<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meninggal karena Dengue, Keluarga Bocah 7 Tahun di India Terkejut Ditagih Biaya RS Rp338 Juta</title><description>Mereka ditagih untuk pemakaian lebih dari 600 jarum suntik dan 1.500 pasang sarung tangan dalam periode dua pekan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta"/><item><title>Meninggal karena Dengue, Keluarga Bocah 7 Tahun di India Terkejut Ditagih Biaya RS Rp338 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta</guid><pubDate>Selasa 21 November 2017 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta-EwkZYWODBf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Getty</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/21/18/1817881/meninggal-karena-dengue-keluarga-bocah-7-tahun-di-india-terkejut-ditagih-biaya-rs-rp338-juta-EwkZYWODBf.jpg</image><title>Foto: Getty</title></images><description>NEW DELHI &amp;ndash; Pengguna media sosial di India geram setelah dokumen tagihan rumah sakit sebesar USD25 ribu (sekira Rp338 juta) yang dibebankan kepada keluarga seorang bocah berusia tujuh tahun menjadi viral. Bocah itu meninggal karena demam berdarah Dengue pada September. Situasi ini mendorong Menteri Kesehatan India, JP Nadda, untuk melakukan penyelidikan.
Keluarga bocah itu mengatakan, mereka ditagih untuk pemakaian lebih dari 600 jarum suntik dan 1.500 pasang sarung tangan dalam periode dua pekan. Kasus ini menjadi perhatian warganet dan dibagikan lebih dari 10 ribu kali setelah diangkat oleh seorang teman dari keluarga tersebut.
Detail dari tagihan setebal 20 halaman itu telah beredar di Twitter dan muncul tuduhan bahwa rumah sakit melakukan penagihan berlebihan untuk beberapa obat dan alat medis. Menteri Kesehatan India, JP Nadda mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
&amp;ldquo;Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan,&amp;rdquo; kata Nadda melalui Twitter sebagaimana dilansir BBC, Selasa (21/11/2017).
Tetapi, Rumah Sakit Fortis Memorial yang mengeluarkan tagihan tersebut membela keputusannya melalui sebuah pernyataan yang menyatakan rumah sakit telah mengikuti standar protokol yang ditetapkan. Ditambahkan dalam pernyataan tersebut, &amp;ldquo;pasien yang menggunakan ventilator di ICU membutuhkan bahan yang dikonsumsi sesuai dengan protokol pengendalian infeksi yang diterima secara global&amp;rdquo;.
Gadis yang meninggal diidentifikasi sebagai Adya Singh. Dia didiagnosis menderita demam berdarah pada Agustus dan dirawat di Rumah Sakit Fortis Memorial Research Institute setelah kondisinya memburuk menjelang akhir bulan.
Ayahnya, Jayant Singh, mengatakan kepada media lokal bahwa dia dipakaikan ventilator pada keesokan harinya. &quot;Kami diberitahu bahwa mungkin ada beberapa kerusakan otak,&quot; katanya, namun mengklaim bahwa tidak ada pemindaian MRI yang dilakukan.
Dalam pernyataannya, Rumah Sakit Fortis mengatakan bahwa Adya dirawat di rumah sakit itu karena penyakit Dengue parah yang telah berkembang menjadi Sindrom Syok Dengue. Pihak rumah sakit menambahkan bahwa keluarga korban terus diinformasikan mengenai keadaan kritis yang dialami Adya.
Jayant Singh mengakui bahwa keluarga telah meminta Adya untuk dipulangkan meski rumah sakit melarangnya. Namun, dia mengatakan bahwa putrinya meninggal sebelum sempat dipindahkan dari rumah sakit.
Dalam sebuah posting di Facebook, Jayant juga mengatakan bahwa rumah sakit menolak menyediakan ambulans untuk membawa jasad putrinya ke rumah. Bahkan, keluarga masih diminta kembali untuk membayar baju rumah sakit yang dikenakan Adya saat jasadnya dibawa pulang ke rumah.</description><content:encoded>NEW DELHI &amp;ndash; Pengguna media sosial di India geram setelah dokumen tagihan rumah sakit sebesar USD25 ribu (sekira Rp338 juta) yang dibebankan kepada keluarga seorang bocah berusia tujuh tahun menjadi viral. Bocah itu meninggal karena demam berdarah Dengue pada September. Situasi ini mendorong Menteri Kesehatan India, JP Nadda, untuk melakukan penyelidikan.
Keluarga bocah itu mengatakan, mereka ditagih untuk pemakaian lebih dari 600 jarum suntik dan 1.500 pasang sarung tangan dalam periode dua pekan. Kasus ini menjadi perhatian warganet dan dibagikan lebih dari 10 ribu kali setelah diangkat oleh seorang teman dari keluarga tersebut.
Detail dari tagihan setebal 20 halaman itu telah beredar di Twitter dan muncul tuduhan bahwa rumah sakit melakukan penagihan berlebihan untuk beberapa obat dan alat medis. Menteri Kesehatan India, JP Nadda mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
&amp;ldquo;Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan,&amp;rdquo; kata Nadda melalui Twitter sebagaimana dilansir BBC, Selasa (21/11/2017).
Tetapi, Rumah Sakit Fortis Memorial yang mengeluarkan tagihan tersebut membela keputusannya melalui sebuah pernyataan yang menyatakan rumah sakit telah mengikuti standar protokol yang ditetapkan. Ditambahkan dalam pernyataan tersebut, &amp;ldquo;pasien yang menggunakan ventilator di ICU membutuhkan bahan yang dikonsumsi sesuai dengan protokol pengendalian infeksi yang diterima secara global&amp;rdquo;.
Gadis yang meninggal diidentifikasi sebagai Adya Singh. Dia didiagnosis menderita demam berdarah pada Agustus dan dirawat di Rumah Sakit Fortis Memorial Research Institute setelah kondisinya memburuk menjelang akhir bulan.
Ayahnya, Jayant Singh, mengatakan kepada media lokal bahwa dia dipakaikan ventilator pada keesokan harinya. &quot;Kami diberitahu bahwa mungkin ada beberapa kerusakan otak,&quot; katanya, namun mengklaim bahwa tidak ada pemindaian MRI yang dilakukan.
Dalam pernyataannya, Rumah Sakit Fortis mengatakan bahwa Adya dirawat di rumah sakit itu karena penyakit Dengue parah yang telah berkembang menjadi Sindrom Syok Dengue. Pihak rumah sakit menambahkan bahwa keluarga korban terus diinformasikan mengenai keadaan kritis yang dialami Adya.
Jayant Singh mengakui bahwa keluarga telah meminta Adya untuk dipulangkan meski rumah sakit melarangnya. Namun, dia mengatakan bahwa putrinya meninggal sebelum sempat dipindahkan dari rumah sakit.
Dalam sebuah posting di Facebook, Jayant juga mengatakan bahwa rumah sakit menolak menyediakan ambulans untuk membawa jasad putrinya ke rumah. Bahkan, keluarga masih diminta kembali untuk membayar baju rumah sakit yang dikenakan Adya saat jasadnya dibawa pulang ke rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
