadi Semarang, sudah sejak 10 tahun. Tapi sekarang  berhenti sudah hampir 1 tahun lebih karena terbentur biaya,&amp;rdquo; jelasnya,  Jum'at ( 17/11/2017).Pihaknya merasa berterima kasih, karena  Pemerintah Kota Pekalongan memberikan bantuan. &quot;Dengan adanya bantuan  biaya dari Pak Wali ini, keluarga sangat terbantu. Alhamdulillah,  artinya Pemerintah Kota tahu warganya dengan melihat langsung  keadaannya,&amp;rdquo; ungkap Maskuri dengan penuh rasa haru.Plt Wali Kota  Pekalongan HM Saelany Machfudz, menyerahkan bantuan berupa dana  santunan kepada salah satu warga Kelurahan Krapyak Gg 9 yang menderita  infeksi menahun di bagian wajah, Jumat (17/11/2017).Saelany  Machfudz menjelaskan, bahwa bantuan kali ini didasarkan karena adanya  surat pengajuan dari warga yang dialamatkan ke Dinsos-P2KB Kota  Pekalongan. Kemudian Pemerintah Kota Pekalongan merespons dengan positif,  sehingga bantuan berupa santunan dana sebesar Rp5 juta dapat segera  disalurkan.&amp;ldquo;Bapak Amat Surip ini sudah berhenti kontrol sudah  lama, ini kan kasihan. Untuk bisa melanjutkan kontrolnya, Pemkot  membantu dari sisi biaya yang bisa digunakan untuk transportasi maupun  biaya hidup selama menjaga di Semarang,&amp;rdquo; kata Saelany.&amp;ldquo;Dari  keterangan keluarga, sebenarnya BPJS sudah mem-backup semuanya, tetapi  yang membuat kerepotan adalah ketika harus kontrol bolak-balik ke sana,  dengan sekali kontrol bisa habis antara Rp200-300 ribu. Harapannya tentu  saja kesembuhan dari Bapak Amat Surip,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>PEKALONGAN - Amat Surip (67), warga Krapyak,  Pekalongan, Jawa Tengah menderita infeksi di bagian wajah selama 15  tahun. Kondisinya memprihatinkan, tidak terobati karena tak mampu.  Maskuri, putra kedua mbah Surip ini menceritakan kronologi penyebab  infeksi hampir di seluruh wajah yang diderita bapaknya.&amp;ldquo;Awalnya  ada tahi lalat dekat hidung, menurut teman bapak bisa diobati pakai  durian yang dibakar lalu ditaruh di hidung, tapi malah jadi infeksi dan  membengkak sampai besar hingga sekarang. Kejadiannya sendiri kurang  lebih sudah 15 tahun yang lalu,&amp;rdquo; tutur Maskuri.Sebetulnya pihak  keluarga telah mengupayakan kesembuhan Amat Surip dengan membawa  pasien untuk dirujuk di Rumah Sakit Karyadi Semarang, dengan  memanfaatkan fasilitas dari BPJS Kesehatan.&amp;ldquo;Kami dari  anak-anaknya telah berupaya untuk kesembuhan bapak dengan bolak-balik  diperiksakan di RS Karyadi Semarang, sudah sejak 10 tahun. Tapi sekarang  berhenti sudah hampir 1 tahun lebih karena terbentur biaya,&amp;rdquo; jelasnya,  Jum'at ( 17/11/2017).Pihaknya merasa berterima kasih, karena  Pemerintah Kota Pekalongan memberikan bantuan. &quot;Dengan adanya bantuan  biaya dari Pak Wali ini, keluarga sangat terbantu. Alhamdulillah,  artinya Pemerintah Kota tahu warganya dengan melihat langsung  keadaannya,&amp;rdquo; ungkap Maskuri dengan penuh rasa haru.Plt Wali Kota  Pekalongan HM Saelany Machfudz, menyerahkan bantuan berupa dana  santunan kepada salah satu warga Kelurahan Krapyak Gg 9 yang menderita  infeksi menahun di bagian wajah, Jumat (17/11/2017).Saelany  Machfudz menjelaskan, bahwa bantuan kali ini didasarkan karena adanya  surat pengajuan dari warga yang dialamatkan ke Dinsos-P2KB Kota  Pekalongan. Kemudian Pemerintah Kota Pekalongan merespons dengan positif,  sehingga bantuan berupa santunan dana sebesar Rp5 juta dapat segera  disalurkan.&amp;ldquo;Bapak Amat Surip ini sudah berhenti kontrol sudah  lama, ini kan kasihan. Untuk bisa melanjutkan kontrolnya, Pemkot  membantu dari sisi biaya yang bisa digunakan untuk transportasi maupun  biaya hidup selama menjaga di Semarang,&amp;rdquo; kata Saelany.&amp;ldquo;Dari  keterangan keluarga, sebenarnya BPJS sudah mem-backup semuanya, tetapi  yang membuat kerepotan adalah ketika harus kontrol bolak-balik ke sana,  dengan sekali kontrol bisa habis antara Rp200-300 ribu. Harapannya tentu  saja kesembuhan dari Bapak Amat Surip,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
