<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Poltracking: Elektabilitas Jokowi 48,6%, Prabowo di Angka 25,1%   </title><description>Poltracking mendapatkan hasil survei dimana Jokowi mengungguli Prabowo Subianto yang memperoleh angka 25,1 persen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1"/><item><title>Poltracking: Elektabilitas Jokowi 48,6%, Prabowo di Angka 25,1%   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1</guid><pubDate>Minggu 26 November 2017 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1-Xfh1QFYKWo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lembaga survey poltracking (Foto: Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/26/337/1820886/poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1-Xfh1QFYKWo.jpg</image><title>Lembaga survey poltracking (Foto: Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di angka 48,6% berdasarkan hasil survei Poltracking apabila kembali mengikuti kontestasi Pilpres 2019.
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda&amp;lrm; mengatakan, elektabilitas tertinggi nomor dua berdasarkan hasil survei pihaknya diisi oleh Prabowo Subianto di angka 25,1%. Namun, hasil survei ini masih dapat terus berubah mengingat perhelatan pesta demokrasi tertinggi di Indonesia ini masih berlangsung lama.
&quot;Elektabiltas Jokowi selalu berada di atas dua digit atau lebih dari 10 persen jika dilakukan disemua simulasi. Terjadi gap elektabilitas sebesar 25 persen antarkeduanya,&quot; kata Hanta Yuda saat merilis hasil survei yang bertajuk 'Evaluasi Pemerintah Jokowi-JK dan Meneropong Peta Elektoral 2019' di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (26/11/2017).
&amp;lrm;Hanta Yuda menambahkan, apabila simulasi Pilpres 2019 dilakukan dengan lima kandidat, maka eletabiltas Presiden Jokowi selaku calon incumben berada di angka 51,8% dan kembali disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu sebesar 27%.
Sementara Agus Harimurti Yudhoyono berada di urutan nomor tiga dengan elektabilitas sebesar 3,6% dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 3,2% serta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memiliki elektabilitas 2,8%.
Hanta Yuda melanjutkan, apabila kontestasi Pilpres kembali terjadi head to head seperti Pilpres 2014 maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungguli Prabowo Subianto dengan perbandingan 53,2% dan 33%. &quot;Perbandingan gap antar-kedua kandidat itu 20,2 persen,&quot; jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa sangat besar peluang untuk kembalinya head to head di Pilpres 2019. Pasalnya, hanya dua kandidat itu yang memiliki elektabilitas di angka dua digit.
&quot;Jokowi juga hampir pasti dimajukan kembali jadi Capres. Sedangkan Gerindra akan sekuat tenaga membentuk poros pendukung Prabowo Subianto, karena Prabowo memberikan insentif elektoral yang tinggi terhadap Gerindra,&quot; simpulnya.
Adapun survei ini melibatkan 2.400 responden yang dilakukan pada tanggal 8 hingga 15 November 2017. Poltracking menggunakan metode stratifed multistage random sampling dengan margin of error 2 persen dan kepercayaan 95% dalam survei ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di angka 48,6% berdasarkan hasil survei Poltracking apabila kembali mengikuti kontestasi Pilpres 2019.
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda&amp;lrm; mengatakan, elektabilitas tertinggi nomor dua berdasarkan hasil survei pihaknya diisi oleh Prabowo Subianto di angka 25,1%. Namun, hasil survei ini masih dapat terus berubah mengingat perhelatan pesta demokrasi tertinggi di Indonesia ini masih berlangsung lama.
&quot;Elektabiltas Jokowi selalu berada di atas dua digit atau lebih dari 10 persen jika dilakukan disemua simulasi. Terjadi gap elektabilitas sebesar 25 persen antarkeduanya,&quot; kata Hanta Yuda saat merilis hasil survei yang bertajuk 'Evaluasi Pemerintah Jokowi-JK dan Meneropong Peta Elektoral 2019' di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (26/11/2017).
&amp;lrm;Hanta Yuda menambahkan, apabila simulasi Pilpres 2019 dilakukan dengan lima kandidat, maka eletabiltas Presiden Jokowi selaku calon incumben berada di angka 51,8% dan kembali disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu sebesar 27%.
Sementara Agus Harimurti Yudhoyono berada di urutan nomor tiga dengan elektabilitas sebesar 3,6% dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 3,2% serta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memiliki elektabilitas 2,8%.
Hanta Yuda melanjutkan, apabila kontestasi Pilpres kembali terjadi head to head seperti Pilpres 2014 maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungguli Prabowo Subianto dengan perbandingan 53,2% dan 33%. &quot;Perbandingan gap antar-kedua kandidat itu 20,2 persen,&quot; jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa sangat besar peluang untuk kembalinya head to head di Pilpres 2019. Pasalnya, hanya dua kandidat itu yang memiliki elektabilitas di angka dua digit.
&quot;Jokowi juga hampir pasti dimajukan kembali jadi Capres. Sedangkan Gerindra akan sekuat tenaga membentuk poros pendukung Prabowo Subianto, karena Prabowo memberikan insentif elektoral yang tinggi terhadap Gerindra,&quot; simpulnya.
Adapun survei ini melibatkan 2.400 responden yang dilakukan pada tanggal 8 hingga 15 November 2017. Poltracking menggunakan metode stratifed multistage random sampling dengan margin of error 2 persen dan kepercayaan 95% dalam survei ini.</content:encoded></item></channel></rss>
