<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta Dikepung Macet, Waktu Tempuh dari Bekasi Capai 2,5 Jam</title><description>Para kaum urban setiap hari  harus berjibaku di tengah padatnya jalanan Ibu Kota untuk mengais  rezeki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam"/><item><title>Jakarta Dikepung Macet, Waktu Tempuh dari Bekasi Capai 2,5 Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam</guid><pubDate>Rabu 22 November 2017 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam-kUBBhxj6qO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potret kemacetan di Jakarta. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/22/338/1818416/jakarta-dikepung-macet-waktu-tempuh-dari-bekasi-capai-2-5-jam-kUBBhxj6qO.jpg</image><title>Potret kemacetan di Jakarta. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bagi warga Jabodetabek, kemacetan seolah  menjadi hal biasa terjadi dalam keseharian. Para kaum urban setiap hari  harus berjibaku di tengah padatnya jalanan Ibu Kota untuk mengais  rezeki. Kemacetan Ibu Kota bertambah parah semenjak adanya proyek infrastruktur yang pembangunannya dilaksanakan secara bersamaan.
SINDOnews mencoba merangkum beberapa titik kemacetan yang biasanya dilalui oleh  warga pinggiran Ibu Kota untuk dapat tiba di Jakarta. Penelusuran dilakukan dengan mengendarai sepeda motor dan memulai perjalanan dari arah Bekasi Timur  menuju ke Jakarta Pusat.
Bagi warga Bekasi, khususnya pengendara sepeda  motor ada tiga jalan protokol yang bisa ditempuh untuk bisa menuju  Jakarta. Jalur pertama yang diambil yakni Jalan Raya Bekasi,  Cakung, Jakarta Timur. Kemacetan terjadi sejak Giant Ujung Menteng,  depan Coca Cola Bottling, Lulu Hypermarket sampai ke perempatan Jalan  Pangeran Komaruddin. Kemacetan terjadi di titik ini akibat adanya salah  satu proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota. Akibatnya,  jalan menyempit hanya bisa dilalui dua bahkan satu jalur karena  pengerjaan proyek dan alat berat berada di tengah jalur perbatasan.  &quot;Sekarang makin parah macetnya. Saya keluar Jalan Pulogebang mau ke arah  Polsek Cakung makan waktu hampir 1 jam. Padahal biasanya paling lama  banget itu setengah jam. Ini karena ada proyek sih. Semoga pembangunan  cepat-cepat kelar deh biar enggak macet parah,&quot; kata Anwar (28), warga  Pulogebang ketika bertemu SINDOnews,&amp;nbsp; Rabu (22/11/2017).Untuk  bisa menempuh jarak sekira 1 kilometer, bagi pengendara sepeda motor  dibutuhkan waktu hingga 20-30 menit. Kecepatan pun hanya 5-10  kilometer/jam.
(Baca juga: Gara-Gara Macet, Jakarta Bisa Rugi Rp87,8 Triliun)Dari perempatan Jalan Pangeran Komaruddin hingga  ke pertigaan Jalan Tol Lingkar Luar pun tidak berbeda jauh kondisinya.  Hanya saja, kemacetan di titik ini lebih disebabkan volume kendaraan  yang tinggi serta didominasi kendaraan besar seperti truk kontainer.Di  Jalan Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, kemacetan terjadi akibat  proyek.pembangunan penyangga LRT dari arah Kelapa Gading yang nampak  menuju ke Jalan Pemuda, Rawamangun. Kendaraan dari arah Jalan Balap  Sepeda setelah pertigaan Pulo Asem Utara atau tepatnya setelah Celcius  Cafe, jalan pun ditutup dan dialihkan menjadi contraflow. Tak jarang  akibat proyek ini kemacetan pun tak terhindarkan.Selanjutnya melalui  jalur Jalan KH Noer Ali-Inspeksi Kalimalang hingga Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Kemacetan di titik ini terjadi di perempatan  Cawang Inspeksi. Setelah pengendara berhasil melintasi Jalan Inspeksi  Kalimalang yang sebelumnya sempat mengalami macet parah karena ada  proyek Becakayu, kini warga belum bisa bernapas lega. Begitu  hendak menyebrang ke arah Jalan D.I Panjaitan arah ke Jatinegara,  pengendara harus melewati macet di perempatan Cawang. Penyebabnya  lanjutan proyek Tol Becakayu yang belum selesai.Tak sampai di  situ, warga juga akan menghadapi titik macet parah di depan Hotel Ibis  sebelum kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Proyek pembangunan LRT  dirasa sebagai penyebabnya. Hal itu karena arus lalu lintas dari arah  Halim menuju Jalan MT Haryono, dari Cililitan&amp;nbsp; serta dari arah  Kalimalang bertemu.Kemacetan lain yang terjadi di Jakarta akibat  proyek infrastruktur di antarannya di Jalan MT Haryono proyek  pembangunan flyover Pancoran. Selain itu, masih ada pengerjaan underpass Matraman yang meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas, namun dari  arah Pasar Pramuka menuju ke Jalan Proklamasi tetap macet.Ketiga,  jalur yang biasa dilalui warga Bekasi ialah melalui Jalan I Gusti  Ngurah Rai, Klender hingga Jatinegara. Kemacetan di jalur ini biasanya  terjadi di dekat Stasiun Buaran, akibat banyaknya angkot mengetem  seenaknya.
