<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bermula saat Era Jokowi, Ini Sejarah Terbentuknya Tim Gubernur DKI Jakarta</title><description>Tugasnya paling pokok memberikan saran dan masukkan terkait kebijakan Pemprov DKI yang sifatnya stategis</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta"/><item><title>Bermula saat Era Jokowi, Ini Sejarah Terbentuknya Tim Gubernur DKI Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta</guid><pubDate>Selasa 21 November 2017 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta-zPM7QIz0Ev.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Foto Antara/Galih Pradipta</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/21/338/1818068/bermula-saat-era-jokowi-ini-sejarah-terbentuknya-tim-gubernur-dki-jakarta-zPM7QIz0Ev.jpg</image><title>Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Foto Antara/Galih Pradipta</title></images><description>

JAKARTA - Kenaikkan anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi Rp 28,99 miliar dari 2,99 miliar sedang menjadi perbincangan hangat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Lalu, bagaimana sejarah TGUPP itu terbentuk?

Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Dhani Sukma, mengatakan terbentuknya TGUPP bermula saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Gubernur DKI. Kala itu, dia ingin ada suatu institusi yang mengawasi jalannya pembangunan di Ibu Kota.

&quot;Awalnya berarti dari zaman Pak Jokowi (Joko Widodo). Itukan dalam rangka kita percepatan atau akselerasi pembangunan di DKI. Makanya perlu ada orang-orang yang langsung berada di bawah gubernur untuk menata kebijakan publik di Pemprov DKI. Akhirnya dibentuklah TGUPP,&quot; kata Dhani di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2017).
Baca: Anggaran Tim Gubernur Naik 12 Kali Lipat, Apa Saja Sih Kerjaannya?
Ia menjelaskan, tugas dari TGUPP adalah memberikan suatu usulan kepada gubernur. Yang paling terpenting tugas mereka adalah memantau pembangunan yang menjadi skala prioritas Pemprov.

&quot;Tugasnya paling pokok memberikan saran dan masukkan terkait kebijakan Pemprov DKI yang sifatnya stategis, terutama untuk program-progran prioritas. Makanya dibentuk lah TGUPP tadi,&quot; jelasnya.
Simak: Sandiaga Janji Personel Tim Gubernur Diisi PNS Terbaik Layaknya 'The A Team'
Saat ini, lanjut dia, personel TGUP masih berjumlah 15 orang. Itu terdiri dari 8 orang PNS dan 7 dari non-PNS.

&quot;(Hari ini) masih 15,&quot; tukasnya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan kenaikan anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi Rp28,99 miliar, itu agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak tergantung swasta.
Anies menuturkan, bila ada peran swasta, ia menduga nanti akan terjadi konflik kepentingan. Sehingga nantinya Pemprov bakal bergantung terus dari sumber dana tersebut.
&quot;Percepatan pembangunan justru dibiayai swasta maka potensi ada konflik kepentingan menjadi tinggi, karena itu sekarang kita buat transparan,&quot; kata Anies di Balai Kota DKI.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sudah memperkirakan bahwa rencana kenaikkan anggarn TGUPP bakal menyedot perhatian publik. Namun, pihaknya meyakini itu merupakan suatu upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
&quot;Memang nampak mungkin menarik perhatian, namun inilah praktik good goverment, inilah praktek tata kelola yang dijalankan dengan transparansi,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Kenaikkan anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi Rp 28,99 miliar dari 2,99 miliar sedang menjadi perbincangan hangat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Lalu, bagaimana sejarah TGUPP itu terbentuk?

Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Dhani Sukma, mengatakan terbentuknya TGUPP bermula saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Gubernur DKI. Kala itu, dia ingin ada suatu institusi yang mengawasi jalannya pembangunan di Ibu Kota.

&quot;Awalnya berarti dari zaman Pak Jokowi (Joko Widodo). Itukan dalam rangka kita percepatan atau akselerasi pembangunan di DKI. Makanya perlu ada orang-orang yang langsung berada di bawah gubernur untuk menata kebijakan publik di Pemprov DKI. Akhirnya dibentuklah TGUPP,&quot; kata Dhani di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2017).
Baca: Anggaran Tim Gubernur Naik 12 Kali Lipat, Apa Saja Sih Kerjaannya?
Ia menjelaskan, tugas dari TGUPP adalah memberikan suatu usulan kepada gubernur. Yang paling terpenting tugas mereka adalah memantau pembangunan yang menjadi skala prioritas Pemprov.

&quot;Tugasnya paling pokok memberikan saran dan masukkan terkait kebijakan Pemprov DKI yang sifatnya stategis, terutama untuk program-progran prioritas. Makanya dibentuk lah TGUPP tadi,&quot; jelasnya.
Simak: Sandiaga Janji Personel Tim Gubernur Diisi PNS Terbaik Layaknya 'The A Team'
Saat ini, lanjut dia, personel TGUP masih berjumlah 15 orang. Itu terdiri dari 8 orang PNS dan 7 dari non-PNS.

&quot;(Hari ini) masih 15,&quot; tukasnya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan kenaikan anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi Rp28,99 miliar, itu agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak tergantung swasta.
Anies menuturkan, bila ada peran swasta, ia menduga nanti akan terjadi konflik kepentingan. Sehingga nantinya Pemprov bakal bergantung terus dari sumber dana tersebut.
&quot;Percepatan pembangunan justru dibiayai swasta maka potensi ada konflik kepentingan menjadi tinggi, karena itu sekarang kita buat transparan,&quot; kata Anies di Balai Kota DKI.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sudah memperkirakan bahwa rencana kenaikkan anggarn TGUPP bakal menyedot perhatian publik. Namun, pihaknya meyakini itu merupakan suatu upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
&quot;Memang nampak mungkin menarik perhatian, namun inilah praktik good goverment, inilah praktek tata kelola yang dijalankan dengan transparansi,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