Selanjutnya, kemacetan di depan Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Di titik  ini kemacetan akibat pembangunan flyover Cipinang. Dari tiga jalur  tersebut, SINDOnews membutuhkan waktu selama 2,5 jam dari Bekasi Timur  menuju Jakarta menggunakan sepeda motor melalui jalur Cakung-Bekasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bagi warga Jabodetabek, kemacetan seolah  menjadi hal biasa terjadi dalam keseharian. Para kaum urban setiap hari  harus berjibaku di tengah padatnya jalanan Ibu Kota untuk mengais  rezeki. Kemacetan Ibu Kota bertambah parah semenjak adanya proyek infrastruktur yang pembangunannya dilaksanakan secara bersamaan.
SINDOnews mencoba merangkum beberapa titik kemacetan yang biasanya dilalui oleh  warga pinggiran Ibu Kota untuk dapat tiba di Jakarta. Penelusuran dilakukan dengan mengendarai sepeda motor dan memulai perjalanan dari arah Bekasi Timur  menuju ke Jakarta Pusat.
Bagi warga Bekasi, khususnya pengendara sepeda  motor ada tiga jalan protokol yang bisa ditempuh untuk bisa menuju  Jakarta. Jalur pertama yang diambil yakni Jalan Raya Bekasi,  Cakung, Jakarta Timur. Kemacetan terjadi sejak Giant Ujung Menteng,  depan Coca Cola Bottling, Lulu Hypermarket sampai ke perempatan Jalan  Pangeran Komaruddin. Kemacetan terjadi di titik ini akibat adanya salah  satu proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota. Akibatnya,  jalan menyempit hanya bisa dilalui dua bahkan satu jalur karena  pengerjaan proyek dan alat berat berada di tengah jalur perbatasan.  &quot;Sekarang makin parah macetnya. Saya keluar Jalan Pulogebang mau ke arah  Polsek Cakung makan waktu hampir 1 jam. Padahal biasanya paling lama  banget itu setengah jam. Ini karena ada proyek sih. Semoga pembangunan  cepat-cepat kelar deh biar enggak macet parah,&quot; kata Anwar (28), warga  Pulogebang ketika bertemu SINDOnews,&amp;nbsp; Rabu (22/11/2017).Untuk  bisa menempuh jarak sekira 1 kilometer, bagi pengendara sepeda motor  dibutuhkan waktu hingga 20-30 menit. Kecepatan pun hanya 5-10  kilometer/jam.
(Baca juga: Gara-Gara Macet, Jakarta Bisa Rugi Rp87,8 Triliun)Dari perempatan Jalan Pangeran Komaruddin hingga  ke pertigaan Jalan Tol Lingkar Luar pun tidak berbeda jauh kondisinya.  Hanya saja, kemacetan di titik ini lebih disebabkan volume kendaraan  yang tinggi serta didominasi kendaraan besar seperti truk kontainer.Di  Jalan Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, kemacetan terjadi akibat  proyek.pembangunan penyangga LRT dari arah Kelapa Gading yang nampak  menuju ke Jalan Pemuda, Rawamangun. Kendaraan dari arah Jalan Balap  Sepeda setelah pertigaan Pulo Asem Utara atau tepatnya setelah Celcius  Cafe, jalan pun ditutup dan dialihkan menjadi contraflow. Tak jarang  akibat proyek ini kemacetan pun tak terhindarkan.Selanjutnya melalui  jalur Jalan KH Noer Ali-Inspeksi Kalimalang hingga Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Kemacetan di titik ini terjadi di perempatan  Cawang Inspeksi. Setelah pengendara berhasil melintasi Jalan Inspeksi  Kalimalang yang sebelumnya sempat mengalami macet parah karena ada  proyek Becakayu, kini warga belum bisa bernapas lega. Begitu  hendak menyebrang ke arah Jalan D.I Panjaitan arah ke Jatinegara,  pengendara harus melewati macet di perempatan Cawang. Penyebabnya  lanjutan proyek Tol Becakayu yang belum selesai.Tak sampai di  situ, warga juga akan menghadapi titik macet parah di depan Hotel Ibis  sebelum kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Proyek pembangunan LRT  dirasa sebagai penyebabnya. Hal itu karena arus lalu lintas dari arah  Halim menuju Jalan MT Haryono, dari Cililitan&amp;nbsp; serta dari arah  Kalimalang bertemu.Kemacetan lain yang terjadi di Jakarta akibat  proyek infrastruktur di antarannya di Jalan MT Haryono proyek  pembangunan flyover Pancoran. Selain itu, masih ada pengerjaan underpass Matraman yang meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas, namun dari  arah Pasar Pramuka menuju ke Jalan Proklamasi tetap macet.Ketiga,  jalur yang biasa dilalui warga Bekasi ialah melalui Jalan I Gusti  Ngurah Rai, Klender hingga Jatinegara. Kemacetan di jalur ini biasanya  terjadi di dekat Stasiun Buaran, akibat banyaknya angkot mengetem  seenaknya.
Selanjutnya, kemacetan di depan Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Di titik  ini kemacetan akibat pembangunan flyover Cipinang. Dari tiga jalur  tersebut, SINDOnews membutuhkan waktu selama 2,5 jam dari Bekasi Timur  menuju Jakarta menggunakan sepeda motor melalui jalur Cakung-Bekasi.</content:encoded></item></channel></rss>
